Gayatri Putri News – 05 Oktober 2026 | JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar rotasi besar-besaran hanya berselang sehari setelah Jenderal Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri. Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, sebanyak 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) dimutasi, mencakup sejumlah jabatan strategis di Mabes Polri hingga 19 posisi Kapolda di berbagai wilayah.
Pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) digelar di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu malam, 3 Oktober 2026, dipimpin langsung oleh Kapolri. Rangkaian kegiatan itu sekaligus dirangkai dengan Korps Raport kenaikan pangkat ke dan dalam golongan Pati Polri.
23 Pati Naik Pangkat, Tujuh Jadi Komjen
Dalam Korps Raport tersebut, sebanyak 23 Pati Polri mengalami kenaikan pangkat. Rinciannya, tujuh Pati naik menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol), 14 Pati menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol), dan dua Pati menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol).
- Komjen Pol: Sandi Nugroho, Dadang Hartanto, Dedy Kusuma Bakti, Asep Safrudin, Hery Herjawan, Andik Setiyono, dan Rudi Darmoko.
- Irjen Pol: Agus Dwi Hermawan, Putu Putera Sadana, Hendra Kurniawan, Tubagus Ami Prindani, Pasma Royce, Yosi Muhamartha, Deni Dharmapala, Sonny Irawan, Rony Samtana, Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, Adrianto Jossy Kusumo, Roy Hardi Siahaan, dan Adex Yudiswan.
- Brigjen Pol: Anwar Haidar dan M Darwis Debby Hermawan.
19 Kapolda Diganti, Jambi Ikut Berganti
Mutasi kali ini menyentuh 19 jabatan Kapolda, mulai dari Jawa, Maluku, Kepri, Riau, hingga berbagai daerah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Yogyakarta. Sejumlah nama yang menempati posisi baru antara lain Irjen Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Suwondo Nainggoan sebagai Kapolda Maluku, Irjen Pol Suhendri sebagai Kapolda Kepri, Irjen Pol Arman Achdiat sebagai Kapolda Riau, dan Irjen Pol Reza Arief Dewanto sebagai Kapolda NTT. Brigjen Roy Hardi Siahaan dipercaya memimpin Polda Jawa Tengah.
Polda Jambi turut mengalami pergantian kepemimpinan. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menegaskan bahwa mutasi dan pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan organisasi sekaligus mendukung pembinaan karier personel.
“Mutasi, rotasi, dan serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Setiap jabatan adalah amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh dedikasi, profesionalisme, serta integritas,” ujar Kombes Pol Erlan, Minggu, 4 Oktober 2026.
Ia menambahkan, pergantian pejabat di lingkungan Polri diharapkan memberikan penyegaran organisasi sekaligus menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Polda Jambi, lanjutnya, berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memastikan seluruh pelaksanaan tugas kepolisian berjalan optimal.
Penyegaran Internal dan Percepatan Adaptasi
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa perombakan struktur organisasi ini dilakukan untuk mempercepat adaptasi Polri dalam menjawab dinamika dan tuntutan masyarakat.
“Kegiatan dalam rotasi atau mutasi jabatan ini merupakan dinamika organisasi yang tentunya Bapak Kapolri berkomitmen kepada seluruh masyarakat dalam menghadapi dinamika dan tuntutan masyarakat dengan tagline beliau adalah ‘Polri Bersama Masyarakat’,” ujar Trunoyudo di Mabes Polri, Sabtu malam, 3 Oktober 2026.
Menurutnya, percepatan adaptasi melalui penataan personel sangat penting guna mendukung efektivitas dan keberlanjutan roda organisasi. Ia menegaskan bahwa kebijakan mutasi membawa misi utama penyegaran internal sekaligus peningkatan mutu pelayanan publik, termasuk proses regenerasi di tubuh korps Bhayangkara.
Senada, Kadivhumas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa rangkaian mutasi, sertijab, pelantikan, dan kenaikan pangkat merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier personel. Dari 88 Pati dan Pamen yang dimutasi, sebanyak 70 personel mendapatkan promosi atau menduduki jabatan baru.
Pergantian di Lingkungan Mabes Polri
Pada tingkat Mabes Polri, sejumlah posisi utama juga mengalami pergantian, antara lain Kabaintelkam Polri, Kabareskrim Polri, Kabaharkam Polri, Kalemdiklat Polri, Astamarena Kapolri, Aslog Kapolri, As SDM Kapolri, Kadivpropam Polri, Kadiv TIK Polri, Kadensus 88 AT Polri, Kadivkum Polri, Kakortastipidkor Polri, serta Koorspripim Polri.
Sorotan Publik dan Harapan Reformasi
Rotasi besar-besaran ini mendapat perhatian organisasi masyarakat sipil. Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (Baranusa), Adi Kurniawan, berharap rotasi tersebut menjadi momentum memperkuat pembenahan dan reformasi institusi Polri.
“Rotasi besar-besaran di tubuh Polri jangan sampai menimbulkan indikasi bahwa ada kepentingan politik di baliknya. Kalau memang untuk pembenahan organisasi dan reformasi Polri, tentu harus kita dukung,” kata Adi, Minggu, 4 Oktober 2026.
Ia menekankan agar pergantian pejabat di posisi strategis diikuti peningkatan kualitas pelayanan, profesionalitas, transparansi, serta penegakan hukum yang berkeadilan. Menurutnya, Polri harus bekerja berdasarkan kepentingan rakyat dan negara, bukan menjadi alat kekuasaan.
Mutasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto sehari usai dilantik menandai babak baru kepemimpinan Polri. Dengan 88 perwira dimutasi, 19 Kapolda berganti, dan 23 Pati naik pangkat, publik kini menanti apakah rotasi ini benar-benar menghadirkan penyegaran organisasi dan peningkatan pelayanan, atau sekadar pergantian orang di kursi kekuasaan. Yang jelas, komitmen terhadap reformasi, profesionalisme, dan independensi Polri akan menjadi ujian utama di bawah kepemimpinan Kapolri yang baru.
Sumber Berita: Benuasulsel.com, RMOL/Kantor Berita Politik, Suara.com, iNewsSemarang.id, Indomedia.co, Divhumas Polri.
Penulis: Redaksi Berita
Editor: Redaksi
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






