Jambi Dilanda Kabut Asap Karhutla: Hotspot Turun 67%, Ribuan Warga Terkena ISPA dan Penerbangan Terganggu

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Jambi Dilanda Kabut Asap Karhutla: Hotspot Turun 67%, Ribuan Warga Terkena ISPA dan Penerbangan Terganggu

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Jambi, 9 Oktober 2026 – Provinsi Jambi masih dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berkepanjangan. Meskipun secara nasional jumlah titik panas (hotspot) menurun drastis hingga 67 persen, dampak buruk masih dirasakan masyarakat, terutama di Kabupaten Muaro Jambi. Ribuan warga terpapar infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setelah hampir sebulan menghirup udara kotor.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga Rabu malam (8/10), jumlah hotspot di seluruh Indonesia tercatat 387 titik, turun dari 1.176 titik pada hari sebelumnya. Di Jambi sendiri, hanya terdeteksi tiga titik panas. Namun, penurunan ini tidak serta-merta menghilangkan risiko, karena cuaca kering yang berkepanjangan masih berpotensi memicu kebakaran baru, terutama di lahan gambut yang sulit dipadamkan.

Dampak Kesehatan: Ribuan Warga Muaro Jambi Terserang ISPA

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi melaporkan bahwa ribuan warganya mengalami ISPA akibat paparan kabut asap. Salah satu warga, Jumiatun, mengaku menderita sesak napas, mata merah, pusing, dan pandangan terganggu. “Sesak, mata merah, kemarin pusing. Pandangan tidak terlalu jauh memandang, napas sesak, bisa batuk,” ujarnya saat ditemui di Muaro Jambi, Kamis (8/10).

Kondisi ini diperparah dengan kualitas udara di beberapa wilayah Jambi yang masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

Penerbangan Terganggu, Bandara Sultan Thaha Alami Delay

Kabut asap juga berdampak pada sektor transportasi udara. Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami gangguan pada Rabu (7/10), dengan delapan penerbangan dari dan ke Jakarta mengalami penundaan atau penjadwalan ulang. Hal serupa terjadi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, di mana lima penerbangan tertunda akibat visibilitas rendah. Di Pekanbaru, dua penerbangan dari Jakarta terpaksa dialihkan karena jarak pandang hanya 600 meter.

Pemerintah Kerahkan ASN Muda dan Satgas Karhutla

Untuk mempercepat penanganan karhutla, Pemerintah Provinsi Jambi mengerahkan aparatur sipil negara (ASN) muda sebagai Satgas Karhutla. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memperkuat personel di lapangan. “Pak Gubernur membuat Satgas ASN untuk membantu Satgas Karhutla di lapangan sebagai upaya memadamkan api,” jelasnya.

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengerahkan 61 pesawat untuk operasi pemadaman, terdiri dari 44 pesawat pembom air dan 17 pesawat patroli serta penyemaian awan. Fokus utama diberikan pada pemadaman api di lahan gambut yang masih menyala di bawah permukaan.

Operasi Jaran Siginjai 2026: Polisi Bubarkan Balap Liar

Di tengah upaya penanganan karhutla, Kepolisian Daerah Jambi juga gencar melakukan operasi keamanan. Dalam Operasi Jaran Siginjai 2026, polisi membubarkan aksi balap liar di Jalan Bandara Lama, Kota Jambi, Rabu (7/10) malam. Sebanyak 11 remaja diamankan, sebagian masih berstatus pelajar, bersama tujuh unit sepeda motor.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji menyatakan bahwa pihaknya mengedepankan pembinaan dan melibatkan orang tua. “Kami mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari,” ujarnya. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan gangguan kamtibmas melalui Call Center Polri 110.

Kesimpulan

Meskipun jumlah titik panas karhutla di Indonesia menurun signifikan, Provinsi Jambi masih menghadapi tantangan serius. Kabut asap tidak hanya mengganggu kesehatan ribuan warga dan aktivitas penerbangan, tetapi juga memerlukan penanganan berkelanjutan, terutama di lahan gambut. Upaya pemerintah dengan mengerahkan ASN muda dan satgas karhutla patut diapresiasi, namun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mematuhi protokol kesehatan tetap menjadi kunci. Penegakan hukum terhadap aktivitas yang mengganggu ketertiban, seperti balap liar, juga terus dilakukan demi keamanan bersama.

Sumber Berita: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Polda Jambi, Diskominfo Provinsi Jambi, Metro TV, Antara.

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda