Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026), melahirkan sejarah baru dalam dunia balap motor Grand Prix. Pabrikan Italia, Aprilia, tampil menggila dengan menyapu bersih empat posisi teratas sekaligus menorehkan rekor yang belum pernah terjadi sepanjang keikutsertaannya di kelas utama.
Marco Bezzecchi keluar sebagai pemenang setelah menuntaskan 27 putaran dengan catatan waktu putaran tercepat 1 menit 29,960 detik. Pebalap Aprilia Racing itu diikuti Raul Fernandez dari Trackhouse Aprilia di posisi kedua dengan selisih 4,26 detik, Jorge Martin di urutan ketiga (+6,89 detik), dan Ai Ogura yang melengkapi kejayaan Aprilia di posisi keempat (+9,378 detik).
Jalannya Balapan: Dominasi Sejak Awal hingga Manuver Kunci
Sejak bendera start dikibarkan, Raul Fernandez yang memulai balapan dari pole position langsung melesat memimpin. Tekanan intens datang dari Bezzecchi yang start dari posisi kedua. Sementara itu, Marc Marquez sempat merangsek ke urutan ketiga, sedangkan Jorge Martin terlempar ke posisi keenam.
Memasuki putaran kedua, persaingan memanas ketika Fermin Aldeguer mengalami kecelakaan di Tikungan 16. Momen itu dimanfaatkan Martin untuk menyalip Marquez dari sisi dalam, sekaligus menempatkan tiga pebalap Aprilia di barisan terdepan. Insiden kembali mewarnai jalannya lomba pada lap kelima ketika Jack Miller terjatuh di Tikungan 3, disusul nasib sial Francesco Bagnaia yang gagal melanjutkan balapan saat sedang berjuang di posisi kesepuluh.
Pergeseran posisi krusial terjadi pada sisa sembilan lap terakhir. Bezzecchi melancarkan serangan dan menyalip Fernandez pada lap ke-19 untuk mengambil alih posisi terdepan hingga garis finis. Di barisan belakang, Ai Ogura tampil agresif menjelang akhir lomba. Pebalap asal Jepang itu sukses melewati Marquez pada putaran ke-22, lalu menundukkan Pedro Acosta di sisa tiga lap terakhir untuk menyegel posisi keempat.
Hasil Lengkap 10 Besar MotoGP Mandalika 2026
| Pos | Pembalap | Tim | Waktu |
|---|---|---|---|
| 1 | Marco Bezzecchi | Aprilia Racing | 27 Lap |
| 2 | Raul Fernandez | Trackhouse Aprilia | +4,26s |
| 3 | Jorge Martin | Aprilia Racing | +6,89s |
| 4 | Ai Ogura | Trackhouse Aprilia | +9,378s |
| 5 | Pedro Acosta | Red Bull KTM | +9,492s |
| 6 | Marc Marquez | Ducati Lenovo | +10,778s |
| 7 | Alex Marquez | Gresini Ducati | +16,821s |
| 8 | Fabio Di Giannantonio | VR46 Ducati | +19,84s |
| 9 | Fabio Quartararo | Monster Yamaha | +19,999s |
| 10 | Enea Bastianini | Tech3 KTM | +21,111s |
Kemenangan Bersejarah bagi Bezzecchi dan Italia
Kemenangan di Mandalika menjadi podium tertinggi pertama Bezzecchi sejak seri Mugello dan merupakan kemenangan ke-11-nya di kelas utama, sekaligus yang kelima pada musim 2026 setelah sebelumnya menang di Buriram, Goiania, Austin, dan Mugello. Hasil tersebut juga menambah catatan bersejarah bagi Italia karena menjadi kemenangan ke-300 pembalap Negeri Pizza di kelas utama balap motor Grand Prix.
“Saya senang dengan balapan saya. Saya benar-benar ingin meninggalkan Mandalika dengan hasil yang bagus, dan sejak cedera di Sachsenring, saya terus mengejar kemenangan ini. Rasanya sangat menyenangkan,” ujar Bezzecchi.
Meski meraih kemenangan, Bezzecchi menyadari peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia semakin terbatas dengan lima balapan tersisa. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak mengubah pendekatan maupun cara kerjanya bersama tim. “Saya bukan pembalap yang mudah menyerah. Memang seperti itulah diri saya,” katanya.
Sementara itu, Jorge Martin mencatatkan hasil penting dengan finis ketiga setelah menjalani balapan solid. Hasil tersebut menjadi podium kesembilannya musim ini sekaligus podium ketiga secara beruntun setelah finis di posisi serupa pada seri Austria dan Jepang. Tambahan poin dari Mandalika mengantarkan Martin kembali memimpin klasemen kejuaraan dengan koleksi 355 poin.
Marquez Akhiri Kutukan Mandalika
Di kubu Ducati Lenovo, Marc Marquez menyebut hasil finis keenam di Mandalika sebagai sesuatu yang seperti mimpi. Meski tidak mampu mengulangi performa saat memenangi sprint race sehari sebelumnya, pembalap asal Spanyol itu tetap puas karena mampu menjaga peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia.
Hasil tersebut menjadi momen bersejarah bagi Marquez karena untuk pertama kalinya ia berhasil menyelesaikan balapan penuh di Mandalika. Sejak 2022, Mandalika memang menjadi salah satu sirkuit paling sulit baginya, dengan catatan selalu gagal menyelesaikan balapan utama di trek tersebut. Kemenangan di sprint race sehari sebelumnya sekaligus mengakhiri kutukan tersebut dan sempat mengantarkannya merebut puncak klasemen dari Jorge Martin.
Dampak Ekonomi dan Sport Tourism
Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 mencatat jumlah pengunjung tertinggi, yakni lebih dari 150 ribu orang. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai keberhasilan penyelenggaraan ajang ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia yang mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“MotoGP Mandalika merupakan agenda strategis nasional dalam pengembangan sport tourism di Indonesia. Keberhasilan penyelenggaraan ajang balap kelas dunia ini tentu tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara ITDC, MGPA, pemerintah pusat dan daerah, asosiasi, industri, serta pemilik lisensi Dorna Sports,” kata Menpar Widiyanti.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, dan Gubernur NTB menyebut dampak ekonomi berganda dari penyelenggaraan tahun ini diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Kajian Kementerian PPN/Bappenas terhadap penyelenggaraan MotoGP pada tahun sebelumnya juga menunjukkan dampak ekonomi nasional yang dihasilkan mencapai Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun.
Dampak tersebut dirasakan berbagai sektor usaha, mulai dari industri perhotelan dengan tingkat okupansi hotel yang mencapai 100 persen di kawasan Mandalika dan 90 persen di Lombok Tengah serta Kota Mataram, peningkatan jumlah penumpang transportasi udara, hingga kenaikan omzet UMKM.
Persaingan Juara Masih Terbuka
Dengan lima balapan tersisa, persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 masih berlangsung ketat. Jorge Martin kembali memimpin klasemen dengan 355 poin, namun Marc Marquez tetap menjaga peluangnya setelah akhir pekan yang positif di Mandalika. Di sisi lain, Aprilia tampil sebagai kekuatan yang semakin diperhitungkan setelah mencatatkan sapu bersih empat posisi teratas untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaannya di MotoGP.
Kemenangan Bezzecchi di Mandalika menjadi modal berharga bagi skuad Aprilia dalam mengarungi sisa musim, sekaligus menegaskan bahwa dominasi pabrikan Italia tersebut tidak bisa lagi dipandang sebelah mata oleh para rivalnya. Sementara itu, Marquez dan Ducati harus segera bangkit jika ingin mempertahankan asa meraih gelar juara dunia musim ini.
Sumber Berita: Bola.com, PortalMadura.com, SHNet, Baliportalnews.com, Metrotvnews.com
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





