Harry Kane Kejar Rekor Gol Ronaldo, Bellingham Nobatkan Sang Kapten Sebagai GOAT Inggris

Avatar Rizky

by

Published

Last update

5 menit

Read Time

Harry Kane Kejar Rekor Gol Ronaldo, Bellingham Nobatkan Sang Kapten Sebagai GOAT Inggris

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | Harry Kane menegaskan belum menutup peluang untuk mengejar rekor gol internasional sepanjang masa milik Cristiano Ronaldo. Penyerang berusia 33 tahun itu baru saja menjalani malam istimewa bersama Timnas Inggris dan mengaku masih menyimpan ambisi besar di level internasional.

Kane mencatatkan penampilan ke-125 bersama The Three Lions saat Inggris mengalahkan Republik Ceko 3-0 pada lanjutan UEFA Nations League 2026/2027 di Stadion Wembley. Dalam laga tersebut, kapten timnas Inggris itu mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya tercipta melalui gol bunuh diri bek Ceko, Vladimir Coufal.

Tambahan dua gol itu membuat Kane kini mengoleksi 91 gol untuk Inggris. Ia masih terpaut cukup jauh dari Ronaldo yang berada di puncak daftar pencetak gol internasional sepanjang masa dengan 146 gol bersama Timnas Portugal. Meski demikian, Kane tidak menutup kemungkinan untuk terus bermain hingga mampu mendekati catatan megabintang Portugal tersebut.

“Kita lihat saja seberapa jauh saya bisa melangkah. Sekarang saya berada di angka 50-an gol dari target itu, jadi masih sangat jauh. Namun, siapa tahu? Kondisi saya saat ini sangat baik,” ujar Kane.

Kane juga menegaskan belum memiliki rencana untuk pensiun dari tim nasional dalam waktu dekat. Ia mengaku akan mengambil keputusan tersebut secara bertahap, tergantung kondisi fisik dan kemampuannya untuk terus memberikan kontribusi.

“Ini musim demi musim bagi saya. Selama saya merasa masih bisa membantu tim, saya akan tetap berada di sini,” tutur mantan penyerang Tottenham Hotspur tersebut.

Menyamai Rekor Caps Peter Shilton

Pertandingan melawan Ceko menjadi laga ke-125 Kane bersama Inggris, jumlah yang membuatnya menyamai rekor caps terbanyak sepanjang sejarah The Three Lions yang sebelumnya dipegang kiper legendaris Peter Shilton. Kane berpeluang menjadi pemain pertama Inggris yang memegang rekor tersebut secara tunggal pada November 2026.

Berikut daftar lima pemain dengan caps terbanyak bersama Timnas Inggris:

  • Peter Shilton dan Harry Kane: 125 caps
  • Wayne Rooney: 120 caps
  • David Beckham: 115 caps
  • Steven Gerrard: 114 caps

Shilton menjalani debut bersama Inggris pada November 1970 menghadapi Jerman Timur, sementara penampilan ke-125 sekaligus terakhirnya terjadi pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1990 melawan Italia. Adapun Rooney mencetak 53 gol dalam 120 pertandingan, Beckham memegang rekor assist terbanyak Inggris dengan 39 assist, dan Gerrard tampil dalam tiga EURO serta tiga Piala Dunia.

Dipuji Bellingham Sebagai GOAT

Penampilan gemilang Kane mendapat pujian setinggi langit dari rekan setimnya di Timnas Inggris, Jude Bellingham. Gelandang muda tersebut menyebut Kane sebagai pemain terbaik dalam sejarah, alias GOAT, di Timnas Inggris.

“Tak banyak lagi yang bisa dikatakan yang belum pernah disampaikan sebelumnya. Saya hanya bisa berbicara dari perspektif saya. Dia pertama-tama adalah manusia yang luar biasa. Sebagai kapten dan sebagai seorang pria, dia selalu memperhatikan setiap orang,” kata Bellingham kepada ITV.

“Di lapangan, kita sampai kehabisan kata-kata untuk menggambarkannya. Dia adalah pemain Inggris terbaik yang pernah mengenakan seragam ini dan merupakan sebuah kehormatan bisa bermain bersamanya,” lanjutnya.

Bellingham juga menilai Kane saat ini masih berada di level terbaiknya. Menurutnya, performa sang kapten sulit ditandingi pemain lain di seluruh dunia.

Pujian untuk Permainan Kolektif Inggris

Kane sendiri menyebut laga melawan Ceko sebagai malam yang sempurna. Ia memuji permainan kolektif Inggris, terutama proses terciptanya gol keduanya yang berawal dari kombinasi apik Elliot Anderson dan Morgan Rogers sebelum ia menyelesaikan peluang dengan tembakan voli yang presisi.

“Kami kembali menampilkan sepak bola yang fantastis: cara kami bergerak, cara kami bermain satu sentuhan. Pertukaran bola antara Elliot dan Morgan, lalu umpan silang langsung, benar-benar sempurna. Sebagai penyerang, Anda hanya menunggu peluang seperti itu,” jelas Kane.

Kapten Inggris itu juga mencatat bahwa timnya terus berkembang sejak kekalahan pada laga pembuka melawan Spanyol, dan menjadikan performa tersebut sebagai fondasi untuk perbaikan selanjutnya. Sejak saat itu, Inggris terus meraih kemenangan di bawah asuhan pelatih Thomas Tuchel.

Persaingan Ballon d’Or 2026

Di sisi lain, nama Kane juga menjadi sorotan dalam bursa Ballon d’Or 2026. Data pasar prediksi Polymarket menempatkan Kane di posisi terdepan dengan peluang 48 persen, disusul Lamine Yamal yang mendekat dengan 43,5 persen. Lionel Messi berada di kisaran 3,4 persen dan Kylian Mbappe sekitar 2,4 persen, dengan total volume perdagangan mencapai 45,44 juta dolar AS.

Kane sempat menembus angka di atas 60 persen pada Agustus dan September, bahkan mencapai 65,45 persen pada 29 Agustus ketika Yamal baru 14,85 persen. Namun, Yamal terus memangkas jarak pada Oktober. Sejumlah bandar taruhan bahkan telah membalikkan posisi, menempatkan Yamal sebagai favorit setelah pemungutan suara ditutup pada 28 September.

Kasus Kane bertumpu pada produktivitas gol dan trofi klub. Ia mencetak 73 gol untuk Bayern Munich dan Inggris, termasuk 61 gol dalam 51 pertandingan bersama Bayern, meraih gelar top skor Bundesliga dengan 36 gol, memenangi Sepatu Emas Eropa, serta mengantarkan Bayern juara Bundesliga dan DFB-Pokal. Bersama Inggris, ia membawa The Three Lions finis di peringkat ketiga Piala Dunia.

Adapun Yamal, 18 tahun, mencetak 24 gol dan 17 assist dalam 45 laga klub, memenangi La Liga dan penghargaan Pemain Terbaik La Liga, lalu tampil penuh 120 menit di final Piala Dunia saat Spanyol mengangkat trofi. Upacara Ballon d’Or 2026 dijadwalkan berlangsung pada Senin, 26 Oktober, di London Palladium, untuk pertama kalinya digelar di luar Paris, dengan 100 jurnalis sebagai pemilih.

Dengan capaian 91 gol, rekor caps yang tinggal selangkah lagi dipecahkan, serta pengakuan dari rekan setimnya, posisi Kane di panggung sepak bola dunia memang tengah berada di titik puncak. Ambisinya mengejar rekor Ronaldo menunjukkan bahwa usia bukan penghalang selama kondisi fisik dan motivasi tetap terjaga. Sementara itu, persaingan Ballon d’Or yang kian ketat dengan Yamal menegaskan bahwa kontribusi Kane musim ini diakui secara luas, baik di level klub maupun internasional. Jika ia mampu mempertahankan konsistensi dan menambah koleksi golnya bersama Inggris, bukan tidak mungkin sejarah baru akan tercipta dalam beberapa tahun ke depan.