Gibran Bantah Tak Lulus SMA Usai Temuan Dokumen MK

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Gibran Bantah Tak Lulus SMA Usai Temuan Dokumen MK

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara tegas membantah anggapan bahwa dirinya tidak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Bantahan ini disampaikan menyusul temuan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan tidak menemukan dokumen kelulusan pendidikan luar negeri setara SMA dalam berkas yang diperiksa dalam persidangan.

Menanggapi temuan tersebut, Gibran menegaskan bahwa riwayat pendidikannya hingga jenjang Strata Satu (S1) menjadi bukti bahwa dirinya telah menyelesaikan pendidikan menengah. Ia merujuk pada pengalaman pendidikannya di Singapura sebagai bagian dari latar belakang akademiknya. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat, 9 Oktober 2026, saat ia menanggapi sorotan publik terkait dokumen yang dibahas dalam persidangan MK.

Gibran juga menyatakan sikapnya yang menghormati proses persidangan yang sedang berlangsung. Ia memilih untuk memusatkan perhatian pada tugas dan tanggung jawabnya sebagai Wakil Presiden RI, alih-alih memperpanjang polemik mengenai dokumen kelulusan yang menjadi perhatian publik. Sikap ini menunjukkan komitmennya untuk tetap menjalankan amanah negara di tengah isu yang berkembang.

Isu mengenai kelulusan SMA ini mencuat setelah MK memeriksa berkas-berkas yang berkaitan dengan pendidikan Gibran. Dalam pemeriksaan tersebut, MK tidak menemukan dokumen spesifik yang menyatakan kelulusan pendidikan luar negeri setara SMA. Temuan ini kemudian memicu berbagai spekulasi di ruang publik mengenai validitas latar belakang pendidikan orang nomor dua di Indonesia tersebut.

Meski demikian, Gibran tetap pada pendiriannya bahwa pendidikan yang telah ia tempuh, termasuk di Singapura, serta keberhasilannya menyelesaikan jenjang S1, merupakan bukti nyata bahwa ia telah melewati pendidikan menengah. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai dokumen apa saja yang dimiliki, namun menekankan bahwa rekam jejak pendidikannya dapat dipertanggungjawabkan.

Pernyataan Gibran ini menjadi bagian dari klarifikasi publik atas temuan MK yang ramai diperbincangkan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak istana atau MK mengenai tindak lanjut dari temuan dokumen tersebut. Publik pun masih menantikan perkembangan terkait isu ini.

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda