Ghana Dihancurkan Gambia 4-2, Menteri Serukan Bubarkan Black Stars

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Ghana Dihancurkan Gambia 4-2, Menteri Serukan Bubarkan Black Stars

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 01 Oktober 2026 | Kekalahan memalukan yang dialami tim nasional Ghana saat menjamu Gambia dalam lanjutan kualifikasi Piala Afrika 2027 memicu kemarahan besar di dalam negeri. Bermain di Accra Sports Stadium, Selasa malam waktu setempat, Black Stars harus menelan pil pahit setelah unggul dua gol terlebih dahulu namun akhirnya tumbang dengan skor 4-2. Hasil ini menjadi pukulan telak kedua bagi Ghana di Grup C, setelah sebelumnya juga kalah 2-0 dari Pantai Gading pada laga pembuka.

Duel Ghana vs Gambia berjalan dramatis sejak awal. Tuan rumah tampil menekan dan berhasil membuka keunggulan melalui Ernest Nuamah, sebelum Felix Afena-Gyan menggandakan skor pada menit ke-33. Publik tuan rumah yang memadati stadion sudah bersiap merayakan kemenangan perdana, namun bencana datang menjelang jeda. Gambia, negara kecil dengan populasi kurang dari tiga juta jiwa, bangkit luar biasa melalui penalti Muhammed Badamosi serta gol Omar Colley. Dalam rentang lima menit saja, kedudukan berubah menjadi imbang 2-2.

Pada babak kedua, petaka berlanjut bagi Ghana. Pemain pengganti Ebrima Colley menjadi mimpi buruk tuan rumah dengan mencetak dua gol, memastikan kemenangan bersejarah 4-2 bagi Gambia. Kekecewaan suporter tumpah ruah, dengan botol-botol dilemparkan ke lapangan menjelang peluit akhir dibunyikan. Kekalahan ini menempatkan Ghana di dasar Grup C tanpa satu pun poin dari dua pertandingan.

Tekanan Berat untuk Carlos Queiroz

Pelatih kepala Ghana, Carlos Queiroz, berada di bawah tekanan luar biasa. Mantan pelatih Manchester United dan Bafana Bafana itu baru mencatatkan satu kemenangan dari tujuh laga bersama Black Stars. Ketika ditanya soal kemungkinan mundur, Queiroz menegaskan bahwa pengunduran diri bukan solusi atas permasalahan sepak bola Ghana yang lebih luas.

“Ketika hasil seperti ini terjadi, opsi untuk mundur adalah solusi paling mudah. Jika Anda percaya bahwa dengan pelatih mundur situasi sepak bola di Ghana bisa berubah, saya akan menjadi orang pertama yang mundur,” ujarnya. “Saya tidak memiliki keyakinan itu, tetapi itu adalah keputusan yang harus dianalisis dan diputuskan bersama oleh dewan federasi.”

Queiroz menegaskan bahwa kekalahan ini tidak membuatnya menjadi pecundang, melainkan lebih waspada terhadap pelajaran yang harus diambil. Ia juga menyebut dirinya masih mampu menjalankan tugas dan memiliki rekor kemenangan terbanyak di sepak bola internasional.

Seruan Bubarkan Tim dari Menteri

Kemarahan tidak hanya datang dari tribun penonton. Menteri Komunikasi, Teknologi Digital, dan Inovasi Ghana, Samuel Nartey George, melontarkan seruan ekstrem melalui media sosial. Ia menuntut agar tim nasional dibubarkan dan Federasi Sepak Bola Ghana (GFA) diberhentikan dari jabatannya menyusul awal kampanye kualifikasi yang dinilai bencana.

Seruan tersebut mencerminkan kekecewaan publik yang semakin memuncak terhadap performa Black Stars, yang merupakan salah satu dari sepuluh wakil Afrika di Piala Dunia dan sempat mencapai babak 32 besar. Kini, tim yang sama justru dipermalukan di kandang sendiri oleh lawan yang secara populasi jauh lebih kecil.

Gambia dan Peran Mantan Pemain Derby County

Di kubu Gambia, kemenangan ini menjadi momen bersejarah. Ebou Adams, mantan pemain Derby County, menjadi inspirasi di balik kebangkitan tim asuhan pelatih tersebut. Sementara itu, penyerang Derby County, Mohammed Fuseini, yang baru saja dipanggil menyusul golnya melawan Burnley, hanya duduk di bangku cadangan dan menyaksikan kekalahan Ghana tanpa dimainkan.

Kemenangan Gambia ini juga menjadi bagian dari rangkaian kejutan dalam jadwal padat 17 pertandingan kualifikasi Piala Afrika 2027 yang berlangsung Selasa lalu. Pada hari yang sama, Nigeria juga mengalami kekalahan telak 3-0 dari Guinea Bissau, sementara Cape Verde takluk 2-1 di kandang dari Rwanda. Mesir, Maroko, dan Senegal berhasil meraih kemenangan tandang penting, sedangkan Aljazair harus bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menahan imbang Burundi 2-2.

Jalan Terjal Ghana di Grup C

Dengan nol poin dari dua laga, Ghana kini berada di posisi yang sangat sulit di Grup C. Pantai Gading memuncaki grup setelah mengalahkan Somalia 2-0 melalui gol debutan Yann Gboho dan Bazoumana Toure. Ghana wajib meraih hasil positif di laga-laga berikutnya jika ingin menjaga asa lolos ke putaran final yang akan digelar di Kenya, Tanzania, dan Uganda.

Namun, pertanyaan besar kini menghantui masa depan Queiroz dan stabilitas federasi. Kombinasi tekanan publik, seruan politik, dan hasil buruk di lapangan menciptakan badai sempurna yang mengancam fondasi sepak bola Ghana. Apakah perubahan besar akan segera terjadi, ataukah Black Stars akan terus terpuruk, hanya waktu yang akan menjawab.

Kekalahan dramatis Ghana vs Gambia ini bukan sekadar kehilangan tiga poin, melainkan pukulan terhadap martabat sepak bola nasional. Bagi Gambia, ini adalah bukti bahwa semangat dan taktik yang tepat mampu mengalahkan tim yang jauh lebih besar. Sementara bagi Ghana, ini adalah panggilan keras untuk melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari jajaran pelatih, federasi, hingga pembinaan pemain. Tanpa perubahan nyata, mimpi tampil di Piala Afrika 2027 bisa sirna sebelum benar-benar dimulai.