Gayatri Putri News – 08 Oktober 2026 | Gempa bumi kembali menjadi sorotan utama hari ini. Bukan hanya karena guncangan yang dirasakan di sejumlah wilayah, tetapi juga karena rangkaian peristiwa yang menyertainya, mulai dari penyaluran bantuan bagi korban terdampak, peringatan soal lokasi rawan gempa, hingga temuan para peneliti mengenai peran penting dasar laut dalam menjaga keseimbangan sistem Bumi. Berikut ulasan lengkapnya.
Dasar Laut Ternyata Berperan Besar bagi Kestabilan Bumi
Di balik fenomena gempa yang terjadi di permukaan, para peneliti mengingatkan bahwa dasar laut menyimpan peran krusial yang jarang disadari. Dua pertiga permukaan Bumi dipenuhi lautan dengan kedalaman rata-rata mencapai empat kilometer. Kawasan ini disebut menyimpan karbon, mengatur siklus nutrisi, hingga menjaga kestabilan jaring makanan laut.
Ahli geologi kelautan dari Leibniz Institute for Baltic Sea Research Warnemunde, Jacob Geersen, menegaskan bahwa dasar laut harus dipahami sebagai bagian integral dari sistem Bumi. Menurutnya, gangguan terhadap dasar laut dapat memengaruhi proses penyimpanan karbon, daur ulang nutrisi, dan kestabilan jaring makanan laut.
Sayangnya, tekanan terhadap dasar laut terus meningkat. Penangkapan ikan menggunakan pukat dasar hingga kedalaman sekitar 4.000 meter diduga telah mengganggu hingga dua persen dasar laut global setiap tahunnya. Belum lagi aktivitas penambangan nodul mangan, jalur pelayaran, kabel bawah laut, hingga berbagai infrastruktur yang menambah beban ekologis kawasan tersebut.
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 450 Juta untuk Korban Gempa Manggarai
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada penanganan korban gempa di Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kementerian Sosial menyerahkan santunan dan bantuan senilai Rp 450 juta kepada 58 jiwa yang terdampak. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh istri Menteri Sosial, Fatma Saifullah Yusuf, bersama istri Wakil Menteri Sosial, Intan Nurul Fadhilah.
Kegiatan bakti sosial tersebut turut dihadiri Hetty Andika Perkasa dan Ketua Bhayangkari Cabang Manggarai, Tantri Levi. Dalam keterangannya, Tantri Levi menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa di wilayah Manggarai.
“Besar harapan kami, bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta meringankan kebutuhan masyarakat penerima bantuan,” ujar Tantri Levi. Ia menilai kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mempererat kepedulian dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Lokasi Rawan Gempa yang Harus Dihindari untuk Membangun Rumah
Mengingat besarnya daya rusak gempa, masyarakat diminta lebih cermat dalam memilih lokasi tempat tinggal. Beberapa titik lokasi disebut memiliki risiko tinggi dan sebaiknya dihindari saat merencanakan pembangunan rumah. Berikut daftarnya:
- Lahan rawan longsor, seperti lereng curam, lembah sungai, dan perbukitan. Pergerakan tanah tidak hanya dipicu gempa, tetapi juga hujan dan penurunan kerapatan tanah.
- Lereng curam, yang sulit dibangun dan diakses serta rawan hancur saat gempa besar. Jika tetap dibangun, perlu pencegahan seperti terasering atau perkuatan dinding rumah.
- Tanah lunak, yang menyebabkan dasar pondasi rumah mengalami penurunan serta rentan terbuka atau rusak akibat gerusan tanah. Pondasi harus cukup kuat dan dalam hingga bertumpu pada tanah kokoh.
- Daerah tepi sungai, yang berpotensi rawan banjir dan likuifaksi, yaitu pencairan tanah yang bisa terjadi akibat gempa bumi.
Peringatan ini menegaskan bahwa murahnya harga lahan dan bangunan tidak boleh menjadi alasan utama memilih lokasi tempat tinggal. Keselamatan harus menjadi pertimbangan paling utama.
Dampak Ekonomi Gempa di Dunia Olahraga
Istilah gempa juga muncul dalam dunia olahraga. Pensiunnya Lionel Messi dari tim nasional Argentina disebut sebagai gempa ekonomi bagi Federasi Sepak Bola Argentina. Kepergiannya bukan hanya kehilangan teknis, tetapi juga berdampak pada sponsor, penjualan tiket, rating pemirsa, promosi, hak komersial, hingga daya tarik internasional.
Laga perpisahan melawan Benin di Stadion Monumental menjadi bukti besarnya kekuatan ekonomi Messi. Sebanyak 85 ribu lembar tiket terjual habis dengan cepat meski harganya sangat tinggi. Forbes Argentina bahkan memperkirakan malam perpisahan itu dapat menghasilkan sekitar 13 juta dolar dari penjualan tiket saja, dengan rating pemirsa televisi yang luar biasa.
Kini, Federasi Sepak Bola Argentina harus menyesuaikan diri dengan situasi baru tanpa faktor daya tarik ekonomi terpentingnya tersebut.
Kesimpulan
Gempa hari ini bukan sekadar peristiwa alam yang mengguncang permukaan. Ia menyentuh berbagai dimensi kehidupan, mulai dari ekosistem dasar laut yang menopang keseimbangan Bumi, penanganan korban di Manggarai melalui bantuan senilai Rp 450 juta, kewaspadaan terhadap lokasi rawan gempa, hingga dampak ekonomi di dunia olahraga. Semua aspek ini mengingatkan bahwa mitigasi, kepedulian sosial, dan pemahaman terhadap sistem Bumi harus berjalan beriringan.
Sumber Berita: Suara.com, detikBali, Earthqu
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






