Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keharmonisan masyarakat melalui kegiatan olahraga. Turnamen Mini Soccer Kerukunan FKUB 2026 digelar di Timika, Papua Tengah, pada Senin (12/10), dengan mengusung semangat kebersamaan di tengah keberagaman.
Kegiatan yang berlangsung di Fantastic Sport Complex Mini Soccer, SP 2, Timika, ini mempertemukan delapan tim yang berasal dari lima kelompok agama. Turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga wadah untuk mempererat hubungan sosial, menumbuhkan toleransi, dan membangun semangat persaudaraan antarumat beragama.
Mengusung tema “Kick Off Harmony: Satu Lapangan, Satu Semangat Kerukunan”, para peserta diajak untuk menjadikan lapangan sebagai ruang bersama yang bebas dari sekat perbedaan keyakinan. Semangat yang dibangun adalah kebersamaan tanpa menjadikan perbedaan sebagai penghalang.
Komposisi Peserta Mencerminkan Keberagaman
Delapan tim yang berlaga dalam turnamen ini menunjukkan komposisi yang menggambarkan keragaman agama di Kabupaten Mimika. Berikut rinciannya:
- Dua tim dari kelompok Kristen
- Dua tim dari kelompok Islam
- Dua tim dari kelompok Katolik
- Satu tim dari kelompok Hindu
- Satu tim dari kelompok Buddha
Komposisi tersebut menegaskan bahwa olahraga mampu menjadi jembatan yang menyatukan berbagai komunitas yang berbeda latar belakang kepercayaan.
Olahraga sebagai Perekat Sosial
Melalui turnamen ini, FKUB Kabupaten Mimika berharap nilai-nilai toleransi dan gotong royong semakin mengakar di masyarakat. Sepak bola mini dipilih karena sifatnya yang inklusif, mudah diikuti, dan mampu menghadirkan interaksi yang cair antar peserta.
Kegiatan semacam ini juga menjadi sarana efektif untuk mencegah potensi konflik sosial, sekaligus memperkuat rasa saling percaya antarumat beragama. Dengan semangat “Satu Lapangan, Satu Semangat Kerukunan”, diharapkan kerukunan di Mimika terus terjaga dan menjadi contoh bagi daerah lain.
Turnamen Mini Soccer Kerukunan FKUB 2026 menjadi bukti nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang dapat mempererat persaudaraan. Sumber berita: Suara Landak. Editor: Rizky Zulianda. Penulis: Muhammad Nur.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






