FC Midtjylland di Pusaran Kontroversi: Dominasi atas FCK, Transfer Miliaran, dan Kritik Aturan Indkast

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

FC Midtjylland di Pusaran Kontroversi: Dominasi atas FCK, Transfer Miliaran, dan Kritik Aturan Indkast

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Herning, Denmark — FC Midtjylland kembali menjadi pusat perhatian sepak bola Denmark. Dalam sepekan terakhir, klub berjuluk Ulvene itu tidak hanya menuai sorotan karena kemenangan atas FC København, tetapi juga karena kritik tajam soal lambatnya pengambilan bola ke dalam (indkast), strategi transfer yang menguntungkan, serta eksodus pemain ke Liga Turki.

Dominasi Panjang atas FC København

Kemenangan FC Midtjylland atas FC København pada laga pekan lalu bukanlah kejutan. Sejak 2010, Midtjylland tercatat telah mengoleksi 27 kemenangan atas FCK, sementara sang tamu hanya mampu menang 20 kali. Dalam sepuluh pertemuan terakhir, FCK hanya sekali menang, sementara Midtjylland menang enam kali dan tiga laga berakhir imbang.

Rekor di MCH Arena, Herning, bahkan lebih menyakitkan bagi FCK. Klub ibu kota itu belum pernah menang di kandang Midtjylland sejak Maret 2022. Sebelum kemenangan tipis 0-1 tersebut, FCK harus menunggu sejak 2016 untuk meraih poin penuh di Herning. Kompleks mental ini menjadi salah satu alasan mengapa Midtjylland begitu dominan di panggung domestik.

Kritik Aturan Indkast dan Efisiensi Waktu

Di sisi lain, performa Midtjylland dalam pertandingan terbaru memicu perdebatan soal aturan baru dalam Laws of the Game. Eksperten TV 2 Sport, Nicolai Boilesen, menilai Midtjylland terlalu lama mengambil indkast. Dalam satu pertandingan, tim asuhan Jacob Poulsen itu membutuhkan 5 menit 27 detik untuk mengeksekusi 17 indkast, dengan rata-rata 19,24 detik per indkast.

Sebagai perbandingan, FC København hanya memerlukan rata-rata 8,44 detik untuk 25 indkast. Total waktu yang dihabiskan untuk indkast dalam laga tersebut mencapai 8 menit 58 detik, belum termasuk tiga indkast yang bersamaan dengan pergantian pemain.

  • Midtjylland: 17 indkast, rata-rata 19,24 detik
  • FC København: 25 indkast, rata-rata 8,44 detik
  • Total waktu indkast dalam pertandingan: 8 menit 58 detik

“Itu bukan tontonan yang saya bayar untuk lihat. Seharusnya ada aturan maksimal 10 detik sejak bola keluar sampai indkast dilakukan,” tegas Boilesen. Aturan lima detik yang sempat diperkenalkan pada musim panas lalu dinilai belum berjalan maksimal, sehingga efisiensi waktu permainan terus menjadi sorotan.

Strategi Transfer: Model Bisnis yang Menguntungkan

Di balik kritik di lapangan, Midtjylland justru menuai pujian atas model bisnisnya. Direktur olahraga Kristian Bak Nielsen mengungkapkan bahwa Dario Osorio sempat menerima tawaran menggiurkan dari Arab Saudi. Namun, tawaran itu ditolak demi mewujudkan mimpi pemain asal Chile tersebut bermain di Premier League bersama Crystal Palace.

“Osorio bisa mendapatkan lebih banyak uang di Arab Saudi. Kami pun mungkin bisa mendapat angka yang sedikit lebih tinggi. Tapi bagi kami, yang lebih penting adalah Osorio mewujudkan mimpinya, dan kami bisa mengirim pemain langsung ke Premier League,” ujar Bak Nielsen kepada Ekstra Bladet.

Keputusan itu memperpanjang rekor penjualan pemain Midtjylland. Sejak 2018, klub telah menghasilkan lebih dari 200 juta euro atau sekitar 225 juta dolar AS dari penjualan pemain. Model rekrutmen pemain muda dari Amerika Selatan, mengembangkan mereka di Denmark, lalu menjualnya ke liga top Eropa, kini diakui sebagai salah satu yang paling inovatif di benua biru.

Eksodus ke Trabzonspor

Pada bursa transfer musim panas, Midtjylland juga melepas Aral Simsir dan Franculino Djú ke Trabzonspor. Simsir mengaku telah dihubungi klub Turki itu selama empat hingga lima tahun sebelum akhirnya bergabung pada Juli 2026.

“Sejarah dan besarnya Trabzonspor sangat berkesan bagi saya. Mereka menghubungi saya di setiap jendela transfer dan menunjukkan betapa besar keinginan mereka,” kata Simsir kepada Fotomac. Ia menandatangani kontrak hingga musim panas 2030 dan mengaku senang bisa bereuni dengan Franculino di Turki.

Sementara itu, penyerang Nigeria, Etim Junior, terus bersinar bersama Midtjylland. Dalam kemenangan atas FC København, ia mencetak satu gol lewat sundulan memanfaatkan tendangan bebas Philip Billing dan memberi assist untuk gol kemenangan Denil Castillo. Dengan lima gol dan tiga assist dalam sepuluh laga liga, kontribusinya menjadi kunci meski tim hanya menguasai 35 persen penguasaan bola.

Kesimpulan

FC Midtjylland berada di persimpangan antara kejayaan dan kritik. Dominasi atas FCK serta keberhasilan finansial dari penjualan pemain menegaskan posisi klub sebagai kekuatan utama sepak bola Denmark. Namun, sorotan soal lambatnya indkast dan regulasi waktu permainan menjadi pengingat bahwa kesuksesan di lapangan tetap harus dibarengi dengan kualitas tontonan yang menghibur. Dengan model bisnis yang matang dan skuad yang terus beregenerasi, Midtjylland tampaknya akan tetap menjadi pusat perbincangan, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Sumber Berita: TV 2 Sport, Tipsbladet, Fotomac, Ekstra Bladet, Total Football Analysis, The Guardian.

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda