Efendi Nurifansyah: Rektor Dr Iwan Aflanie Miliki Konsep Perubahan di ULM

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Efendi Nurifansyah: Rektor Dr Iwan Aflanie Miliki Konsep Perubahan di ULM

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 07 Oktober 2026 | Terpilihnya Dr. dr. Iwan Aflanie, M.Kes., Sp.F., S.H. sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) disambut positif oleh berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Efendi Nurifansyah, yang juga aktif di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Ia menilai kepemimpinan rektor baru ini sebagai momentum penting untuk memperkuat tata kelola kampus sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelayanan akademik.

“Kepemimpinan rektor baru menjadi momentum penting memperkuat tata kelola kampus sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelayanan akademik,” ujar Efendi Nurifansyah pada Selasa (6/10/2026).

Eks Ketua Kadin Kota Banjarmasin ini menilai bahwa tantangan perguruan tinggi ke depan semakin kompleks. Menurutnya, ULM membutuhkan gagasan dan langkah strategis yang mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika masyarakat. Ia pun mengingatkan agar rektor baru memiliki konsep perubahan yang jelas dan terukur.

Konsep Perubahan yang Menyeluruh

Efendi menjelaskan bahwa konsep perubahan tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian kebijakan atau struktur organisasi. Lebih dari itu, perubahan harus menyentuh berbagai aspek penting, antara lain:

  • Peningkatan kualitas sumber daya manusia
  • Penguatan akademik
  • Inovasi dan riset
  • Digitalisasi layanan
  • Peningkatan daya saing lulusan

“Perubahan tentunya harus diarahkan untuk kemajuan ULM dan memberikan manfaat bagi seluruh civitas akademika,” tegas Efendi.

Keterbukaan Komunikasi dan Kolaborasi

Ia berharap kepemimpinan Dr. dr. Iwan Aflanie dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta berbagai pemangku kepentingan. Keterbukaan komunikasi dinilai penting agar kebijakan yang diambil pihak universitas dapat mempertimbangkan aspirasi dan kebutuhan berbagai unsur di lingkungan kampus.

“ULM memiliki sumber daya manusia dan potensi yang besar. Tinggal bagaimana potensi tersebut dikelola dengan konsep yang baik, transparan, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas,” tandasnya.

Selain bidang akademik, Efendi juga mengakui bahwa ULM semakin memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, lembaga penelitian, serta berbagai institusi lainnya. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci untuk mempercepat peningkatan mutu dan relevansi lulusan.

“Harapan kami, kepemimpinan baru ini dapat menjadi energi baru bagi ULM. Bukan hanya melanjutkan program yang sudah berjalan, tetapi juga berani menghadirkan gagasan baru yang relevan dengan tantangan zaman,” imbuh pria yang akrab disapa Pepen tersebut.

Dengan konsep perubahan yang terarah, ULM diharapkan mampu semakin berdaya saing dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta nasional.

Sumber Berita: Barito Post
Penulis: Redaksi Barito Post
Editor: Redaksi Barito Post