Drama Horor di Incheon: Pria 59 Tahun Amuk Mal dengan Senjata Tajam, Seorang Wanita Kritis

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Drama Horor di Incheon: Pria 59 Tahun Amuk Mal dengan Senjata Tajam, Seorang Wanita Kritis

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Suasana mencekam menyelimuti sebuah pusat perbelanjaan di Incheon, Korea Selatan, pada Senin sore (13/10/2026). Seorang pria berusia 59 tahun mengamuk dengan senjata tajam, melukai delapan orang dan menyebabkan seorang wanita berusia 20-an mengalami henti jantung. Insiden ini mengguncang kawasan Guwol-dong, Namdong-gu, yang dikenal sebagai pusat aktivitas publik dengan banyak kantor pemerintahan dan sekolah.

Kronologi Serangan

Menurut keterangan polisi setempat, pelaku mulai melakukan aksinya sekitar pukul 13.40 waktu setempat. Ia bergerak dari lantai basement 2, tempat sebuah hypermarket besar beroperasi, hingga lantai 3 mal tersebut. Dengan menggunakan eskalator, pelaku berpindah dari satu lantai ke lantai lain sambil mengayunkan senjata tajam ke arah pengunjung yang panik.

Seorang pegawai klinik hewan di mal tersebut mengungkapkan bahwa ia melihat pelaku menyerang orang-orang di lantai 2. Para pengunjung berusaha melawan dengan kursi dan akhirnya berhasil melumpuhkan pelaku sebelum polisi tiba. Saksi lain menambahkan bahwa pelaku juga terlibat konfrontasi di toilet pria, dan para pengunjung di toilet wanita segera menghubungi pihak berwenang.

Korban dan Kondisi Terkini

Dari sembilan korban yang tercatat, satu orang tidak mengalami luka dan pulang sendiri. Delapan lainnya dilarikan ke rumah sakit. Seorang wanita berusia 20-an mengalami henti jantung dan saat ini dalam kondisi kritis. Korban lainnya terdiri dari:

  • Seorang wanita berusia 40-an mengalami luka robek pada tulang rusuk di lantai basement 1.
  • Lima orang (pria dan wanita usia 20-40 tahun) menderita luka di punggung, dada, dan pergelangan tangan di lantai 2.
  • Seorang wanita berusia 50-an mengalami luka memar di bahu di lantai 3.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kondisi para korban.

Respons Aparat dan Keamanan

Polisi menangkap pelaku di tempat kejadian dan membawanya ke Mapolres Namdong untuk diinterogasi. Motif serangan masih dalam penyelidikan. Beberapa laporan menyebutkan bahwa pelaku mengikat senjata tajam di kedua tangannya, namun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.

Insiden ini menambah daftar panjang kekhawatiran akan keamanan publik di Korea Selatan, yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami beberapa serangan serupa di tempat umum. Pemerintah setempat diharapkan meningkatkan pengamanan di area publik, terutama di pusat perbelanjaan dan fasilitas umum lainnya.

Dampak Psikologis bagi Masyarakat

Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi para pengunjung dan warga sekitar. Seorang psikolog klinis dari Universitas Incheon, Dr. Kim Ji-hyun, menyatakan bahwa kejadian seperti ini dapat memicu kecemasan akut, terutama bagi mereka yang menyaksikan langsung atau memiliki riwayat trauma. “Penting bagi korban dan saksi untuk mendapatkan pendampingan psikologis segera,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon.

Pemerintah kota Incheon telah menyiagakan tim krisis untuk membantu pemulihan mental warga. Sementara itu, mal tempat kejadian ditutup sementara untuk penyelidikan lebih lanjut.

Langkah Preventif ke Depan

Kepolisian Korea Selatan berencana meningkatkan patroli di area publik dan memperketat pengawasan keamanan, termasuk pemasangan lebih banyak kamera pengawas dan detektor logam di pintu masuk mal. “Kami akan bekerja sama dengan pengelola gedung untuk mencegah terulangnya insiden serupa,” ujar seorang pejabat kepolisian.

Meskipun demikian, para ahli menekankan bahwa pencegahan kekerasan tidak hanya bergantung pada pengamanan fisik, tetapi juga pada deteksi dini masalah kesehatan mental dan intervensi sosial. Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan melaporkan jika melihat tanda-tanda mencurigakan.

Serangan di Incheon ini menjadi pengingat pahit bahwa kekerasan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Semoga para korban diberikan kekuatan dan pemulihan yang cepat, serta pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai hukum yang berlaku.

Sumber Berita: The Mainichi Newspapers, Yonhap News Agency, Yomiuri Shimbun, Sankei Shimbun

Penulis: Rizky Zulianda

Editor: Rizky Zulianda