Drama Debut Javier Aguirre: Valencia Ditahan Racing Santander 2-2 di El Sardinero

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Drama Debut Javier Aguirre: Valencia Ditahan Racing Santander 2-2 di El Sardinero

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Pertandingan Racing Santander vs Valencia menyajikan drama penuh kejutan dalam lanjutan La Liga yang berlangsung di Stadion El Sardinero. Laga ini menjadi momen bersejarah bagi Javier Aguirre yang menjalani debut sebagai pelatih kepala Valencia, dan hasil akhirnya adalah skor imbang 2-2 yang terasa begitu dramatis bagi kedua kubu.

Keputusan Berani Aguirre di Menit Awal

Javier Aguirre langsung mencuri perhatian publik sepak bola Spanyol dengan keputusan tak terduga sebelum kick-off dimulai. Pelatih asal Meksiko itu memilih memasukkan Dani Raba ke dalam starting eleven, sebuah pilihan yang cukup mengejutkan mengingat sang pemain disebut sudah lebih dari satu tahun tidak pernah menjadi starter. Namun, kepercayaan tersebut terbayar dengan sangat cepat. Baru dua menit pertandingan berjalan, Dani Raba menemukan celah di antara bek tengah Racing, melakukan manuver apik di dalam kotak penalti, dan melepaskan tembakan yang tak mampu dihentikan kiper Agirrezabala. Gol tersebut membawa Valencia unggul cepat 0-1 dan menjadi gol pertama Aguirre di era barunya bersama Los Che.

Setelah keunggulan itu, Valencia memilih bermain lebih dalam dengan menyerahkan penguasaan bola kepada tuan rumah. Pertahanan rapat yang diperagakan skuad asuhan Aguirre sempat memberikan kesan solid, namun tekanan demi tekanan dari Racing Santander akhirnya menemukan celah.

Kebangkitan Racing di Babak Pertama

Racing Santander tidak tinggal diam. Tim berjuluk Verdiblanco itu bangkit dan terus mengurung pertahanan Valencia. Pada menit ke-32, kerja sama apik antara Iñigo Vicente dan Yasser Zabiri berbuah manis. Iñigo Vicente melepaskan umpan terobosan yang membelah lini pertahanan Valencia, dan Zabiri dengan tenang menyelesaikannya dengan kaki kanan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut merupakan gol ketujuh Zabiri di La Liga musim ini, sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling menonjol di kompetisi tersebut.

Gol Cepat di Awal Babak Kedua

Memasuki babak kedua, kejutan kembali terjadi. Kali ini giliran Racing Santander yang mencetak gol kilat. Iván Martín memanfaatkan bola pantulan di depan kotak penalti dan melepaskan tendangan voli yang mengarah ke gawang. Kiper Valencia, Stole Dimitrievski, tampak kesulitan mengantisipasi bola tersebut, dan si kulit bundar bersarang di dekat tiang gawang. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Racing pada menit ke-47.

Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Valencia. Aguirre pun langsung bereaksi dengan melakukan perubahan taktik dan memasukkan pemain muda seperti Elliott dan David Otorbi untuk menambah energi di lini serang.

Otorbi Menyelamatkan Valencia

Keputusan Aguirre kembali membuahkan hasil. David Otorbi, pemain muda jebolan akademi Valencia, berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-65. Berawal dari penetrasi Javi Guerra yang menusuk ke dalam kotak penalti, Otorbi dengan sigap menyelesaikan peluang tersebut dari jarak dekat. Skor kembali imbang 2-2 dan menjadi penyelamat Valencia dari kekalahan di laga debut pelatih barunya.

Memasuki menit-menit akhir, kedua tim saling jual beli serangan. Peluang demi peluang tercipta, terutama di masa injury time ketika Pablo García dan Danjuma memiliki kesempatan emas untuk mengubah skor. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang, kedudukan tidak berubah dan laga berakhir dengan skor 2-2.

Reaksi dan Evaluasi Javier Aguirre

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Javier Aguirre mengungkapkan rasa puasnya terhadap sikap juang para pemainnya. Ia menekankan bahwa meskipun ada banyak hal yang harus diperbaiki, semangat juang skuad Valencia patut diapresiasi.

“Yang saya sukai selama 90 menit adalah sikap para pemain saya. Itu yang saya suka. Bagaimana mereka berlari dan berjuang. Ada hal-hal yang harus diperbaiki. Sebagai permulaan, tidak buruk. Ini hasil imbang yang adil,” ujar Aguirre.

Pelatih berusia 67 tahun itu juga menegaskan bahwa hasil imbang ini merupakan hasil yang pantas bagi kedua tim. Menurutnya, Valencia sempat memiliki peluang untuk menang, tetapi kemenangan tersebut justru akan terasa tidak adil mengingat performa Racing yang tampil mengesankan di kandang sendiri.

“Kami bahkan bisa menang. Tapi itu akan sangat tidak adil. Mereka tidak layak kalah. Ini hasil imbang yang adil dan saya memuji lawan,” tambahnya.

Aguirre juga menyoroti kesulitan timnya dalam menjaga penguasaan bola di beberapa momen pertandingan. Valencia tercatat sempat mengalami periode di mana mereka tidak mampu menyelesaikan lebih dari tiga umpan beruntun, sebuah masalah taktik yang akan menjadi fokus perbaikan dalam sesi latihan mendatang.

Semangat Juang yang Menjadi Prioritas

Lebih lanjut, Aguirre menyoroti kondisi fisik dan mental para pemainnya setelah pertandingan. Baginya, rasa lelah dan frustrasi karena gagal meraih kemenangan justru menjadi cerminan komitmen yang tinggi dari para pemainnya.

“Ruang ganti pemain terlihat lelah, dan itulah yang Anda inginkan dari tim Anda: agar mereka merasa sakit karena tidak menang. Biarkan mereka merasa sakit karena hasil imbang dan biarkan mereka mati dan kram. Jika pemain Anda memberikan segalanya di lapangan, tidak ada cara untuk mencela mereka,” ungkapnya dengan gaya khasnya.

Dengan hasil ini, Javier Aguirre memulai perjalanannya bersama Valencia tanpa kemenangan, namun dengan argumen yang kuat bahwa ia mampu mengambil keputusan penting yang berdampak langsung pada jalannya pertandingan. Valencia masih mencari konsistensi di La Liga, sementara Racing Santander menunjukkan bahwa mereka adalah lawan yang tangguh, terutama ketika bermain di hadapan pendukung sendiri di El Sardinero.

Laga Racing Santander vs Valencia ini menjadi bukti bahwa kejutan selalu mungkin terjadi di sepak bola Spanyol, dan debut Javier Aguirre akan dikenang sebagai malam penuh drama yang menampilkan keberanian, taktik, dan semangat juang yang tinggi dari kedua tim.

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda

Sumber Berita: Editorial Cantabria S.A., Telemundo Deportes, Excelsior, Goal Indonesia, Medio Tiempo