Di Balik Layar Arab Saudi vs Qatar: Undangan Raja Salman hingga Drama Adu Penalti di Jeddah

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Di Balik Layar Arab Saudi vs Qatar: Undangan Raja Salman hingga Drama Adu Penalti di Jeddah

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 05 Oktober 2026 | JEDDAH — Hubungan bilateral antara Arab Saudi dan Qatar kembali menjadi sorotan publik pekan ini. Dua peristiwa besar yang melibatkan kedua negara berlangsung hampir bersamaan: undangan resmi Raja Salman kepada Emir Qatar untuk menghadiri KTT GCC-Uni Eropa, serta duel sengit di lapangan hijau yang mempertemukan tim nasional keduanya di semifinal Piala Teluk ke-27.

Undangan Raja Salman untuk Emir Qatar

Custodian of the Two Holy Mosques, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, mengirimkan pesan tertulis kepada Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Pesan tersebut berisi undangan resmi untuk menghadiri KTT kedua antara Gulf Cooperation Council (GCC) dan Uni Eropa (EU) yang akan digelar di Arab Saudi pada Oktober 2026.

Pesan itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Qatar, Pangeran Saad bin Mansour bin Saad, dalam pertemuan dengan Emir di kantornya di Istana Lusail, Doha, pada Minggu pagi. Dalam kesempatan itu, sang duta besar menyampaikan salam dan doa Raja Salman untuk kesehatan serta kebahagiaan Emir, sekaligus harapan kemajuan dan kesejahteraan bagi rakyat Qatar.

Emir Qatar membalas dengan menitipkan salam kepada Raja Salman, disertai doa untuk kesehatan dan kesejahteraan sang raja serta kemajuan berkelanjutan bagi rakyat Arab Saudi. Kedua pihak juga membahas hubungan persaudaraan antara kedua negara dan cara-cara memperkuat kerja sama di berbagai bidang.

Langkah diplomatik ini menegaskan kembali pemulihan hubungan Riyadh dan Doha yang sempat mengalami ketegangan beberapa tahun lalu. Pertemuan di Istana Lusail menjadi simbol bahwa kedua negara kini fokus pada kerja sama regional, terutama menjelang forum strategis bersama Uni Eropa.

Duel Sengit di Semifinal Piala Teluk 27

Di sisi lain, tensi justru terasa di Stadion Pangeran Abdullah Al Faisal, Jeddah. Arab Saudi dan Qatar harus melewati 120 menit tanpa gol sebelum akhirnya menentukan pemenang melalui adu penalti. Kiper Arab Saudi, Mohammed Al-Owais, tampil sebagai pahlawan dengan menyelamatkan dua sepakan penalti Qatar.

Penalti dari Jassem Gaber dan Boualem Khoukhi berhasil digagalkan Al-Owais, sebelum Mukhtar Ali mengeksekusi penalti penentu. Arab Saudi akhirnya menang 3-2 dan melaju ke final Piala Teluk untuk keenam kalinya dalam format knockout.

  • Arab Saudi menang 3-2 atas Qatar melalui adu penalti.
  • Mohammed Al-Owais menyelamatkan dua penalti Qatar.
  • Mukhtar Ali mencetak penalti penentu kemenangan tuan rumah.
  • Final mempertemukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Pelatih Arab Saudi, Georgios Donis, memuji determinasi para pemainnya. Ia menyebut laga berjalan sulit karena Qatar tampil dengan pertahanan rapat dan pengalaman bertanding yang mumpuni. Donis juga secara khusus mengapresiasi dukungan suporter tuan rumah yang dinilai memberi pengaruh besar sepanjang pertandingan.

“Saya meminta para pemain berterima kasih dan memberi selamat kepada para penggemar, yang berdampak besar bagi kami selama pertandingan,” ujar Donis dalam konferensi pers usai laga. Ia menegaskan timnya mampu meraih gelar juara.

Dari kubu Qatar, pelatih Julen Lopetegui mengaku kecewa karena timnya gagal melaju ke final. Meski demikian, ia mengakui kekuatan Arab Saudi dan besarnya pengaruh dukungan penonton tuan rumah. Lopetegui juga menyebut atmosfer suporter Arab Saudi sebagai faktor yang sangat kuat dalam laga tersebut.

Jadwal Final dan Catatan Sejarah

Di partai final, Arab Saudi akan menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa di Stadion Al-Inma. UEA memastikan tiket final setelah mengalahkan Oman 1-0 lewat gol Ousmane Camara pada menit ke-22. Ini menjadi penampilan pertama UEA di final sejak 2018, dan mereka mengejar gelar ketiga setelah kesuksesan pada 2007 dan 2013.

Tim Status Catatan
Arab Saudi Finalis Menang adu penalti atas Qatar
UEA Finalis Menang 1-0 atas Oman
Qatar Tersingkir Kalah adu penalti di semifinal
Oman Tersingkir Kalah 0-1 dari UEA

Bagi Arab Saudi, ini menjadi final keenam mereka dalam edisi format knockout. Sebelumnya, mereka menjadi runner-up pada 1974, 2009, 2010, 2014, dan 2019. Tiga gelar Piala Teluk Arab Saudi diraih pada edisi format liga, yakni 1994, 2002, dan 2003.

Menariknya, Qatar pernah mengalahkan Arab Saudi di final 2014 dengan skor 1-0. Kini, Qatar harus menerima kenyataan tersingkir di tangan tuan rumah pada babak semifinal.

Diplomasi dan Sepak Bola dalam Satu Pekan

Dua peristiwa ini menunjukkan bahwa hubungan Arab Saudi dan Qatar berjalan di dua jalur sekaligus: diplomasi dan kompetisi olahraga. Di meja perundingan, Riyadh mengulurkan tangan kepada Doha melalui undangan KTT GCC-EU. Di lapangan, keduanya bertarung habis-habisan demi tiket final Piala Teluk.

Meski berbeda konteks, keduanya sama-sama menyita perhatian publik kawasan. Undangan Raja Salman dinilai sebagai sinyal positif bagi stabilitas Gulf Cooperation Council, sementara laga semifinal menegaskan rivalitas sepak bola yang tetap panas di antara negara-negara Teluk.

Yang jelas, pekan ini menjadi momen penting bagi Arab Saudi. Negara itu tidak hanya berperan sebagai tuan rumah turnamen bergengsi, tetapi juga sebagai penyelenggara forum diplomatik tingkat tinggi yang melibatkan Eropa. Qatar, di sisi lain, harus menelan pil pahit di Jeddah, namun tetap menjaga jalur komunikasi politik dengan Riyadh.

Dengan final yang tinggal menghitung hari, seluruh mata kini tertuju pada Stadion Al-Inma. Arab Saudi berambisi mengakhiri puasa gelar dalam format knockout, sementara UEA ingin menorehkan sejarah sebagai juara ketiga kalinya. Terlepas dari hasil akhir, dinamika Arab Saudi vs Qatar pekan ini membuktikan bahwa sepak bola dan diplomasi sama-sama menjadi panggung penting bagi negara-negara Teluk.

Sumber Berita: Saudi Gazette, Gulf Times, QNA, CNA, Arab News

Penulis: Redaksi Olahraga dan Politik Timur Tengah
Editor: Redaktur Pelaksana