Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Pesta perayaan 110 tahun berdirinya Club América harus ternoda oleh hasil imbang 1-1 melawan Monterrey pada lanjutan Torneo Apertura 2026 di Estadio Banorte. Meski tetap mengokohkan posisi di puncak klasemen, pasukan Guillermo Almada gagal mempersembahkan kemenangan yang dinanti-nantikan para aficionados azulcrema dalam momen bersejarah tersebut.
Almada: Kami Kurang Beruntung untuk Pesta yang Sempurna
Guillermo Almada mengakui bahwa hasil imbang ini meninggalkan rasa getir di tengah euforia perayaan ulang tahun klub. Pelatih asal Uruguay itu menegaskan bahwa anak asuhnya telah berusaha maksimal untuk meraih kemenangan sejak menit pertama.
“Kami sudah berusaha menang sejak awal, tapi hasil ini membuat pesta belum lengkap,” ujar Almada dalam konferensi pers usai pertandingan. Ia juga menyoroti ketajaman lini depan yang dinilai masih kurang klinis dalam memanfaatkan peluang.
Selain itu, Almada memberikan komentar mengenai performa para pemain rekrutan anyar yang dinilai semakin matang dan siap mendapatkan menit bermain reguler di starting eleven. Terkait kembalinya Luis Ángel Malagón ke posisi kiper utama dan bergesernya Rodolfo Coto ke bangku cadangan, Almada bersikap tegas bahwa keputusan tersebut murni berdasarkan kebutuhan taktik tim.
Almada juga menyinggung kartu merah yang diterima Miguel Borja. Menurutnya, insiden tersebut terjadi tanpa niat buruk, namun ia berharap kejadian serupa tidak terulang di sisa musim.
Almeyda: Satu Poin Cukup Adil untuk Kedua Tim
Dari kubu Monterrey, Matías Almeyda menilai hasil imbang ini sebagai sesuatu yang wajar bagi kedua tim. Pertandingan berjalan jauh lebih ketat dari yang diperkirakan banyak pihak, mengingat perbedaan posisi kedua tim di klasemen.
Sebelum laga, Almeyda sempat bersitegang dengan awak media terkait pernyataannya bahwa América bukanlah parameter bagi Rayados. Ia membantah tegas telah mengatakan hal tersebut dan meminta media tidak mencemarkan namanya dengan informasi yang salah.
Meski gagal meraih kemenangan, Almeyda mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. Ia menegaskan fokusnya kini adalah menjauhkan diri dari kebisingan eksternal dan mengejar target utama, yakni memastikan tempat di babak liguilla yang ia sebut sebagai sebuah kewajiban.
Ketegangan di Tubuh América
Di balik hasil imbang tersebut, muncul sejumlah dinamika internal yang menarik perhatian publik. Erick “Chiquito” Sánchez dan Carlos Álvarez terlibat perselisihan untuk kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari sebulan.
Insiden bermula saat Álvarez memprotes keputusan wasit, lalu Sánchez mencoba menenangkannya. Namun, situasi memanas dan keduanya sempat beradu argumen sebelum Álvarez membalikkan badan. Sebelumnya, gesekan serupa juga terjadi pada laga melawan Necaxa akhir September lalu.
Selain itu, kamera menangkap momen Alejandro Zendejas dan Henry Martín meninggalkan lapangan tanpa menyalami Almada, sementara Israel Reyes justru menyempatkan diri berjabat tangan dengan sang pelatih. Kejadian ini memicu spekulasi mengenai hubungan internal skuad.
Monterrey dan Sejarah Panjang América
Laga ini sendiri memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan 110 tahun Club América yang jatuh pada 12 Oktober 2026. Klub yang didirikan pada 1916 oleh Rafael Garza Gutiérrez dan Germán Núñez Cortina ini telah menjelma menjadi salah satu ikon sepak bola Meksiko.
Sepanjang sejarahnya, América telah mengoleksi 16 gelar Liga MX, enam Copa MX, serta tujuh trofi Concacaf Copa de Campeones. Prestasi terbaru mereka adalah gelar Apertura 2024 yang diraih dengan mengalahkan Monterrey di final, sekaligus mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang meraih tiga gelar beruntun sejak era torneo cortos.
- Gelar Liga MX: 16 trofi resmi
- Copa MX: 6 trofi
- Concacaf Copa de Campeones: 7 trofi
- Rivalitas utama: Chivas de Guadalajara
Meski tetap berada di puncak klasemen, performa América dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan status mereka sebagai pemimpin tabel. Pertandingan melawan Monterrey menjadi cerminan bahwa perjalanan menuju gelar juara masih membutuhkan konsistensi dan ketenangan di dalam maupun luar lapangan.
Hasil imbang ini menjadi pengingat bahwa perayaan sejarah yang gemilang tidak selalu berjalan seiring dengan hasil di atas lapangan. Bagi Almada dan skuadnya, momentum 110 tahun seharusnya menjadi pemicu semangat untuk tampil lebih tajam, bukan sekadar alasan untuk bersyukur atas satu poin. Sementara bagi Monterrey, hasil ini menjadi modal berharga untuk terus menempel ketat papan atas klasemen. Pertanyaan besar yang tersisa adalah apakah América mampu mengubah ketegangan internal menjadi kekuatan, atau justru sebaliknya, menjelang liguilla yang semakin dekat.
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Sumber Berita: Media Sepak Bola Meksiko, Liga MX Official
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






