Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | CHICAGO — Chicago Fire menunjukkan performa impresif saat menjamu Vancouver Whitecaps di Soldier Field, Selasa malam waktu setempat, dengan kemenangan meyakinkan 3-1. Laga yang mempertemukan dua mantan rekan setim di Bayern Munich, Robert Lewandowski dan Thomas Müller, berakhir dengan tuan rumah mengamankan tiga poin penuh di hadapan lebih dari 31.000 penonton.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan yang semula dijadwalkan pada 16 Juli lalu harus ditunda dan baru digelar sebagai laga tunda. Sejak menit awal, kedua tim saling jual beli serangan. Vancouver sempat mendapatkan peluang emas pada menit kedua melalui Ryan Gauld, namun sepakannya masih melambung di atas mistar gawang setelah memanfaatkan umpan silang Emmanuel Sabbi.
Chicago Fire akhirnya membuka keunggulan pada menit kesembilan. Jonathan Bamba, pemain Designated Player asal Pantai Gading yang tengah mencari gol setelah musim panas yang sulit, melepaskan tembakan melengkung indah dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Yohei Takaoka. Gol tersebut menjadi gol pertama Bamba sejak Maret dan menutup sepuluh menit pembukaan yang berjalan sengit.
Setelah gol tersebut, Chicago terus menekan. Maren Haile-Selassie dan Anton Salétros bergantian mengancam gawang Takaoka. Jack Elliott nyaris menambah keunggulan melalui sundulannya pada menit ke-18, sementara Philip Zinckernagel gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-27 setelah Mathías Laborda dianggap melakukan handball di kotak terlarang. Bola eksekusi Zinckernagel membentur tiang gawang.
Di babak pertama, Chicago Fire mencatatkan 12 tembakan, meski hanya tiga yang mengarah ke gawang. Sementara itu, Vancouver sama sekali tidak mencatatkan tembakan tepat sasaran di paruh pertama pertandingan.
Zinckernagel Menebus Kesalahan
Zinckernagel menebus kegagalan penaltinya lima menit setelah babak kedua dimulai. Ia menyelesaikan serangan cepat Chicago dengan mengangkat bola melewati Takaoka yang keluar dari garis gawang untuk menutup sudut tembakan. Maren Haile-Selassie mencatatkan assist atas gol tersebut, yang merupakan kontribusi golnya ke-50 untuk klub Chicago Fire.
Vancouver Whitecaps sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-73. Mathías Laborda mencetak gol keempatnya musim ini melalui sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok Oliver Larraz. Kiper pengganti Josh Cohen, yang tampil sebagai starter karena Chris Brady sedang memperkuat tim nasional Amerika Serikat, gagal menghentikan bola yang sebenarnya masih bisa diselamatkan.
Peran Lewandowski dan Müller
Pelatih Chicago Fire, Gregg Berhalter, memasukkan Robert Lewandowski dan Puso Dithejane yang baru kembali dari tugas internasional untuk mengembalikan momentum. Strategi tersebut berhasil. Lewandowski menerima bola dalam situasi satu lawan satu dengan kiper, lalu melepaskan umpan kepada Haile-Selassie yang menuntaskan peluang menjadi gol ketiga Chicago Fire sekaligus gol kesembilan pemain tersebut musim ini.
Sementara itu, Thomas Müller masuk dari bangku cadangan untuk Vancouver Whitecaps pada babak kedua. Laga ini seharusnya menjadi panggung pertemuan dua bintang besar sepak bola dunia, namun keduanya baru diturunkan setelah jeda. Meski demikian, kehadiran mereka menambah daya tarik pertandingan antara dua klub terbesar di Major League Soccer tersebut.
Kondisi lapangan Soldier Field menjadi sorotan tersendiri. Permukaan lapangan masih dipenuhi garis-garis lapangan dari pertandingan sepak bola Amerika antara Chicago Bears melawan New York Jets pada Minggu sebelumnya, sehingga menjadi pemandangan yang kurang sedap dipandang dalam laga bergengsi tersebut.
Dampak pada Klasemen
Kemenangan ini membuat Chicago Fire meraih kemenangan beruntun kedua di MLS dan menjaga posisi mereka di peringkat keempat wilayah Timur. Sebelumnya, Chicago mengalahkan Charlotte FC dengan skor tipis 1-0 berkat gol Johan Gómez, yang merupakan gol pertamanya di MLS. Dalam laga itu, pertahanan Chicago tampil solid dengan hanya membiarkan Charlotte melepaskan dua tembakan tepat sasaran.
Vancouver Whitecaps yang saat ini memuncaki wilayah Barat datang dengan modal kemenangan 3-0 atas Real Salt Lake dan hasil imbang dramatis 3-3 melawan D.C. United. Namun, absennya Andrés Cubas yang belum kembali dari tugas internasional bersama Paraguay membuat lini tengah mereka kehilangan keseimbangan.
Secara historis, Vancouver masih unggul dalam rekor pertemuan MLS dengan tujuh kemenangan, empat kekalahan, dan tiga hasil imbang melawan Chicago. Pada pertemuan terakhir 30 Agustus 2023, Chicago kalah tipis 1-0 di kandang sendiri, tetapi mereka berhasil menang 3-1 saat berkunjung ke Vancouver pada 22 Maret 2025.
Dengan hasil ini, Chicago Fire semakin percaya diri menatap sisa musim dan berambisi membangun rentetan kemenangan yang selama ini mereka rindukan. Sementara Vancouver harus segera bangkit jika ingin mempertahankan posisi puncak di wilayah Barat dan mengamankan tempat ke babak playoff untuk musim keempat berturut-turut.
Pertandingan yang mempertemukan dua mantan rekan setim di Bayern Munich ini akhirnya menjadi milik Chicago Fire. Kemenangan 3-1 atas Vancouver Whitecaps tidak hanya mempertegas kebangkitan tim asuhan Gregg Berhalter, tetapi juga menunjukkan bahwa meski Lewandowski dan Müller menjadi daya tarik utama, pertandingan tetap ditentukan oleh kedalaman skuad dan eksekusi yang efektif dari tuan rumah.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






