Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Center of Economic and Law Studies (CELIOS) merilis hasil penilaian publik terhadap kinerja para menteri dalam pemerintahan Prabowo–Gibran. Laporan bertajuk Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran tersebut menunjukkan kesenjangan skor yang mencolok antar menteri, dengan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas.
Berdasarkan laporan yang dilansir Suara pada 12 Oktober 2026, Purbaya Yudhi Sadewa memperoleh skor tertinggi, yakni 291. Sementara itu, Bahlil Lahadalia berada di urutan terbawah dengan skor -159. Penilaian ini disusun berdasarkan survei terhadap masyarakat umum dengan menggunakan metode positional scoring rule atau Borda Count untuk menentukan peringkat para menteri.
Purbaya Ungguli Amran Sulaiman
Selisih nilai di antara para menteri teratas memperlihatkan perbedaan yang besar dalam penilaian responden. Purbaya memperoleh skor lebih dari dua kali lipat dibandingkan Amran Sulaiman yang menempati peringkat kedua.
Dalam pemeringkatan CELIOS, tiga posisi teratas ditempati oleh:
- Purbaya Yudhi Sadewa
- Amran Sulaiman
- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Ketiganya mencatatkan skor yang jauh lebih tinggi daripada sebagian besar nama lain dalam daftar. Hal ini menunjukkan bahwa publik memberikan apresiasi yang lebih besar terhadap kinerja ketiga menteri tersebut dibandingkan menteri lainnya.
Metode Penilaian Borda Count
Metode positional scoring rule atau Borda Count yang digunakan dalam penilaian ini memungkinkan responden untuk memberikan peringkat pada setiap menteri. Setiap peringkat kemudian dikonversi menjadi skor, sehingga menghasilkan urutan akhir yang mencerminkan preferensi publik secara keseluruhan.
Dengan metode ini, perbedaan skor antar menteri dapat terlihat secara lebih jelas. Skor positif menunjukkan bahwa menteri tersebut banyak mendapat penilaian baik, sedangkan skor negatif mengindikasikan sebaliknya.
Hasil laporan CELIOS ini menjadi salah satu gambaran bagaimana publik menilai kinerja kabinet Prabowo–Gibran setelah dua tahun pemerintahan. Kesenjangan skor yang lebar antara peringkat atas dan bawah menjadi sorotan utama dalam laporan tersebut.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






