Bus Persib U-18 Diserang Suporter Persija di Batang, Kaca Pecah dan Pemain Terluka

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Bus Persib U-18 Diserang Suporter Persija di Batang, Kaca Pecah dan Pemain Terluka

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 Oktober 2026 | Insiden kekerasan kembali mencoreng dunia sepak bola nasional. Bus yang membawa rombongan Persib Bandung U-18 diserang oleh oknum suporter Persija di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, pada Minggu malam (11/10/2026). Akibat serangan tersebut, kaca bus pecah dan sejumlah pemain dilaporkan mengalami luka.

Peristiwa ini terjadi saat rombongan Persib U-18 dalam perjalanan pulang menuju Bandung usai menjalani pertandingan Elite Pro Academy (EPA) musim 2026/2027. Rombongan sebelumnya bertanding di Solo sebelum akhirnya beristirahat di rest area tersebut.

Kronologi Kejadian

Pelatih Persib Bandung U-18, Tito Agung Setiawan, menuturkan bahwa insiden bermula ketika beberapa official turun dari bus untuk beristirahat. Salah satu official bernama Pandu Persada terlihat mengenakan atribut Persib di tengah kerumunan suporter yang berada di lokasi.

Akibatnya, kaca bus mengalami kerusakan dan sejumlah pemain dilaporkan terluka dalam kejadian tersebut. Rombongan pun segera berupaya menyelamatkan diri dan menghubungi pihak berwenang.

Laporan ke Polres Batang

Pihak Persib Bandung langsung melaporkan insiden penyerangan ini kepada Polres Batang. Laporan tersebut bertujuan agar lokasi kejadian segera diamankan serta para korban dapat dijemput dengan aman.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penanganan terhadap kasus tersebut. Diharapkan proses hukum dapat berjalan dengan lancar dan kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga sportivitas dan keamanan dalam setiap penyelenggaraan pertandingan sepak bola, terutama yang melibatkan kelompok usia muda. Para pemain muda seharusnya mendapatkan perlindungan dan dukungan, bukan menjadi sasaran kekerasan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda