Braga Vs Sporting CP Memanas: Salvador Tuntut Mundur Luciano Gonçalves Usai Kontroversi Penalti

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Braga Vs Sporting CP Memanas: Salvador Tuntut Mundur Luciano Gonçalves Usai Kontroversi Penalti

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 11 Oktober 2026 | Jagat sepak bola Portugal kembali dihebohkan oleh polemik arbitrase yang melibatkan dua klub besar, Sporting CP dan SC Braga. Laga bertajuk Braga vs Sporting CP yang digelar pada Jumat, 9 Oktober 2026 di kandang Braga berakhir dengan skor 1-3 untuk kemenangan tim tamu, namun hasil tersebut tidak lepas dari sorotan tajam. Presiden SC Braga, António Salvador, melayangkan surat resmi kepada Ketua Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) Pedro Proença dan Ketua Dewan Arbitrase Luciano Gonçalves, menuntut perubahan mendasar dalam sistem perwasitan nasional.

Polemik Penalti yang Tak Diberikan

Pusat kontroversi terletak pada insiden menit ke-49. Saat itu Braga unggul 1-0 dan tengah menekan Sporting CP. Salvador menilai timnya seharusnya mendapatkan hadiah penalti akibat handball yang dilakukan pemain Sporting, Doumbia. Wasit João Pinheiro yang memimpin pertandingan dianggap tidak mampu melihat kejadian tersebut karena cepatnya jalannya bola dan pergerakan pemain bertahan. Salvador menyebut kejadian itu sebagai “kesalahan fatal” yang mengubah jalannya pertandingan.

“Pada menit ke-49 laga SC Braga kontra Sporting CP, ketika skor masih 1-0, terjadi pelanggaran jelas di kotak penalti yang tidak terlihat oleh wasit. Wasit bahkan sempat menghentikan pertandingan beberapa detik kemudian, menunggu klarifikasi dari VAR, namun kegagalan VAR inilah yang tidak dapat diterima. Kesalahan fatal yang berdampak pada hasil akhir telah menodai laga bergengsi pekan ini,” tulis Salvador dalam suratnya.

Serangan ke Luciano Gonçalves

Surat tersebut tidak berhenti pada analisis pertandingan. Salvador secara terang-terangan mengkritik kepemimpinan Luciano Gonçalves. Ia menyoroti kemunculan Luciano di sebuah stasiun televisi nasional, CMTV, tak lama setelah laga Braga vs Sporting CP berakhir. Dalam tayangan itu, Luciano tampak membahas isu-isu pribadi dan situasi kekayaannya, bukan fokus pada evaluasi kinerja wasit.

“Kami menemukan Presiden Dewan Arbitrase di studio televisi, di hadapan panel jurnalis dan komentator, terlibat dalam pembahasan tentang kehidupan pribadinya. Sebuah tontonan surealis yang sama sekali jauh dari tugasnya sebagai pemimpin perwasitan. Momen televisi ini akan dikenang sebagai lelucon dalam sejarah sepak bola nasional,” tegas Salvador.

Ia menambahkan bahwa meskipun Luciano berhak membela reputasi dan keluarganya, jabatan yang diembannya tidak bisa ditangguhkan hanya karena kepentingan pribadi. “Apa yang disampaikan Ketua Dewan Arbitrase kepada jajarannya dan publik sepak bola, beberapa menit setelah pertandingan penting, menunjukkan bahwa ia tidak sedang memimpin sektor yang ia kelola dan tidak dalam kondisi untuk menjalankan fungsinya,” ujarnya.

Desakan Perubahan Sistem Arbitrase

Dalam suratnya, Salvador juga menyoroti ketidakstabilan internal tubuh arbitrase Portugal selama beberapa bulan terakhir. Ia menilai konflik dan intrik di dalam struktur federasi telah memengaruhi kualitas keputusan wasit dan video asisten wasit (VAR) di lapangan.

“Beberapa bulan terakhir arbitrase Portugal dilanda gejolak dan ketidakstabilan. Kali ini, bukan sekadar kebisingan dari luar, melainkan perbedaan pendapat, intrik, dan kecurigaan yang muncul dari dalam struktur federasi itu sendiri. Dampaknya terasa langsung pada kinerja wasit dan ruang VAR. Layanan kepada sepak bola, harus diakui, telah memburuk,” paparnya.

SC Braga menegaskan bahwa mereka sebenarnya telah bersikap hati-hati dan menahan diri dari kegaduhan publik. Namun, akumulasi kekecewaan membuat klub merasa perlu angkat bicara secara institusional. Mereka menuntut agar semua pihak yang terlibat dalam arbitrase bertanggung jawab dan segera memperbaiki kualitas keputusan di lapangan.

Dampak pada Klasemen dan Jadwal Mendatang

Kekalahan dari Sporting CP membuat Braga tertahan di posisi keempat klasemen dengan delapan poin. Sementara itu, Sporting CP kian kokoh di puncak dengan koleksi 14 poin, unggul dua angka atas Fundão. Kemenangan 7-0 atas Leões de Porto Salvo sebelumnya menunjukkan ketajaman lini serang Sporting, dengan gol-gol dari Tomás Paçó, Vinícius Rocha, Wesley, dan Diogo Santos. Adapun Braga dijadwalkan menjamu Sporting CP lagi pada 24 Oktober mendatang, sebuah pertemuan yang dipastikan berlangsung panas mengingat tensi yang sedang tinggi.

Di sisi lain, rival utama Sporting, Benfica, juga harus bersusah payah mengalahkan Fundão dengan skor 2-1. Tertinggal lebih dulu melalui gol Peléh pada menit ketujuh, Benfica membalikkan keadaan berkat gol Pany Varela dan Silvestre Ferreira. Benfica kini menempati peringkat ketiga dengan 11 poin dan masih menyimpan satu laga tunda.

Kesimpulan

Kontroversi Braga vs Sporting CP telah berkembang menjadi krisis kepercayaan terhadap institusi arbitrase Portugal. Tuntutan António Salvador agar Luciano Gonçalves mundur dari jabatannya menandai eskalasi konflik yang tidak lagi sekadar soal satu keputusan penalti, melainkan menyentuh integritas kompetisi secara keseluruhan. Baik Sporting CP maupun Braga kini dituntut untuk tetap fokus di tengah badai polemik, sembari berharap perbaikan sistem perwasitan dapat segera terwujud demi kebaikan Liga Portugal. Publik sepak bola tanah air menanti langkah tegas dari FPF dan Dewan Arbitrase untuk memulihkan kredibilitas kompetisi yang tengah dipertaruhkan.

Sumber Berita: Media Kampung, Medialivre S.A., Sábado, FutsalSCP

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda