BPS Catat 11,30 Persen Penduduk Tamatkan Pendidikan Tinggi

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

BPS Catat 11,30 Persen Penduduk Tamatkan Pendidikan Tinggi

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Proporsi penduduk Indonesia yang berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi masih tergolong kecil. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa hanya 11,30 persen penduduk yang menamatkan pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi pada 2026.

Angka tersebut bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026 yang dipublikasikan dalam laporan Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026. Data ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai tingkat pendidikan tertinggi yang berhasil diselesaikan oleh penduduk Indonesia, khususnya mereka yang berusia 15 tahun ke atas.

Mayoritas penduduk berusia 15 tahun ke atas tercatat menamatkan pendidikan pada jenjang di bawah perguruan tinggi. Jenjang SMA atau sederajat menjadi tingkat pendidikan yang paling banyak diselesaikan, dengan proporsi mencapai 32,63 persen dari total populasi yang disurvei.

Selain itu, kelompok lulusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama juga menyumbang bagian besar dari populasi dalam survei tersebut. Berikut rincian proporsi penduduk berdasarkan jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan:

Jenjang Pendidikan Proporsi Penduduk
Pendidikan Tinggi (Perguruan Tinggi) 11,30%
SMA atau Sederajat 32,63%
SD atau Sederajat 23,66%
SMP atau Sederajat 21,06%

Data BPS menunjukkan bahwa penduduk yang menamatkan pendidikan SD atau sederajat mencapai 23,66 persen, sedangkan lulusan SMP atau sederajat sebesar 21,06 persen. Dengan demikian, jenjang pendidikan menengah atas masih mendominasi capaian pendidikan penduduk Indonesia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi masih menghadapi berbagai tantangan. Meski demikian, data Susenas menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan di bidang pendidikan dan kesejahteraan rakyat ke depan.

Editor: Rizky Zulianda

Penulis: Muhammad Nur