Bitcoin Anjlok di Bawah USD 83.000, ETF Alami Penarikan USD 487 Juta

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Bitcoin Anjlok di Bawah USD 83.000, ETF Alami Penarikan USD 487 Juta

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Pasar mata uang kripto global kembali diterpa gejolak besar pada awal Oktober 2026. Bitcoin (BTC) terhadap dolar AS (BTC USD) terpaksa turun di bawah level psikologis USD 83.000 setelah investor institusional menarik dana secara masif dari produk exchange-traded fund (ETF) spot Bitcoin di Amerika Serikat. Penarikan dana ini memicu kekhawatiran bahwa reli yang sempat terjadi pada kuartal ketiga kini mulai kehilangan tenaga.

Gelombang Penarikan ETF Spot Bitcoin

Data dari SoSoValue mencatat bahwa ETF spot Bitcoin di AS mengalami penarikan bersih sebesar USD 487,07 juta pada 7 Oktober 2026. Angka ini membalikkan momentum pembelian institusional yang sebelumnya mendorong harga BTC ke level tertinggi. BlackRock melalui produk IBIT memimpin arus keluar dengan USD 207,67 juta, disusul Fidelity FBTC sebesar USD 105,15 juta, dan ARK 21Shares ARKB senilai USD 101,71 juta. Sementara itu, Grayscale GBTC mencatat penarikan USD 39,29 juta dan Bitwise BITB sebesar USD 27,59 juta.

Penarikan ini bertepatan dengan penurunan harga Bitcoin yang pada 8 Oktober 2026 diperdagangkan di kisaran USD 82.650, atau melemah 1,8 persen dalam 24 jam. Level support kunci berada di zona USD 82.000 hingga USD 83.000. Jika zona ini jebol, BTC berpotensi merosot lebih jauh menuju USD 80.000. Sebaliknya, pemulihan di atas USD 87.000 akan memperbaiki gambaran teknis jangka pendek, meski tetap membutuhkan pembelian berkelanjutan untuk membangun momentum.

Latar Belakang Arus Modal Institusional

Penarikan dana ini terjadi di tengah euforia pembelian institusional sepanjang kuartal ketiga 2026. Estimasi menunjukkan aliran masuk bruto ETF Bitcoin mencapai USD 6,34 miliar, dengan USD 2,65 miliar di antaranya masuk pada September. Namun, penarikan awal pada Oktober mulai menggerus aliran masuk bersih sepanjang 2026, menandakan sensitivitas permintaan institusional terhadap perubahan kondisi pasar.

Penebusan ETF memang dapat menurunkan permintaan Bitcoin, tetapi tidak selalu mencerminkan lemahnya permintaan di pasar spot. Arus dana juga dapat dipengaruhi oleh rebalancing portofolio dan strategi hedging. Selain itu, pasar derivatif menjadi sumber volatilitas lain. Pada 7 Oktober 2026, hampir USD 546 juta posisi long kripto berleverage dilikuidasi. Penjualan paksa posisi bullish berleverage ini mampu memicu penembusan harga tajam dan fluktuasi jangka pendek.

Tekanan Makro dan Likuidasi Berantai

Tekanan tidak hanya dirasakan Bitcoin. Altcoin seperti Cronos (CRO) dan Ether.fi (ETHFI) juga terpukul oleh gelombang de-risking pasar yang lebih luas. CRO tercatat turun 4,52 persen dalam 24 jam, sementara ETHFI melemah sekitar 8,19 persen. Penurunan ini terjadi tanpa katalis spesifik proyek, melainkan murni akibat sentimen risk-off makro dan likuidasi posisi long berleverage.

Laporan pasar menyebutkan Bitcoin sempat merosot hampir USD 2.000 hanya dalam 20 menit, dari sekitar USD 85.500 ke level bawah USD 83.000, dengan lebih dari USD 400 juta posisi long dilikuidasi dalam waktu kurang dari satu jam. Sekitar 97 persen likuidasi tersebut merupakan posisi long, konsisten dengan fenomena leverage flush alih-alih masalah protokol tertentu.

Latar makro turut memperburuk situasi. Kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun dan harga minyak yang tinggi kembali memicu kekhawatiran inflasi, sehingga mengurangi daya tarik aset berisiko seperti kripto dan saham pertumbuhan. Investor juga cenderung mengurangi eksposur menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve. Aliran keluar ETF Ether juga memperparah tekanan, dengan penarikan sekitar USD 202 juta dalam sehari dan total sekitar USD 408 juta selama enam sesi berturut-turut.

Peristiwa Dompet Era Satoshi

Di tengah gejolak pasar, sebuah dompet berisi Bitcoin dari era Satoshi Nakamoto kembali aktif setelah 16 tahun tidak bergerak. Sebanyak 100,02 BTC senilai sekitar USD 8,3 juta dipindahkan dalam blok 970.379 pada 18:52 UTC. Koin tersebut dibagi ke dua alamat modern bc1q, masing-masing menerima 10 BTC dan 90,02 BTC, dengan biaya transaksi hanya 1.467 satoshi atau sekitar USD 1,22.

Koin ini ditambang pada Juli 2010, ketika nilai totalnya hanya sekitar USD 29. Perlu dicatat bahwa memindahkan koin antar alamat tidak sama dengan menjualnya. Galaxy Research mengonfirmasi bahwa koin spesifik tersebut memang belum bergerak sejak 2010, meski alamatnya pernah aktif pada 2015, 2017, dan 2018. Peristiwa ini menambah dimensi psikologis bagi pasar yang sedang rapuh.

Proyeksi dan Sentimen Pasar

Sejumlah analis tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin. Namun, dalam jangka pendek, perhatian tertuju pada kemampuan BTC mempertahankan level support. Proyeksi pasar menunjukkan peluang 74 persen Bitcoin bertahan di kisaran USD 82.000 hingga USD 84.000 pada hari berjalan, dan 65 persen peluang bertahan di atas USD 82.000 sepanjang pekan ini.

Analis lain, Gert van Lagen, bahkan memproyeksikan skenario jangka panjang XRP menuju USD 50 jika valuasi pasar kripto menembus USD 3 triliun, dengan asumsi Bitcoin diperdagangkan di sekitar USD 450.000. Skenario ini menggambarkan betapa besarnya potensi pertumbuhan pasar kripto jika siklus bullish berlanjut.

Investor diimbau tidak menganggap penarikan ETF dalam satu sesi perdagangan sebagai sinyal tren turun berkepanjangan. Arus keluar ETF memang menunjukkan investor institusional kembali konservatif, tetapi bukan berarti tren bearish telah pasti. Jika penarikan dan likuidasi berleverage berlanjut, BTC dapat melemah lebih jauh. Namun, jika harga menyentuh support kunci dan permintaan pulih, Bitcoin berpotensi stabil dan kembali menguat.

Secara keseluruhan, pergerakan BTC USD saat ini ditentukan oleh tiga faktor utama: arus institusional, level support teknis, dan sentimen pasar secara keseluruhan. Penembusan di bawah USD 82.000 berpotensi mengonfirmasi tren bearish, sementara aliran masuk baru dan pemulihan di atas USD 87.000 akan menandakan membaiknya permintaan. Pasar kripto tetap menjadi arena yang dinamis, di mana leverage, makroekonomi, dan psikologi investor saling bertautan menentukan arah harga berikutnya.

Sumber Berita: SoSoValue, CoinMarketCap, Galaxy Research, CoinGecko, Myriad, The Crypto Basic, CCN.

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda