Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Banjarbaru — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menunjukkan kepedulian nyata terhadap permasalahan lingkungan dengan turun langsung membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Gubernur Syarkawi pada Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan sekitar 20 mahasiswa yang berkoordinasi dengan tim Manggala Agni Daops Banjar untuk menangani kebakaran yang masih berlangsung di lokasi tersebut. Aksi pemadaman dilakukan mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA.
Dua Bulan Karhutla Belum Padam
Berdasarkan keterangan para relawan di lapangan, upaya pemadaman karhutla di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi telah berlangsung kurang lebih dua bulan dan dilakukan di beberapa titik terdampak. Hingga Sabtu (10/10/2026), kebakaran dilaporkan belum sepenuhnya padam.
Ketua BEM Fakultas Kehutanan ULM, Muhammad Apriannor, menyebut keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap musibah karhutla yang berkepanjangan. Ia memastikan kegiatan pemadaman akan berlanjut selama kebakaran masih berlangsung.
“Kegiatan pemadaman yang dilakukan oleh BEM Fakultas Kehutanan ULM akan menjadi kegiatan lanjutan selama karhutla masih berlangsung. Melalui keterlibatan tersebut, diharapkan mahasiswa dapat terus berkontribusi dalam upaya penanganan karhutla serta memberikan dukungan kepada para relawan yang berjuang melakukan pemadaman di lokasi terdampak,” ujarnya.
Kendala Cuaca dan Tanah Gambut
Dalam pelaksanaannya, petugas dan relawan menghadapi sejumlah kendala yang menyulitkan proses pemadaman. Vegetasi yang mengering akibat kemarau berkepanjangan membuat api lebih mudah menyebar.
“Kondisi tanah gambut di lokasi kebakaran turut menjadi tantangan karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan yang lebih intensif,” tambah Apriannor.
Perwakilan Manggala Agni Daops Banjar, Muhammad Syafariansyah, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam melakukan pembakaran lahan maupun hutan.
“Pembakaran yang tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat, salah satunya kabut asap yang mengganggu aktivitas serta berpotensi memengaruhi kesehatan,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa kesadaran masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sembarangan dan lebih memperhatikan dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar.
Upaya pemadaman masih terus dilakukan Manggala Agni bersama para relawan, termasuk mahasiswa BEM Fakultas Kehutanan ULM. Dengan adanya rencana kegiatan lanjutan selama karhutla masih berlangsung, diharapkan keterlibatan mahasiswa dapat membantu proses penanganan kebakaran sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.
Sumber Berita: Barito Post
Penulis: Rusdianto
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





