Gayatri Putri News – 12 Oktober 2026 | Manajemen PS Barito Putera menunjukkan komitmennya untuk menjaga kedekatan dengan para pendukung. Langkah ini diwujudkan melalui pertemuan terbuka yang digelar bersama perwakilan Barito Mania, tepat setelah laga melawan Persiba Balikpapan berakhir dengan skor 2-0 pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026, di ruang Media Center Stadion 17 Mei Banjarmasin.
Forum tersebut dipimpin langsung oleh owner klub, Hasnuryadi Sulaiman, yang didampingi oleh Asisten Manajer M Firman Dida Hasnuryadi serta Ikhsan Kamil. Pertemuan ini menjadi wadah bagi manajemen untuk mendengar secara langsung berbagai aspirasi dan tuntutan yang sebelumnya disuarakan suporter di lapangan usai pertandingan.
Permintaan Perubahan di Tubuh Tim
Salah satu aspirasi utama yang disampaikan dalam dialog tersebut adalah permintaan agar Direktur Teknik Frans Sinatra Huwae dan Asisten Pelatih Isnan Ali dikeluarkan dari tim. Manajemen menyikapi hal ini sebagai bentuk perhatian suporter terhadap kondisi tim serta harapan bersama agar Laskar Antasari dapat meraih hasil yang lebih baik ke depannya.
Asisten Manajer PS Barito Putera, M Firman Dida Hasnuryadi, mengapresiasi sikap owner klub yang bersedia mendengarkan langsung aspirasi para suporter. Menurutnya, sikap tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai yang diwariskan para pendiri klub masih menjadi pegangan dalam membangun hubungan antara manajemen dan suporter.
“Beliau mendengarkan dan menanggapi semua aspirasi yang hadir. Ini membuktikan bahwa beliau berpegang teguh dengan nilai-nilai yang dititipkan oleh almarhum founder, bahwa suporter bukan hanyalah penonton atau pendukung, tetapi betul-betul bagian dari keluarga besar Barito Putera,” ujarnya.
Ia berharap momentum kemenangan yang diraih pada malam tersebut dapat menjadi energi positif bagi seluruh elemen klub untuk terus bersatu dalam mewujudkan target promosi ke Liga 1.
“Mari kita jadikan momentum kemenangan malam ini sebagai energi positif untuk semakin bersatu dan bersama-sama berikhtiar mencapai target promosi pada musim ini,” tambahnya.
Respon Positif dari Barito Mania
Ketua Koordinator Suporter Barito Mania, Adul Bartman, menyambut positif langkah manajemen yang membuka ruang dialog bagi suporter. Kesediaan manajemen menerima kritik dinilai sebagai hal penting dalam menjaga hubungan antara klub dan pendukungnya.
“Kalau jujur, tindakan manajemen tadi, kita respek banar, kita senang didengar, dan tentunya manajemen langsung mengajak diskusi dengan para suporter. Itu menyenangkan. Tandanya manajemen welcome, manajemen tidak antikritik, dan itu yang kita senangi,” ungkap Adul.
Adul menegaskan, aspirasi yang disampaikan suporter bukan didasari keinginan untuk berseberangan dengan manajemen, melainkan karena rasa cinta terhadap Barito Putera.
“Kami menyampaikan ini atas dasar cinta dan keluarga. Seandainya kami di sini hanya memandang kami suporter dan Pian pemilik klub besar, mungkin agak berat bicaranya. Jadi, tadi santai ngobrolnya,” katanya.
Terkait sejumlah tuntutan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, Adul menyebut pihaknya masih akan melihat bagaimana tindak lanjut manajemen ke depannya. Ia menegaskan, Barito Mania akan terus mengawal aspirasi yang telah disuarakan.
“Ada beberapa tuntutan dari kita. Kita lihatlah ke depannya. Kalau dibilang tuntutan itu apakah dilaksanakan dengan baik oleh manajemen, kita belum lihat aksinya. Tapi, kita tetap akan mengawal apa yang kita suarakan, karena ini untuk kebaikan bersama,” tegasnya.
Komitmen Keterbukaan Manajemen
Di sisi lain, Asisten Manajer PS Barito Putera, Ikhsan Kamil, menegaskan bahwa manajemen menghargai setiap masukan yang disampaikan suporter dan berkomitmen menjaga keterbukaan dalam menerima kritik.
“Kita dari manajemen sudah berkomitmen dan sangat mengapresiasi apa yang sudah disampaikan dan diaspirasikan oleh suporter,” ujarnya.
Dengan adanya forum dialog seperti ini, diharapkan hubungan antara manajemen dan suporter semakin erat demi mencapai tujuan bersama, yakni membawa Barito Putera kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






