Bandar Udara Iskandar Jadi Sorotan: Kedatangan Tamu Internasional hingga Kabut Asap yang Batalkan Penerbangan

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Bandar Udara Iskandar Jadi Sorotan: Kedatangan Tamu Internasional hingga Kabut Asap yang Batalkan Penerbangan

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 09 Oktober 2026 | Dinamika dunia penerbangan di Indonesia kembali mencuri perhatian publik dalam sepekan terakhir. Mulai dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang, Aceh Besar, yang menjadi pintu masuk tamu mancanegara, hingga Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah yang lumpuh akibat kabut asap. Nama “Bandar Udara Iskandar” pun ramai diperbincangkan karena dua peristiwa besar yang terjadi hampir bersamaan.

Bandara Iskandar Muda Sambut Tamu Muzakarah Internasional

Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang, Aceh Besar, menjadi saksi kedatangan sejumlah tokoh agama dari Malaysia dan Kamboja. Mereka datang untuk menghadiri Muzakarah Internasional Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) ke-2 Tahun 2026. Rombongan dari Kuala Lumpur mendarat menggunakan pesawat AirAsia AK421 pada pukul 17.15 WIB.

Kedatangan para tamu disambut langsung oleh panitia penjemput bersama aparat setempat. Di antara tamu asal Malaysia yang tiba adalah Dato’ H. Prof. Shulshil Azam bin Shuib, Siti Natijah binti Abd Aziz, Tuan Guru Muhammad Saleh Hamzah, serta Fatimah binti Abdullah bersama 52 murid Tuan Guru. Turut hadir Abi Razali, Dr. Fakhrurozi, dan Nik Roskiman bin Abdul Somad. Sementara itu, tamu asal Kamboja meliputi Yob Ashkari beserta ajudan, Slaiman Him, Arifin Sos, dan Lyman Sos. Rombongan ini juga membawa Datuk Hjh. Rozzana bersama sembilan anggota.

Kedatangan berikutnya berlangsung pada pukul 18.25 WIB melalui pesawat Batik Air ID6898 rute Jakarta–Banda Aceh. Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut membawa KH. Ali Akbar Marbun, Muhammad Sulton Hakim, dan Ichsan Ichsan. Pengamanan kedatangan tamu telah dimulai sejak pukul 16.30 WIB. Hadir dalam penyambutan, Danramil 21/Blang Bintang Kapten Inf Dian Herdiawan dan Kapolsek Blang Bintang Iptu Adrul Nafis.

Dari unsur panitia, tim penjemput terdiri atas H. Cut Razali, Tgk. Zulfajri, Suwardi Wali Lhj, Raxar Ramadhan, Gazali Umar, T. Naufal Fasya Ampera, Fitriani, Desi Erlita, dan Siti Nahziah. Sebagian tamu yang datang melalui penerbangan Kuala Lumpur dijadwalkan kembali pada Senin (12/10/2026) menggunakan pesawat AirAsia rute Banda Aceh–Kuala Lumpur.

Kabut Asap Lumpuhkan Bandara Iskandar Pangkalan Bun

Di sisi lain, Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, mengalami gangguan operasional serius. Seluruh rute NAM Air pada hari itu dibatalkan, sementara tiga penerbangan Batik Air juga terkena pembatalan. Penyebabnya adalah kabut asap yang menyelimuti kawasan Pangkalan Bun dan sekitarnya. Jarak pandang di sekitar bandara hingga siang hari berada di bawah 1.500 meter.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, menyatakan bahwa rendahnya jarak pandang membuat operasional penerbangan tidak dapat berjalan normal. “Tiga penerbangan Batik Air dibatalkan dan Nam Air semua di-cancel untuk penerbangan hari ini. Melihat kabut asap, visibility sangat rendah hingga siang ini, di bawah 1.500 meter,” ujarnya.

Pembatalan ini memengaruhi konektivitas udara Kotawaringin Barat dengan sejumlah kota besar, terutama Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Penumpang yang terdampak harus menyesuaikan kembali jadwal perjalanan mereka. Gangguan penerbangan juga berimbas pada aktivitas ekonomi yang bergantung pada mobilitas jalur udara. Sektor hotel, transportasi, restoran, dan pariwisata menjadi bagian yang ikut terdampak.

Kotawaringin Barat selama ini menjadi pintu masuk menuju sejumlah destinasi wisata, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting. Gangguan penerbangan dapat membuat perjalanan wisatawan yang telah menyusun jadwal menuju daerah tersebut ikut tertunda. Pihak UPBU Iskandar terus memantau kondisi jarak pandang di sekitar bandara. Operasional penerbangan akan menyesuaikan perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di lapangan.

Angkasa Pura II Pastikan Kelancaran Arus Penumpang

Di tengah berbagai dinamika tersebut, PT Angkasa Pura II memastikan kelancaran kedatangan kontingen PON XXI, penumpang reguler, dan wisatawan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas layanan di bandara-bandara yang dikelolanya, termasuk Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda.

Secara terpisah, ketegangan di Timur Tengah turut mewarnai pemberitaan penerbangan global. Gerakan Houthi di Yaman mengklaim telah menyerang bandara internasional di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, dengan rudal balistik. Serangan tersebut disebut mengganggu lalu lintas udara. Sebelumnya, pada malam yang sama, koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah menembak jatuh sebuah rudal di sebelah utara Riyadh.

Dua bandara di Arab Saudi, yakni Bandara Najran dan Bandara Jizan, dilaporkan terkena serangan pada Senin (5/10/2026). Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi mengatakan kedua bandara mengalami kerusakan dan tiga orang mengalami luka ringan. Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, kemudian mengatakan kelompok tersebut juga meluncurkan serangan ke arah bandara ketiga pada Selasa. Namun, belum ada konfirmasi independen mengenai klaim bahwa Bandara Internasional Abha terkena serangan.

Kesimpulan

Nama Bandar Udara Iskandar memang tengah menjadi sorotan dari berbagai sudut pandang. Di Aceh, Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda sukses menjadi tuan rumah penyambutan tamu internasional untuk agenda Muzakarah MPTT-I. Sementara di Pangkalan Bun, Bandar Udara Iskandar harus menghadapi tantangan berat berupa kabut asap yang mengganggu jarak pandang dan memaksa pembatalan sejumlah penerbangan. Kedua peristiwa ini menunjukkan bahwa bandara bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan juga titik temu berbagai kepentingan—dari diplomasi keagamaan hingga keselamatan penerbangan. Ke depan, kesiapan bandara dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan peningkatan mobilitas menjadi kunci utama.

Sumber Berita: Dialeksis.com, Liputan6.com, Akurat.co

Penulis: Muhammad Nur
Editor: Rizky Zulianda