Zidane dan Klopp Debut, Panggung Baru Timnas Prancis dan Turki di Nations League

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Zidane dan Klopp Debut, Panggung Baru Timnas Prancis dan Turki di Nations League

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 27 September 2026 | JENEWA — Sepak bola tim nasional Eropa kembali bergulir pekan ini setelah jeda Piala Dunia, dan yang menjadi magnet utama bukan hanya para pemain, melainkan juga para pelatih baru yang membawa ambisi segar. Dua nama besar, Zinedine Zidane dan Jürgen Klopp, memulai babak baru dalam karier kepelatihan mereka, sementara Cristiano Ronaldo yang telah berusia 41 tahun masih tetap berlaga membela negaranya.

Zidane, yang dikenal sebagai pemain elegan sekaligus pelatih dominan dengan tiga gelar Liga Champions beruntun bersama Real Madrid, akhirnya dipercaya menangani Timnas Prancis. Ia menggantikan posisi Didier Deschamps, mantan rekan setimnya di level klub dan negara. Ekspektasi tinggi menyertai kedatangan Zidane, terutama karena ia kini mengasuh skuad Les Bleus yang bertabur bakat dan dipimpin kapten Kylian Mbappé.

Debut Zidane bersama Prancis akan tersaji dalam laga tandang melawan Turki di ajang Nations League. Pertandingan ini menjadi sorotan karena menjadi ujian pertama bagi sang legenda untuk membuktikan bahwa kehebatannya sebagai pelatih dapat diterjemahkan ke level tim nasional, setelah sebelumnya sukses besar di level klub.

Panggung Baru di Nations League

Selain Zidane, Jürgen Klopp juga memulai karier barunya bersama Timnas Jerman. Klopp akan menjalani debut saat Jerman bertandang ke Belanda, dalam program Nations League yang mengisi blok pertama dari empat pertandingan dalam dua akhir pekan di kalender internasional FIFA. Kehadiran para pelatih baru ini menjadi daya tarik tersendiri, seolah menyaingi sorotan terhadap para pemain bintang.

Thomas Tuchel melengkapi daftar pelatih peraih gelar Liga Champions yang kini menangani tim nasional di antara 54 negara Eropa yang berlaga. Tuchel akan memimpin Inggris menjamu Spanyol pada Sabtu, sebuah laga yang nyaris menjadi final Piala Dunia Juli lalu. Sementara itu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente, yang baru saja mendapat perpanjangan kontrak hingga 2032, kini dianggap sebagai raja pelatih internasional. Pria berusia 65 tahun itu dipromosikan dari dalam federasi pada 2022 dan langsung meraih gelar Eropa serta dunia pada percobaan pertamanya, meski sebelumnya hanya menangani 11 pertandingan klub di divisi dua Spanyol bersama Alavés 15 tahun silam.

Kalender Baru dan Dampaknya

Jeda dari sepak bola klub pada musim gugur Eropa ini merupakan yang pertama dalam kalender pertandingan internasional yang dikelola FIFA. Jadwal tersebut mengatur kapan klub wajib melepaskan pemain ke tim nasional. Selama bertahun-tahun, para pemimpin klub menginginkan jeda internasional yang lebih sedikit namun lebih panjang untuk membatasi gangguan pada musim mereka dan memastikan pemain dari luar Eropa melakukan lebih sedikit penerbangan jarak jauh demi membela negaranya.

  • FIFA mendorong gagasan ini pada 2021 dalam rencananya menggelar Piala Dunia setiap dua tahun, yang akhirnya gagal.
  • Pada 2023, FIFA menyetujui penggabungan dua jeda pertandingan pada September dan Oktober menjadi satu blok berisi empat laga.
  • Perubahan ini bertujuan mengurangi gangguan terhadap kompetisi klub sekaligus menjaga kebugaran pemain.

Bagi Turki dan Prancis, pertemuan di Nations League ini bukan sekadar laga biasa. Turki berambisi memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah untuk mengejutkan tim besar, sementara Prancis ingin memulai era Zidane dengan kemenangan yang meyakinkan. Klasemen awal grup akan sangat dipengaruhi hasil pertandingan ini, mengingat format kompetisi yang menuntut konsistensi di setiap laga.

Pertandingan antara Turki dan Prancis juga menjadi cerminan bagaimana sepak bola Eropa memasuki babak baru. Para pelatih papan atas kini berani mengambil tantangan di level internasional, sementara federasi berupaya menata ulang kalender agar lebih seimbang antara kepentingan klub dan negara. Di tengah semua itu, sosok seperti Ronaldo yang masih aktif di usia 41 tahun menegaskan bahwa sepak bola tidak hanya tentang regenerasi, tetapi juga tentang dedikasi luar biasa.

Dengan sederet nama besar yang memulai perjalanan baru, Nations League kali ini menjelma menjadi panggung eksperimen dan pembuktian. Zidane, Klopp, dan Tuchel membawa reputasi gemilang dari level klub, tetapi sepak bola internasional menuntut adaptasi berbeda. Hasil di lapangan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi indikasi awal apakah para pelatih bintang ini mampu menerjemahkan kesuksesan mereka ke panggung yang lebih luas.

Yang jelas, kembalinya sepak bola tim nasional Eropa setelah Piala Dunia membawa angin segar bagi para penggemar. Duel Turki melawan Prancis dan Belanda menjamu Jerman akan menjadi pembuka yang menarik, sekaligus penanda dimulainya era baru dalam kalender sepak bola internasional yang lebih padat namun terstruktur.