Turki vs Prancis: Debut Manis Zidane, Gol Mbappe, dan Drama Cedera di Kocaeli

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 27 September 2026 | Laga pembuka UEFA Nations League 2026/2027 Grup A1 antara Turki dan Prancis menyajikan drama lengkap dalam 90 menit pertandingan di Kocaeli Stadium, Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB. Tim tamu Prancis keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0, namun kemenangan tersebut tidak datang tanpa harga mahal.

Gol Mbappe yang Berbuah Petaka

Kylian Mbappe menjadi pahlawan sekaligus korban dalam pertandingan ini. Kapten Timnas Prancis tersebut memecah kebuntuan pada menit ke-54 dengan gol yang menaklukkan kiper Turki, Ugurcan Cakir. Namun, saat melakukan selebrasi, Mbappe terlihat terpincang-pincang. Beberapa menit kemudian, bintang Real Madrid itu harus ditarik keluar lapangan karena tidak mampu melanjutkan pertandingan akibat cedera.

Meski kehilangan Mbappe, Les Bleus mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang. Penguasaan bola Prancis mencapai sekitar 64 persen dengan 12 percobaan tembakan, empat di antaranya mengarah tepat ke gawang Turki. Kedua tim sebenarnya sama-sama melepaskan lima tembakan on target, menunjukkan bahwa pertandingan berjalan alot dan kompetitif.

Debut Mulus Zinedine Zidane

Pertandingan ini menjadi debut resmi Zinedine Zidane sebagai pelatih Timnas Prancis. Legenda hidup sepak bola Prancis itu mengaku puas dengan performa anak asuhnya, meski baru menjalani tiga setengah sesi latihan bersama.

“Saya melihat banyak aspek menarik, meskipun kami baru berlatih bersama selama tiga setengah sesi. Hal ini sangat menjanjikan. Saya puas dengan pencapaian para pemain dan senang debut ini berjalan seperti ini,” ujar Zidane.

Zidane juga memberikan apresiasi tinggi kepada Turki yang tampil ngotot sepanjang pertandingan. Menurutnya, banyak pihak menduga kondisi fisik pemain Turki akan menurun, namun kenyataannya Arda Guler dan kolega mempertahankan intensitas tinggi hingga akhir laga. Zidane menekankan pentingnya keseimbangan tim sebagai kunci untuk terus meraih kemenangan.

Peran Ousmane Dembele

Dalam laga ini, Zidane tetap mengandalkan Ousmane Dembele sebagai ujung tombak. Pemain PSG tersebut bermain selama 89 menit sebelum digantikan Esteban Lepaul. Secara statistik, Dembele menciptakan empat peluang, terbanyak di laga ini, dan mencatatkan tujuh sentuhan di kotak penalti lawan.

“Secara keseluruhan, kami memainkan pertandingan yang sangat bagus. Kami bisa saja mencetak satu atau dua gol lagi, tetapi kami tahu itu tidak akan mudah. Kami mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk pertandingan ini sepanjang minggu. Kami senang!” kata Dembele.

Klasemen Grup A1 dan Agenda Selanjutnya

Hasil ini membawa Prancis meraih tiga poin perdana, namun Belgia masih kokoh di puncak klasemen Grup A1. Berikut gambaran singkat situasi grup setelah matchday pertama:

Tim Poin Status
Belgia 3 Puncak klasemen
Prancis 3 Menguntit
Turki 0 Butuh bangkit

Prancis selanjutnya akan menghadapi Belgia pada 29 September dalam laga yang diprediksi menjadi big match Grup A1. Sementara itu, Turki harus segera berbenah menghadapi jadwal berikutnya jika ingin menjaga peluang lolos dari fase grup.

Persaingan Panjang Turki dan Prancis

Secara historis, Prancis memang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dengan koleksi gelar Piala Dunia dan Euro. Turki, meski tidak sebesar Prancis dalam hal prestasi, terus menunjukkan perkembangan melalui regenerasi pemain muda yang menjanjikan serta perubahan dalam tim pelatih dan pemain.

Perbandingan klasemen kedua tim pasca-Piala Dunia menjadi indikator penting persiapan menuju kompetisi besar mendatang. Faktor head-to-head, performa kandang dan tandang, serta kemampuan beradaptasi terhadap taktik lawan menjadi penentu posisi kedua tim di kancah internasional.

Kemenangan tipis ini menjadi modal berharga bagi Prancis dalam mengarungi Nations League, sekaligus peringatan bahwa Turki bukan lawan yang bisa diremehkan. Dengan cedera Mbappe yang masih menjadi tanda tanya, Zidane dituntut segera menemukan solusi sebelum menghadapi Belgia. Sementara Turki, meski menelan kekalahan, menunjukkan bahwa semangat juang dan strategi defensif ketat mereka mampu merepotkan tim sekelas juara dunia. Persaingan di Grup A1 dipastikan akan berjalan ketat hingga matchday terakhir.