Tragedi Kapal Feri FiloJet: Harapan yang Menipis di Perairan Kyrenia

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Tragedi Kapal Feri FiloJet: Harapan yang Menipis di Perairan Kyrenia

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 04 September 2026 | Suasana pilu menyelimuti Pelabuhan Kyrenia, Siprus Utara, pasca-insiden tenggelamnya kapal feri penumpang FiloJet pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kapal jenis katamaran milik Filo Denizcilik ini mengalami musibah saat tengah menempuh perjalanan dari Pelabuhan Kyrenia menuju Pelabuhan Taşucu di Mersin, Turki. Kapal dilaporkan mulai kemasukan air dan terbalik di titik sekitar tujuh kilometer dari garis pantai Kyrenia, tepatnya di dekat area Pantai Diana.

Data Penumpang dan Operasi Penyelamatan

Berdasarkan informasi terbaru dari otoritas setempat, kapal tersebut membawa total 267 orang, yang terdiri dari 259 penumpang dan delapan kru kapal. Segera setelah sinyal darurat diterima, tim Penjaga Pantai dan Pertahanan Sipil Siprus Utara dikerahkan ke lokasi kejadian. Upaya penyelamatan juga melibatkan kapal-kapal penumpang lain, perahu pribadi, serta kapal pesiar yang berada di sekitar area pelabuhan untuk membantu mengevakuasi para korban.

Walikota Kyrenia, Murat Şenkul, mengonfirmasi bahwa 159 orang berhasil diselamatkan pada tahap awal operasi. Para korban yang selamat kemudian dibawa kembali ke Pelabuhan Kyrenia untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Berikut adalah rincian penanganan korban:

  • Korban dengan kondisi luka serius dirujuk ke Rumah Sakit Negara Dr. Burhan Nalbantoğlu di Nicosia.
  • Korban dengan luka ringan mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan di Kyrenia.
  • Pemerintah Siprus Utara memastikan seluruh agensi negara telah dimobilisasi untuk mempercepat proses pencarian.

Harapan yang Tergantung di Balik Gerbang Pelabuhan

Di balik statistik penyelamatan yang terus diperbarui, terdapat kisah memilukan dari keluarga korban yang masih menunggu kepastian. Salah satunya adalah keluarga Hayri Bicer, yang hingga kini masih mencari keberadaan dua anaknya, Mehmet Asaf Bicer (6) dan Saliha Miray Biçer (14). Mereka adalah bagian dari 18 orang yang dilaporkan masih hilang.

Dalam momen yang mengharukan di pelabuhan, Hayri Bicer sempat mencoba menghentikan ambulans yang keluar dari area pelabuhan, berharap bisa menemukan anak-anaknya di dalam kendaraan tersebut. Meski upaya tersebut terhalang oleh protokol keamanan, jeritan hatinya menggambarkan situasi mencekam yang dialami keluarga korban lainnya. Ibu dari kedua anak tersebut juga telah memohon kepada otoritas dan perwakilan serikat buruh untuk melakukan upaya maksimal, mengingat kondisi putranya yang masih kecil dan sangat rentan.

Sikap Pemerintah dan Penanganan Lanjutan

Perdana Menteri Siprus Utara, Ünal Üstel, yang memantau langsung operasi penyelamatan di pelabuhan, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Beliau mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam insiden tersebut, meskipun angka pasti mengenai jumlah korban tewas masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang. Fokus utama saat ini tetap tertuju pada pencarian 18 orang yang masih dinyatakan hilang di tengah perairan yang menantang.

Seluruh masyarakat kini menanti kabar terbaru dari pihak berwenang mengenai identitas para korban dan perkembangan pencarian. Musibah FiloJet ini menjadi pengingat tragis akan pentingnya standar keselamatan pelayaran, sekaligus meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang masih menanti keajaiban di dermaga pelabuhan.