Gayatri Putri News – 25 September 2026 | Marc-André ter Stegen akhirnya kembali mengenakan sarung tangan utama Timnas Jerman. Setelah sekian lama absen, kiper berusia 34 tahun itu langsung dipercaya sebagai pilihan utama oleh pelatih baru Jürgen Klopp dalam laga Nations League melawan Belanda di Johan Cruijff ArenA, Amsterdam. Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu menjadi momen istimewa bagi Ter Stegen, bukan hanya karena statusnya sebagai kiper nomor satu, tetapi juga karena ia kini bermain di kota yang telah menjadi rumah barunya.
Kembalinya Sang Penjaga Gawang
Ter Stegen mengaku sangat antusias menyambut peran barunya. “Bagi saya, ini soal ingin menampilkan performa maksimal untuk mencapai puncak kemampuan saya. Rasanya menyenangkan,” ujarnya dalam konferensi pers sebelum pertandingan. Ia menekankan bahwa hal terpenting saat ini adalah kembali menemukan ritme permainan setelah lama menepi.
Kepercayaan Klopp terhadapnya mendapat dukungan dari mantan pelatih kiper DFB, Andreas Köpke, yang menilai keputusan tersebut sudah tepat. Status sebagai kiper nomor satu memang baru berlaku “untuk saat ini”, seperti yang dinyatakan Klopp, namun sinyal kepercayaan itu jelas terasa bagi mantan kiper Barcelona tersebut.
Rumah Baru di Amsterdam
Keputusan Ter Stegen pindah ke Ajax pada musim panas lalu ternyata membawa ketenangan tersendiri. Ia mengaku memilih Amsterdam demi kenyamanan keluarganya setelah bertahun-tahun menetap di Barcelona. “Saya sangat senang dengan keputusan ini. Amsterdam relatif kecil, semuanya datar, dan Anda bisa bergerak dengan santai. Saya sedang berusaha membeli sepeda karena mengemudi mobil di sana agak sulit,” jelasnya.
Yang menarik, laga melawan Belanda digelar di stadion yang kini menjadi markasnya bersama Ajax. Ter Stegen bahkan menyebut Johan Cruijff ArenA seperti ruang tamunya sendiri. Ia bercerita bahwa para tetangga dan tukang di lingkungan tempat tinggalnya sempat menggoda dirinya, menanyakan berapa gol yang akan ia kebobolan melawan Oranje.
Hubungan dengan Neuer dan Sorotan Lain
Dalam sesi konferensi pers, Ter Stegen juga disinggung soal hubungannya dengan Manuel Neuer, kiper legendaris Jerman yang kini telah pensiun dari tim nasional. Ketika ditanya apakah Neuer mengucapkan selamat atas status barunya sebagai kiper nomor satu, ia menjawab singkat: “Tidak.” Namun ia segera menambahkan sambil tertawa bahwa dirinya pun belum menyampaikan ucapan selamat kepada Neuer yang baru saja dikaruniai anak kedua. “Saya juga belum mengucapkannya. Maaf!” ujarnya.
Ter Stegen mengungkapkan bahwa pertemuan terakhirnya dengan Neuer terjadi saat liburan singkat, bahkan sebelum Piala Dunia. Ia menegaskan bahwa era Neuer di tim nasional memang telah berakhir dan kini fokusnya adalah membangun kembali kepercayaan diri bersama skuad baru asuhan Klopp.
Jalannya Pertandingan dan Catatan Penting
Dalam laga yang mempertemukan dua pelatih anyar, Jürgen Klopp untuk Jerman dan Xavi Hernandez untuk Belanda, Felix Nmecha membawa Jerman unggul lebih dulu pada menit ke-32 melalui gol dari jarak dekat, memanfaatkan assist Karim Adeyemi. Belanda baru bisa menyamakan kedudukan pada masa injury time lewat gol voli Cody Gakpo, memanfaatkan umpan silang Ruben van Bommel.
Sayangnya, pertandingan ini juga diwarnai cedera yang menimpa dua pemain penting. Penyerang Jerman, Kai Havertz, harus ditarik keluar pada menit ke-30 setelah kakinya terkena sepatu tinggi Quinten Timber. Posisinya digantikan debutan Younes Ebnoutalib. Sementara itu, penyerang Belanda, Brian Brobbey, yang baru saja mencetak hat-trick saat Sunderland kalah 5-3 dari Manchester City, tampak mengalami cedera otot dan juga harus meninggalkan lapangan.
Jerman sendiri diketahui membawa dua skuad berbeda pada jeda internasional ini, dengan susunan pemain yang berbeda untuk dua laga pertama dan dua laga terakhir. Hal ini menunjukkan Klopp masih melakukan eksperimen menjelang turnamen besar berikutnya.
Bagi Ter Stegen, laga ini menjadi awal baru yang penuh makna. Ia kembali sebagai kiper utama, bermain di kota yang dicintainya, dan menunjukkan bahwa kestabilan emosional di luar lapangan berdampak langsung pada performa di dalam lapangan. Dengan dukungan penuh dari Klopp dan staf pelatih, kiper yang kini membela Ajax itu bertekad membuktikan bahwa dirinya layak menjadi tembok terakhir bagi Timnas Jerman di era baru ini. Perjalanan masih panjang, tetapi langkah pertama telah diambil dengan mantap di Amsterdam.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






