Sungai Pekapuran Dikeruk Kembalikan Fungsi Sungai dan Kendalikan Banjir

Avatar Rizky

by

Published

Last update

1 menit

Read Time

Sungai Pekapuran Dikeruk Kembalikan Fungsi Sungai dan Kendalikan Banjir

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 07 September 2026 | Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III memulai langkah strategis untuk memulihkan kondisi Sungai Pekapuran, yang juga dikenal masyarakat sebagai Sungai Guring. Setelah dua dekade tanpa sentuhan pengerukan, sungai ini kini mendapatkan perhatian serius guna mengembalikan fungsi alirannya sebagai bagian dari sistem tata air kota.

Proses normalisasi yang dimulai sejak Agustus 2026 ini berfokus pada kawasan Pekapuran Raya hingga Sungai Baru. Penggunaan alat berat jenis excavator amphibi menjadi kunci dalam penanganan ini, mengingat alat tersebut mampu menjangkau endapan di titik-titik sungai yang sulit diakses dengan metode konvensional.

Upaya Terintegrasi Pengendalian Banjir

Pendangkalan dan penyempitan alur sungai selama puluhan tahun telah menurunkan kapasitas tampung air secara signifikan. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menerapkan langkah-langkah kolaboratif, di antaranya:

  • Pembersihan badan sungai dari vegetasi dan sampah.
  • Pembongkaran bangunan liar yang berdiri di atas badan sungai.
  • Pengerukan sedimen secara masif di sepanjang alur yang terhubung dengan sistem tata air utama.

Kepala BWS Kalimantan III, Dr. Sandi Erryanto, menyatakan bahwa monitoring lapangan dilakukan secara rutin untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga sesuai rencana teknis. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan fungsi sungai memerlukan sinergi antara pembangunan infrastruktur, pemeliharaan berkelanjutan, serta kesadaran masyarakat.

Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, menambahkan bahwa penanganan Sungai Pekapuran adalah wujud nyata kolaborasi lintas kewenangan. Dengan mengembalikan kapasitas alur, pemerintah berharap sistem pengendalian banjir di Banjarmasin dapat berjalan lebih optimal, mengingat sungai merupakan elemen vital bagi ekosistem dan ruang hidup masyarakat setempat.