Stabilitas Harga Emas Antam: Akhir Pekan Tenang di Tengah Gejolak Pasar Global

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 13 September 2026 | Jakarta – Setelah melewati serangkaian pergerakan yang cukup dinamis sepanjang pekan, harga emas batangan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan tren stabil pada penutupan akhir pekan ini, Minggu (13/9/2026). Para investor emas kini dapat bernapas sedikit lebih lega setelah melihat angka yang tidak berubah dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.

Berdasarkan pantauan langsung dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini ditetapkan di level Rp2.604.000 per gram. Kondisi serupa juga terjadi pada harga buyback atau harga beli kembali yang dipatok pada angka Rp2.454.000 per gram. Stabilitas ini memberikan kepastian bagi masyarakat yang berencana melakukan transaksi jual maupun beli di awal hari libur.

Detail Transaksi dan Pajak yang Berlaku

Bagi calon pembeli, perlu dipahami bahwa harga dasar tersebut merupakan acuan awal. Mengingat adanya kewajiban pajak, harga transaksi akhir untuk pecahan 1 gram setelah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 0,25 persen menjadi Rp2.610.510. Sementara itu, bagi investor yang ingin menjual kembali emasnya, Antam memberikan ketentuan khusus terkait pajak bagi transaksi dengan nilai di atas Rp10 juta, yakni potongan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP.

Berikut adalah rincian harga emas Antam yang berlaku pada Minggu, 13 September 2026:

Item Harga (Per Gram)
Harga Dasar Emas Antam Rp2.604.000
Harga Buyback Antam Rp2.454.000
Harga Perak Rp42.260

Dinamika Pasar Global dan Proyeksi Investasi

Stabilitas harga domestik ini cukup menarik perhatian di tengah kondisi pasar global yang sedang fluktuatif. Pada akhir pekan sebelumnya, harga emas dunia sempat mengalami penguatan sebesar 1,1 persen ke level US$4.363,01 per ons. Kenaikan ini dipicu oleh respon pelaku pasar terhadap data inflasi Amerika Serikat yang memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga oleh bank sentral Amerika, The Fed.

Meskipun emas sering dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga yang agresif justru memberikan tekanan pada logam mulia karena sifatnya yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga. Oleh karena itu, bagi para investor, emas lebih disarankan sebagai instrumen diversifikasi portofolio jangka panjang, bukan sebagai alat spekulasi jangka pendek. Para ahli keuangan menyarankan alokasi sebesar 5 hingga 15 persen dari total aset untuk emas guna menjaga keseimbangan portofolio dari risiko pasar saham atau properti yang sedang tidak menentu.

Sebagai pengingat bagi para investor, harga emas Antam sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar internasional dan nilai tukar. Sebagai catatan sejarah, harga emas Antam pernah menyentuh titik tertinggi sepanjang masa atau all-time high pada 29 Januari 2026, dengan harga jual mencapai Rp3.168.000 per gram. Mengingat sifatnya yang fluktuatif, pemantauan berkala terhadap informasi harga terkini sangat dianjurkan sebelum mengambil keputusan investasi strategis.

Secara keseluruhan, kondisi pasar emas domestik saat ini cenderung tenang dan stabil. Investor yang memiliki tujuan jangka panjang tetap dapat memanfaatkan emas sebagai asuransi portofolio yang aman. Namun, tetap perhatikan tujuan investasi Anda dan pastikan untuk selalu bertransaksi melalui jalur resmi agar mendapatkan jaminan keaslian serta transparansi harga yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.