Skandal Pan X: Misteri Uang, Janji Ulah Pengampunan, dan Keterlibatan Tomasz Sakiewicz

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Skandal Pan X: Misteri Uang, Janji Ulah Pengampunan, dan Keterlibatan Tomasz Sakiewicz

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 15 September 2026 | Dunia politik Polandia diguncang oleh pengungkapan identitas sosok misterius yang disebut sebagai Pan X dalam kesaksian mengejutkan terkait kasus korupsi bursa kripto Zondacrypto. Nama yang selama ini tertutup tabir misteri tersebut akhirnya terungkap sebagai Tomasz Sakiewicz, salah satu pemilik Telewizja Republika. Pengungkapan ini bermula dari pernyataan Perdana Menteri Donald Tusk di mimbar parlemen, yang membacakan fragmen protokol kesaksian dari salah satu tersangka utama dalam kasus tersebut.

Dalam dokumen yang dibacakan oleh Perdana Menteri, saksi kunci tersebut mengungkapkan adanya janji pemberian pengampunan atau ułaskawienie sebagai imbalan atas dukungan politik dan finansial. Kesaksian tersebut secara spesifik menyebutkan bahwa jika kandidat tertentu, Nawrocki, terpilih menjadi presiden, maka ia akan memastikan pengampunan bagi pihak yang terlibat dalam kasus Zondacrypto. Janji ini disebut-sebut sebagai kompensasi atas berbagai pembayaran yang telah dilakukan, termasuk pendanaan untuk acara CPAC, iklan, dan kongres yang diselenggarakan di Amerika Serikat.

Jejak Aliran Dana dan Koneksi Sakiewicz

Investigasi yang dilakukan oleh media menunjukkan bahwa aliran dana yang dimaksud oleh saksi kunci bermuara pada entitas yang dikelola oleh Tomasz Sakiewicz. Terdapat tiga titik krusial yang menghubungkan pembayaran tersebut dengan Telewizja Republika:

  • Penyelenggaraan CPAC Polska di Jasionka pada Mei 2025 yang difaktur oleh Telewizja Republika.
  • Sebanyak 16 faktur iklan dengan nilai total mencapai 1,62 juta euro yang diterbitkan oleh stasiun tersebut kepada perusahaan milik tersangka utama, Przemysław Kral.
  • Pendanaan kongres Polish-American Strategic Industries Summit di Washington yang turut dibiayai oleh Zondacrypto.

Tidak hanya bukti dokumen, para mantan karyawan dan rekan kerja di bursa kripto yang runtuh tersebut memberikan keterangan senada. Menurut mereka, Przemysław Kral secara terbuka menyampaikan bahwa ia telah mendapatkan jaminan dari Sakiewicz terkait masalah hukum yang dihadapinya. Kral diduga sering mengulang pernyataan bahwa Sakiewicz mengetahui perannya dan menjamin perlindungan hukum, sebuah klaim yang kini menjadi pusat perhatian penegak hukum.

Respons Pihak Terkait

Menanggapi tuduhan yang semakin memanas, Tomasz Sakiewicz membantah keras keterlibatannya. Ia menyebut publikasi media tersebut sebagai serangan brutal yang ditujukan untuk merusak reputasi Telewizja Republika. Menurutnya, tidak ada bukti konkret yang mendukung tuduhan tersebut, dan narasi yang dibangun hanyalah spekulasi yang didasarkan pada kebohongan yang terus diulang.

Di sisi lain, spektrum politik Polandia menanggapi isu ini dengan serius. Presiden Nawrocki sendiri telah merespons melalui platform media sosial, menegaskan bahwa janji pengampunan dari pihak mana pun adalah tindakan ilegal dan harus segera dilaporkan ke kejaksaan. Situasi ini menambah tekanan pada proses hukum yang sedang berjalan, di mana jaksa terus mendalami kaitan antara kepentingan politik, janji pengampunan, dan aliran dana dari sektor kripto yang kini telah runtuh.

Kasus ini menjadi cerminan dari kompleksitas hubungan antara media, politik, dan sektor keuangan yang tidak teregulasi dengan baik. Seiring dengan berlanjutnya investigasi, publik kini menantikan langkah konkret dari pihak kejaksaan untuk membuktikan kebenaran di balik janji-janji yang diucapkan oleh Pan X. Integritas sistem peradilan Polandia kini diuji di tengah pusaran skandal yang melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh di negara tersebut.