Gayatri Putri News – 18 September 2026 | Old Trafford kembali menjadi saksi malam yang kelabu bagi Manchester United. Dalam laga babak ketiga Carabao Cup 2026/2027 yang digelar tengah pekan ini, Setan Merah harus menelan pil pahit setelah disingkirkan oleh Brighton & Hove Albion dengan skor 2-3. Meski sempat tampil menjanjikan di awal laga, performa tim asuhan Michael Carrick justru kolaps secara dramatis, memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan.
Debut Manis Shea Lacey yang Terlupakan
Di balik kekalahan memalukan tersebut, satu nama muncul sebagai titik terang yang mencuri perhatian: Shea Lacey. Pemain muda berusia 19 tahun ini dipercaya tampil sebagai starter untuk pertama kalinya di tim senior. Lacey tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan mencetak gol perdana dalam karier profesionalnya melalui aksi solo yang memukau. Selebrasi mencium lambang klub yang ia lakukan seolah menjadi pernyataan tegas bahwa ia siap menjadi bagian integral dari skuad utama Manchester United.
Tidak hanya soal mencetak gol, Lacey menunjukkan kedewasaan yang melampaui usianya. Ia bahkan tertangkap kamera memberikan instruksi dan arahan kepada rekan setimnya, Benjamin Sesko, tepat sebelum babak kedua dimulai. Sikap kepemimpinan ini dinilai banyak pengamat memiliki kemiripan dengan karakter Bruno Fernandes, yang semakin mempertegas potensi besar sang wonderkid di masa depan.
Kekecewaan Mendalam Michael Carrick
Manajer Manchester United, Michael Carrick, tidak mampu menyembunyikan rasa simpatinya terhadap sang pemain muda. Dalam sesi wawancara pasca-pertandingan, Carrick mengungkapkan rasa frustrasinya karena momen bersejarah bagi Lacey harus tercoreng oleh hasil buruk tim. Menurut Carrick, malam tersebut seharusnya menjadi perayaan bagi Lacey, keluarganya, dan seluruh staf akademi, namun segalanya terasa sia-sia karena kegagalan tim mempertahankan keunggulan.
Manchester United sempat unggul 2-0 berkat gol Lacey dan Mason Mount, namun Brighton mampu membalikkan keadaan melalui gol Charalampos Kostoulas, Pascal Gross, dan Maxim De Cuyper. Carrick mengakui bahwa ia memikul tanggung jawab penuh atas keruntuhan mental timnya di lapangan.
Tekanan Menjelang Laga Kontra Fulham
Kekalahan ini menambah beban berat bagi Michael Carrick di awal musim yang kurang memuaskan. Setelah sebelumnya menelan kekalahan di derbi Manchester, kini skuad Setan Merah dituntut untuk segera bangkit. Mantan kapten Manchester United, Ashley Young, turut mengkritik performa tim yang dinilai kehilangan fokus setelah unggul dua gol. Menurutnya, para pemain gagal memanfaatkan peluang besar untuk mengamankan kemenangan dan menunjukkan performa yang tidak cukup layak bagi standar klub.
Berikut adalah catatan singkat mengenai situasi terkini tim menjelang laga krusial akhir pekan:
- Posisi manajer Michael Carrick berada dalam tekanan tinggi setelah serangkaian hasil negatif.
- Badai cedera masih menghantui skuad, dengan absennya Matthijs de Ligt, Amad Diallo, dan Manuel Ugarte.
- Laga berikutnya melawan Fulham di Craven Cottage menjadi ujian berat bagi mentalitas pemain.
Secara keseluruhan, meskipun Manchester United sedang berada dalam fase sulit, performa gemilang Shea Lacey memberikan secercah harapan bagi suporter. Namun, manajemen dan para pemain senior harus segera berbenah untuk memastikan bahwa bakat-bakat muda seperti Lacey tidak tersia-siakan oleh performa tim yang tidak stabil. Ujian sesungguhnya bagi Carrick akan tersaji pada laga akhir pekan nanti, di mana kemenangan menjadi harga mati untuk meredam spekulasi mengenai masa depannya di kursi kepelatihan.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






