Saham BAPA Dilego Cut Loss, Pasar Asia Menguat Ditopang AI, dan CDIA Siap Tebar Dividen

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Saham BAPA Dilego Cut Loss, Pasar Asia Menguat Ditopang AI, dan CDIA Siap Tebar Dividen

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 23 September 2026 | JAKARTA – Dinamika pasar saham Indonesia dan Asia pada perdagangan Rabu, 23 September 2026, diwarnai sejumlah aksi korporasi dan sentimen global. Mulai dari pelepasan saham Bekasi Asri Pemula (BAPA) oleh Belvin Tannadi, penguatan bursa Asia yang ditopang saham teknologi, hingga rencana pembagian dividen interim PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Belvin Tannadi Lepas Seluruh Saham BAPA

Belvin Tannadi, salah satu pemegang saham emiten properti PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), telah melego seluruh kepemilikannya di perusahaan tersebut. Aksi jual yang dilakukan pada 22 September 2026 itu mencakup 76,38 juta lembar saham, setara 11,54% dari total saham perseroan. Transaksi dilakukan pada harga Rp145 per saham, sehingga Belvin meraup dana sekitar Rp11,07 miliar.

Harga jual tersebut tercatat lebih tinggi 27 poin atau 22,88% dibandingkan harga penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level Rp118. Belvin mengaku bahwa penjualan ini dilakukan karena kebutuhan modal, sehingga ia memilih untuk cut loss. “Transaksi karena butuh modal dan karenanya cut loss,” tegas Belvin.

Dengan transaksi tersebut, kepemilikan Belvin atas saham BAPA kini menjadi nihil. Di sisi lain, saham BAPA pada perdagangan kemarin ditutup melemah 5,60% atau 7 poin ke Rp118. Dalam sebulan terakhir, saham BAPA telah terkoreksi 17,48% dari posisi 24 Agustus 2026 di Rp143. Namun, jika dihitung enam bulan terakhir, saham BAPA masih mencatat kenaikan 59,46% dari level Rp74 pada 25 Maret 2026. Saat ini, kapitalisasi pasar BAPA mencapai Rp78,09 miliar.

Bursa Asia Menguat, Saham Teknologi Ditopang Sentimen AI

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026), berupaya mencatatkan kenaikan hari keenam berturut-turut. Penguatan ini ditopang oleh saham-saham teknologi seiring meningkatnya permintaan konsumen terhadap aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, harga minyak melemah setelah Arab Saudi kembali mengoperasikan East-West Pipeline dan kemungkinan melanjutkan ekspor dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengklaim adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran di New York, meskipun ia mengancam akan “melenyapkan” Iran jika kesepakatan tidak tercapai. Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan berpidato di Majelis Umum PBB pada Rabu.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent turun 0,1% menjadi USD99,18 per barel, sementara minyak mentah AS melemah 0,4% menjadi USD90,14 per barel. Dari China, Presiden Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada Rabu. Pasar berspekulasi bahwa gencatan tarif antara China dan AS dapat diperpanjang, dengan kedua negara berpotensi meningkatkan kerja sama di bidang AI.

CDIA Siap Bagikan Dividen Interim

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), entitas perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu, akan membagikan dividen interim sebesar Rp1,42 per saham. Dividen ini berasal dari laba bersih tahun berjalan per 30 Juni 2026 dan dijadwalkan dibayarkan pada 22 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan CDIA pada semester I 2026 mencapai US$82,15 juta, tumbuh 22,84% secara tahunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$66,87 juta. Pendapatan tersebut ditopang oleh penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan lainnya sebesar US$46,40 juta, jasa sewa kapal US$26,13 juta, penjualan bahan bakar US$5,41 juta, serta sewa tangki dan dermaga US$2,51 juta.

Namun, beban pokok pendapatan emiten ini mencapai US$62,51 juta, melesat 30,86% secara tahunan. Laba kotor CDIA tercatat US$19,64 juta, naik tipis 2,80% dari periode yang sama tahun lalu. Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$17,29 juta, namun anjlok 74,52% secara tahunan. Per 30 Juni 2026, total aset CDIA mencapai US$1,93 miliar, dengan liabilitas US$826,28 juta dan ekuitas US$1,11 miliar.

Edukasi Saham untuk Tingkatkan Literasi Pasar Modal

Di tengah dinamika pasar, edukasi mengenai saham terus digalakkan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Kreator konten Rich Digital Store, Muhammad Faris Ulul Azmi, menyoroti tingginya biaya pelatihan dan kelas pasar modal berbayar yang sering menjadi kendala bagi masyarakat yang ingin berinvestasi. Ia pun mendorong hadirnya akses materi pasar modal secara gratis.

“Ada orang yang memang ingin serius mempelajari saham, tetapi belum memiliki modal yang cukup untuk mengikuti berbagai kelas atau program edukasi berbayar,” ujar Faris dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG

Pada perdagangan Selasa (22/9/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,69% di posisi 6.277. IHSG nyaris menyentuh level terendah harian di 6.258, setelah sempat mencapai level tertinggi intraday 6.423. Sektor energi, perindustrian, dan properti menjadi pemberat utama dengan pelemahan masing-masing mencapai 2,75%, 2,31%, dan 2%.

Volume perdagangan mencapai 33,71 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,45 triliun dan frekuensi 2,16 juta kali. Sebanyak 533 saham melemah, 139 saham menguat, dan 118 saham stagnan. Meski demikian, para analis tetap memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini, dengan mencermati sentimen global dan aksi korporasi yang tengah berlangsung.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia masih menghadapi tekanan jangka pendek, tercermin dari pelemahan IHSG dan aksi cut loss yang dilakukan sejumlah investor seperti Belvin Tannadi. Namun, sentimen positif dari bursa Asia yang ditopang sektor teknologi dan rencana pembagian dividen oleh emiten seperti CDIA dapat menjadi katalis bagi pergerakan pasar ke depan. Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan global, terutama terkait kebijakan AI dan hubungan dagang AS-China, serta meningkatkan literasi pasar modal agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.