Gayatri Putri News – 23 September 2026 | Tekanan terus menggunung di pundak Michael Carrick. Manajer Manchester United berusia 45 tahun itu kini berada di pusat sorotan setelah timnya menjalani start yang mengecewakan di Premier League 2026-27. Dari lima pertandingan pembuka, Setan Merah baru mengumpulkan lima poin dan bahkan tersingkir dari Carabao Cup usai dikalahkan Brighton & Hove Albion pekan lalu.
Posisi Carrick kian terancam setelah laporan dari Italia menyebut bahwa manajemen klub, yang dikendalikan INEOS, telah melakukan kontak awal dengan perwakilan Antonio Conte. Pelatih asal Italia berusia 57 tahun itu disebut kini berada di posisi terdepan untuk menggantikan Carrick jika manajemen memutuskan melakukan perubahan di kursi pelatih.
Rooney Angkat Bicara: Kritik Tajam untuk Manajemen
Di tengah situasi yang memanas, legenda Manchester United Wayne Rooney justru tampil membela mantan rekan setimnya itu. Rooney menilai masalah utama bukan terletak pada Carrick, melainkan pada lemahnya skuad yang diwariskan manajemen kepadanya.
“Akan selalu ada tekanan, Michael tahu itu. Jika Anda tidak memenangkan pertandingan di Man United, tekanan itu akan selalu ada bahkan ketika Anda hanya kalah sekali,” ujar Rooney kepada talkSPORT.
Rooney secara terbuka menyoroti langkah klub di bursa transfer musim panas. Menurutnya, ada hal-hal tertentu yang seharusnya dilakukan manajemen sebelum jendela transfer ditutup, terutama dalam mendatangkan pemain berkualitas. “Skuad ini terasa agak lemah,” tegasnya.
Meski demikian, Rooney yakin Carrick masih memiliki kemampuan untuk membalikkan keadaan. Ia menilai jeda internasional datang pada waktu yang tepat bagi Carrick untuk meramu ide-ide baru dan mengembalikan performa tim.
Rekam Jejak Carrick dan Tantangan Musim Ini
Carrick sendiri mendapatkan kepercayaan penuh sebagai pelatih permanen setelah tampil impresif sebagai pelatih interim musim lalu. Saat itu, ia berhasil membawa United finis di peringkat ketiga Premier League dan lolos ke Liga Champions, sebuah pencapaian yang melampaui ekspektasi banyak pihak.
Namun, musim ini ceritanya berbeda. United terpuruk di peringkat ke-12 klasemen sementara. Hasil imbang dramatis melawan Fulham di Craven Cottage, lewat gol deflected Matheus Cunha yang menyelamatkan satu poin, menjadi gambaran betapa rapuhnya performa tim saat ini.
Di bursa transfer musim panas, United memang mendatangkan beberapa pemain. Andrey Santos dibeli dari Chelsea dengan mahar 48 juta poundsterling yang bisa naik hingga 50 juta, sementara Youri Tielemans datang setelah klausul rilisnya sebesar 35 juta poundsterling diaktifkan. Namun, tambahan tenaga itu dinilai belum cukup untuk menutupi kelemahan skuad secara keseluruhan.
Bayang-Bayang Conte dan Daftar Kandidat Pengganti
Laporan dari Calciomercato menyebut bahwa Conte menjadi nama teratas dalam daftar keinginan Manchester United. Conte bukan sosok asing di Premier League. Ia pernah membawa Chelsea menjuarai Premier League dan FA Cup pada periode 2016-2018, lalu menangani Tottenham Hotspur antara November 2021 hingga Maret 2023. Conte saat ini menganggur setelah meninggalkan Napoli pada akhir musim lalu.
Selain Conte, sejumlah nama lain juga dikaitkan dengan kursi panas Old Trafford, seperti Eddie Howe, Kieran McKenna, dan Julian Nagelsmann. Meski begitu, manajemen dikabarkan belum berencana memecat Carrick dalam waktu dekat.
Laga melawan Tottenham Hotspur pada 10 Oktober mendatang menjadi ujian krusial bagi Carrick. Kekalahan dalam pertandingan itu diprediksi akan memperbesar tekanan dan mempercepat spekulasi soal masa depannya.
Dukungan dari Dalam
Rooney berharap Carrick mampu menemukan formula terbaik untuk membangkitkan semangat para pemainnya. Ia menekankan bahwa kualitas Carrick sebagai pelatih sudah terbukti ketika ia mampu mengeluarkan hasil terbaik dari kelompok pemain yang ada musim lalu.
“Dia harus menemukan cara untuk mendapatkan lebih banyak dan mengeluarkan yang terbaik dari para pemain ini agar bisa naik di klasemen setelah jeda internasional. Saya rasa jeda ini datang di waktu yang tepat. Dia sudah menunjukkan bahwa dia bisa meraih hasil dari kelompok pemain ini,” pungkas Rooney.
Dengan kompetisi Premier League yang semakin ketat dan persaingan di papan atas yang kian sulit, Carrick dituntut untuk segera berbenah. Jeda internasional menjadi momen refleksi sekaligus kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa ia layak mempertahankan kursi pelatih Manchester United.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






