Real Betis Terus Melaju: Dani Ceballos Kembali dan Nelson Deossa Menjadi Bintang Baru

Avatar Rizky

by

Published

Last update

2 menit

Read Time

Real Betis Terus Melaju: Dani Ceballos Kembali dan Nelson Deossa Menjadi Bintang Baru

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 19 September 2026 | Real Betis menunjukkan performa impresif di awal musim LaLiga 2026/2027. Kemenangan tipis 1-0 atas Getafe di La Cartuja menjadi bukti ketangguhan skuad asuhan Manuel Pellegrini yang kini bertengger di papan atas klasemen. Gol tunggal dari Ez Abde memastikan raihan tiga poin krusial, sekaligus menandai kemenangan keempat berturut-turut bagi tim berjuluk Los Verdiblancos tersebut.

Pertandingan melawan Getafe menjadi momen yang emosional bagi Dani Ceballos. Setelah sembilan tahun melanglang buana, termasuk masa bakti di Real Madrid dan London, gelandang asal Utrera ini akhirnya kembali merumput dengan seragam hijau-putih di hadapan pendukungnya sendiri. Meski sempat muncul kekhawatiran akan adanya reaksi negatif dari suporter, Ceballos justru disambut dengan ovasi hangat yang menyentuh hati.

Dalam komentarnya seusai laga, Ceballos mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali ke rumah. Ia menegaskan bahwa meskipun ia pernah bermain untuk klub besar sebelumnya, Betis saat ini telah berkembang menjadi entitas raksasa di Spanyol. Ceballos kini bertekad untuk memberikan kontribusi maksimal guna membalas kepercayaan yang diberikan oleh klub, rekan setim, hingga para penggemar yang telah menantinya selama ini.

Kebangkitan Nelson Deossa dan Taktik Pellegrini

Selain kembalinya Ceballos, sorotan tajam tertuju pada gelandang asal Kolombia, Nelson Deossa. Pemain yang sempat dirumorkan akan hengkang pada bursa transfer musim panas lalu ini, kini justru menjelma menjadi figur kunci dalam skema permainan Manuel Pellegrini. Deossa terpilih sebagai pemain terbaik atau MVP dalam laga melawan Getafe berkat performa dominannya di lapangan.

Pellegrini sendiri memuji kedewasaan dan fleksibilitas Deossa. Sang pelatih menegaskan bahwa ia selalu percaya pada potensi besar pemain tersebut. Di tangan dingin sang ‘Insinyur’, Deossa kini mampu beradaptasi di berbagai posisi, mulai dari gelandang bertahan hingga penyerang, memberikan variasi taktik yang sangat dibutuhkan oleh tim.

Ketegangan dengan Getafe dan Kontroversi Wasit

Di sisi lain, laga melawan Getafe tidak lepas dari drama di luar teknis pertandingan. Skuad asuhan José Bordalás pulang dengan rasa kecewa, bukan hanya karena kekalahan, tetapi juga terkait kepemimpinan wasit. Getafe merasa dirugikan oleh serangkaian keputusan kartu yang dianggap tidak konsisten. Kartu merah yang diterima Mario Martín menjadi sorotan utama, menambah daftar panjang pengusiran pemain Getafe musim ini.

Bordalás secara terbuka melayangkan protes, menyatakan bahwa timnya merasa diperlakukan berbeda dibandingkan lawan mereka. Ketegangan ini memicu debat mengenai standar wasit di LaLiga, terutama menyangkut penggunaan teknologi monitor yang dianggap kurang memberikan kejelasan dalam pengambilan keputusan krusial di lapangan.

Dengan koleksi 15 poin dari 18 angka yang tersedia, Real Betis kini menyamai perolehan poin Real Madrid di papan atas. Fokus Pellegrini dan anak asuhnya kini beralih sepenuhnya pada persiapan menghadapi Deportivo La Coruña di Stadion Riazor. Konsistensi menjadi kunci utama bagi Betis untuk tetap menjaga posisi mereka di papan atas, sementara para pemain seperti Ceballos dan Deossa diharapkan terus memberikan dampak positif bagi ambisi klub musim ini.