Gayatri Putri News – 21 September 2026 | BANJARMASIN – Kemarau ekstrem yang melanda Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hingga kini masih berdampak serius bagi kesehatan warga. Selain gangguan saluran pernapasan akibat kabut asap, penyakit diare juga mulai menyerang ratusan orang di kota berjuluk Seribu Sungai tersebut.
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mencatat sedikitnya 355 warga telah mengeluh mengalami diare. Gejala yang dialami para penderita umumnya dimulai dari rasa mual, muntah, pusing, hingga berlanjut ke diare.
Diare Jadi Tren Penyakit Kedua Setelah ISPA
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, menyampaikan bahwa keluhan penyakit diare kini menjadi tren kedua setelah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Angka 355 penderita tersebut dihimpun dari seluruh puskesmas yang tersebar di Banjarmasin.
“Kemarau ini penderita diare meningkat setiap pekannya, sekarang berjumlah 355 orang. Ini terindikasi karena krisis air bersih serta suhu panas yang mempercepat pertumbuhan kuman,” tuturnya.
Imbauan Pencegahan dari Dinas Kesehatan
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan dan melakukan langkah pencegahan secara preventif. Berikut beberapa upaya yang dianjurkan:
- Cuci tangan dengan sabun di air mengalir sebelum makan, sebelum mengolah makanan, dan setelah dari toilet.
- Konsumsi air bersih dengan memastikan air minum telah dimasak hingga mendidih sempurna.
- Jaga kebersihan makanan dengan mencuci bersih bahan makanan serta menghindari jajan di tempat yang tidak higienis.
- Kelola sampah dengan benar, termasuk menutup tempat sampah agar tidak memicu kedatangan lalat yang bisa hinggap di makanan.
Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, diharapkan penyebaran penyakit diare di Banjarmasin dapat ditekan, terutama di tengah musim kemarau yang masih berlangsung dan berdampak pada kualitas air bersih di wilayah tersebut.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






