Gayatri Putri News – 26 September 2026 | Tren tata rias dan fesyen pengantin di Kalimantan Selatan terus berkembang seiring perjalanan waktu. Namun, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Katalia Banjarmasin, Elly Rahmi, S.sos MM, menegaskan bahwa setiap perubahan gaya harus tetap berpijak pada identitas budaya Banjar. Hal itu disampaikannya usai dilantik pada Kamis (24/09/2026).
Dorong Kreativitas Anak Muda
Di tengah cepatnya perubahan tren, Elly juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan kreativitas tata rias dan fesyen pengantin. Menurutnya, anak muda harus diberi ruang lebih besar untuk berkreasi, namun tetap berpijak pada identitas budaya Banjar.
“Anak-anak muda memang harus kita bawa dan kita rangkul bersama,” ujarnya.
Elly menegaskan, Katalia Banjarmasin tidak akan membatasi perkembangan kreativitas para perias dan pelaku fesyen pengantin. Konsep pengantin modifikasi tetap dapat dikembangkan mengikuti selera zaman, dengan catatan tidak menghilangkan pakem adat yang menjadi ciri khas.
“Modifikasi di sini kami tidak melupakan pakem. Adat pengantin Banjar tetap menjadi pakem, tetapi bisa kita modifikasi,” tegasnya.
Contoh Modifikasi yang Tetap Berakar Budaya
Elly memberikan sejumlah contoh bagaimana unsur modern dapat dipadukan dengan tradisi. Beberapa di antaranya:
- Penggunaan tile, brokat, hingga kebaya yang dapat dipadukan dalam busana pengantin.
- Aksesori kepala seperti kembang goyang yang bisa dikembangkan dalam bentuk lebih modern tanpa menghilangkan unsur tradisionalnya.
- Penerapan konsep modifikasi pada riasan wajah dan penataan rambut yang tetap mempertahankan karakter pengantin Banjar.
“Boleh kita modifikasi, tetapi akar budaya yang ada di Kalimantan Selatan tetap ada,” katanya.
Prosesi Adat Harus Terus Diperkenalkan
Bagi penggiat seni tersebut, menjaga tradisi pengantin Banjar tidak cukup hanya melalui pakaian dan tata rias. Prosesi adat dalam rangkaian perkawinan juga harus tetap diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
Tradisi seperti mandi-mandi dan beantaran dinilainya sebagai bagian yang tidak seharusnya hilang di tengah perkembangan konsep pernikahan modern. Menurutnya, prosesi adat memiliki nilai budaya dan makna yang penting untuk diwariskan.
“Untuk pengantin itu tidak bisa kita hilangkan meskipun sekarang kita modifikasi. Semuanya bisa dimodifikasi, tetapi budaya dan akar tradisinya tetap kita pertahankan,” ujarnya lagi.
Regenerasi dan Penguatan Program Kerja
Elly mengungkapkan, regenerasi menjadi salah satu agenda yang akan didorong dalam kepengurusan DPC Katalia Banjarmasin. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program DPC dengan arah kebijakan DPD Katalia Provinsi Kalimantan Selatan yang dipimpin Hj. Siti Saniah MPd.
Selain regenerasi, program kerja ke depan akan diarahkan pada pengembangan kreativitas tata rias dan busana sekaligus memperkuat pelestarian budaya pengantin Banjar. Ia melihat tradisi pengantin Banjar memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bentuk pergelaran seni budaya.
“Pengantin Banjar tidak bisa lepas dari budaya yang ada di Kalimantan Selatan. Kalau digelar, itu bisa menjadi pergelaran seni budaya, tetapi isinya tetap pengantin Banjar,” jelasnya.
Ia menegaskan, perkembangan zaman justru harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya Banjar dalam kemasan yang lebih menarik, terutama kepada generasi muda.
Dukungan dari Komunitas Rakyat Banua Bersatu
Dukungan terhadap arah program tersebut datang dari Ketua Komunitas Rakyat Banua Bersatu (KRBB) Kalimantan Selatan, Noor Hafifah Adhani. Hafifah yang hadir dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD serta DPC Katalia mengapresiasi langkah organisasi yang membuka ruang bagi anak muda, termasuk para single parent, untuk terlibat dan mengembangkan potensi.
“Kita mengapresiasi program tersebut,” katanya.
Ia berharap KRBB dan Katalia dapat terus membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya Banua.
“Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih dan alhamdulillah karena sudah dilibatkan langsung dalam kegiatan Katalia Kota Banjarmasin. Ke depan, semoga kita bisa terus bersama-sama menjadi partner dalam setiap gerakan dan perjuangan untuk Banua,” pungkasnya.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






