Gayatri Putri News – 15 September 2026 | Feyenoord tampil dominan saat melawat ke MAC3PARK Stadion, Minggu lalu, dengan melibas tuan rumah PEC Zwolle tujuh gol tanpa balas. Kemenangan telak 0-7 ini tidak hanya menjadi catatan sejarah bagi klub, tetapi juga memicu krisis kepercayaan yang mendalam bagi kubu tuan rumah. Penampilan impresif skuad asuhan Robin van Persie ini disebut-sebut sebagai salah satu performa terbaik mereka musim ini, yang bahkan memancing perbandingan dengan gaya permainan Barcelona.
Dominasi Total dan Krisis di Kubu Zwolle
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Feyenoord langsung menguasai jalannya pertandingan. Dalam 15 menit pertama saja, tim tamu sudah menunjukkan intensitas tinggi yang membuat pertahanan PEC Zwolle tampak rapuh. Pengamat sepak bola Tijmen van Wissing menggambarkan jalannya laga sebagai sebuah penghinaan, di mana pemain Zwolle terlihat tidak berdaya dan gagal memenangkan duel kunci di area penalti.
Kritik tajam pun menghujani pelatih kepala PEC Zwolle, Henry van der Vegt. Mantan pemain Anco Jansen menyebut performa tim tuan rumah sebagai tindakan apatis. Menurutnya, kegagalan taktis dan kurangnya organisasi di lini belakang menjadi alasan utama mengapa Feyenoord dengan mudah membongkar pertahanan mereka. Tekanan kini tertuju pada direktur teknik Gerry Hamstra, yang dianggap bertanggung jawab atas kedalaman skuad yang dinilai tidak kompetitif untuk level Eredivisie.
Kebangkitan Nacho Ferri
Di balik pesta gol Feyenoord, sorotan khusus tertuju pada striker asal Spanyol, Nacho Ferri. Setelah sempat dikritik karena masa adaptasi yang lamban, Ferri akhirnya membuktikan ketajamannya dengan mencetak tiga gol ke gawang PEC Zwolle. Kecepatan dan kemampuan bekerja sama dengan rekan setimnya membuat banyak pihak, termasuk pakar Martijn Krabbendam, mulai memuji perkembangannya.
Meski Ferri belum mencapai level legendaris seperti Graziano Pelle di masa lalu, penampilannya kali ini memberikan sinyal positif bagi lini depan Feyenoord. Para suporter yang sempat meragukan kualitasnya kini mulai menarik kembali kritik mereka, meski diakui bahwa sang pemain masih dalam proses untuk menyamai standar yang ditinggalkan oleh Ayase Ueda.
Persaingan Gelar Juara yang Memanas
Mantan pemain Feyenoord, Michiel Kramer, turut memberikan pandangannya terkait kemenangan besar ini. Menurutnya, Feyenoord kini telah mencapai level permainan yang menempatkan mereka sebagai penantang serius dalam perburuan gelar juara Eredivisie musim ini. Kramer bahkan menilai perbedaan kualitas antara Feyenoord, Ajax, dan PSV saat ini tidak terlalu signifikan.
Sayangnya, kemenangan besar ini tidak bisa disaksikan langsung oleh pendukung Feyenoord di stadion akibat sanksi larangan tandang menyusul insiden pada laga melawan SC Cambuur. Kramer menyayangkan absennya suporter, karena atmosfer yang diciptakan oleh pendukung tandang biasanya menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain di lapangan.
Kemenangan telak Feyenoord atas PEC Zwolle ini menjadi penegasan bahwa tim asuhan Robin van Persie telah menemukan ritme permainan terbaik mereka setelah sempat belajar banyak dari kekalahan di kompetisi Eropa. Bagi PEC Zwolle, hasil ini merupakan titik nadir yang memaksa manajemen untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh jika tidak ingin terpuruk lebih dalam di klasemen. Masa depan pelatih dan jajaran teknis kini berada di persimpangan jalan, sementara Feyenoord siap menatap laga-laga selanjutnya dengan kepercayaan diri tinggi.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






