Gayatri Putri News – 16 September 2026 | Tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Kalimantan Selatan pada Minggu (13/9) menyisakan kisah perjuangan hidup yang dramatis. Kapal yang telah beroperasi selama 39 tahun tersebut karam di Laut Jawa, memaksa para kru untuk melakukan upaya penyelamatan diri di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Lima orang penyintas, yakni Akmal, Rizky, Fatir, Arman, dan seorang sopir asal Jawa Timur bernama Bambang, berhasil selamat berkat sebuah benda tak terduga. Mereka bertahan di tengah laut dengan berpegangan pada sebuah tabung elpiji 12Kg yang mengapung. Selama 10 jam, kelimanya harus berjuang melawan terjangan ombak setinggi 3 hingga 4 meter.
Berikut adalah beberapa fakta mengenai kondisi para korban dan situasi saat evakuasi:
- Para penyintas mengalami kram kaki akibat terlalu lama berada di air dan menahan beban tubuh di tengah guncangan ombak.
- Fatir, salah satu penyintas, sempat terjebak di dalam kamar sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri setelah kapal miring akibat hantaman truk fuso.
- Total terdapat 22 kru asal Jawa Barat di kapal tersebut, dengan 11 orang dinyatakan selamat.
- Proses pencarian terus dilakukan terhadap 9 korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Secara ilmiah, tabung elpiji 12Kg yang dalam keadaan kosong atau bertekanan rendah memang memiliki daya apung yang cukup kuat. Dalam situasi darurat di laut, benda ini sering kali menjadi alat bantu apung darurat bagi korban kecelakaan sebelum tim penyelamat tiba.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait telah menyiapkan posko DVI dan rumah sakit rujukan untuk menangani para korban selamat maupun keluarga yang masih menunggu kabar. Kisah para penyintas yang berpegangan pada tabung elpiji 12Kg ini menjadi bukti ketangguhan mental mereka di tengah musibah maut yang merenggut nyawa rekan-rekan sesama kru kapal.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






