Paris FC Melaju di Ligue 1: Rosenior Dihujat, Krasso di Ambang Pintu Keluar

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Paris FC Melaju di Ligue 1: Rosenior Dihujat, Krasso di Ambang Pintu Keluar

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 21 September 2026 | Paris FC terus mencuri perhatian di pentas Ligue 1 musim ini. Klub ibu kota itu sukses memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka setelah menundukkan Strasbourg dengan skor 2-1 pada laga yang berlangsung di kandang sendiri, Sabtu (19/9/2026). Namun, kemenangan tersebut tidak lepas dari kontroversi yang mewarnai jalannya pertandingan.

Dua gol Paris FC lahir dari aksi Ilan Kebbal pada menit ke-18 dan Pablo Pagis di menit ke-57. Strasbourg sempat memperkecil kedudukan melalui gol bunuh diri Moustapha Mbow di akhir laga. Hasil ini membawa Paris FC mengoleksi 11 poin dari lima pertandingan, menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen sementara, hanya terpaut dua angka dari AS Monaco yang memuncaki tabel dengan 13 poin, dan sejajar dengan Olympique Lyonnais di posisi kedua.

Rosenior Jadi Sasaran Hujatan Suporter Strasbourg

Laga melawan Strasbourg menyimpan cerita tersendiri bagi pelatih kepala Paris FC, Liam Rosenior. Pria asal Inggris itu sebelumnya menangani Strasbourg, sehingga pertemuan ini menjadi momen emosional baginya. Sayangnya, sebagian suporter tim tamu justru melontarkan nyanyian bernada hinaan yang ditujukan langsung kepadanya.

Pertandingan sempat dihentikan pada babak kedua akibat ulah segelintir oknum tersebut. Usai peluit panjang berbunyi, situasi sempat memanas ketika Rosenior berusaha mendekati tribun suporter Strasbourg, sebelum akhirnya ditarik menjauh oleh para pemainnya sendiri.

“Saya mengerti bahasa Prancis, saya tahu apa yang mereka katakan dan itu sudah keterlaluan. Strasbourg adalah kota yang hebat dan klub yang hebat, tetapi ada banyak alasan bagi saya untuk merayakan kemenangan dengan cara seperti itu,” ujar Rosenior seusai pertandingan. Ia menegaskan bahwa provokasi hanya datang dari sebagian kecil suporter yang memang tidak pernah mendukungnya selama berkarier di sana.

Rosenior sendiri didatangkan kembali ke Prancis oleh pemilik Paris FC, keluarga Arnault, setelah sempat menempuh periode sulit bersama Chelsea. Kepercayaan yang diberikan kepadanya kini terbayar dengan performa impresif klub di awal musim.

Persaingan Ketat di Lini Depan, Krasso Mulai Tersingkir

Di balik kesuksesan Paris FC, muncul persoalan internal menyangkut sosok penyerang Jean-Philippe Krasso. Pemain berusia 29 tahun itu disebut-sebut mulai kehilangan tempat di skuad utama sejak kedatangan sejumlah rekrutan baru seperti Pablo Pagis dan Lassine Sinayoko.

Musim lalu, Krasso menjadi andalan di lini depan dan tampil produktif. Namun, kebijakan rotasi yang diterapkan Rosenior membuat menit bermainnya menyusut drastis. Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa pemain kelahiran Stuttgart tersebut akan segera mencari klub baru.

Beberapa tim dikabarkan tertarik memanfaatkan situasi ini, di antaranya Le Mans dan FC Annecy dari Prancis, serta Real Oviedo dari Spanyol. Fleksibilitas Krasso yang mampu bermain sebagai ujung tombak, penyerang pendukung, maupun di sisi sayap menjadi nilai tambah yang membuat sejumlah klub kepincut. Kontraknya yang tersisa hingga Juni mendatang membuat peluang transfer pada jendela musim dingin semakin terbuka.

Peta Persaingan Ligue 1 Semakin Ketat

Posisi Paris FC di papan atas tidak lepas dari konsistensi mereka sepanjang awal musim. Berikut gambaran singkat klasemen sementara Ligue 1:

  • AS Monaco memimpin dengan 13 poin dari lima laga.
  • Olympique Lyonnais menyusul di posisi kedua dengan 11 poin setelah mengalahkan Rennes 4-0.
  • Paris FC berada di posisi ketiga dengan 11 poin, mengoleksi tiga kemenangan dan dua hasil imbang.
  • Paris Saint-Germain masih tertahan di peringkat keenam dengan 8 poin.

Sementara itu, Olympique Lyonnais tampil gemilang dengan menghancurkan Rennes 4-0. Ernest Nuamah mencetak dua gol, disusul kontribusi Zachary Athekame dan Corentin Tolisso. Laga tersebut sempat dihentikan sementara akibat spanduk penghinaan dari suporter Lyon terhadap fans Saint-Étienne.

Jejak Panjang Paris FC di Sepak Bola Komunitas

Di sisi lain, nama Paris FC juga lekat dengan komunitas perantau asal Aveyron di Prancis. Klub amatir FC Cantou yang berbasis di Paris bersama Cantou’lousain dari Toulouse rutin menggelar pertemuan tahunan. Pada September lalu, sekitar 60 pesepak bola dari kedua klub berkumpul untuk mengikuti turnamen mini di Vabre, diselingi menonton laga Rodez melawan Grenoble di Stade Paul-Lignon, serta menggelar sesi foto dengan jersey baru bersama manajer umum Rodez Aveyron Football, Greg Ursule.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari Wali Kota Rodez, Stéphane Mazars, yang menerima para peserta di balai kota. Rémy Gavalda, mantan presiden FC Cantou, menyebut momen itu sebagai wujud ikatan kuat antarperantau Aveyron yang terhubung melalui kecintaan pada sepak bola.

Dengan performa apik di lapangan dan dinamika skuad yang terus berkembang, Paris FC kini berada di persimpangan menarik. Di satu sisi, mereka berpeluang besar menembus kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, manajemen harus bijak menyelesaikan situasi Krasso agar tidak mengganggu kestabilan tim. Jika mampu menjaga momentum, bukan tidak mungkin Paris FC menjadi kejutan terbesar Ligue 1 musim ini.