Gayatri Putri News – 11 September 2026 | Turnamen tenis US Open 2026 telah mencapai fase krusial. Di tengah sorotan publik yang tertuju pada duel sesama petenis Amerika Serikat, Frances Tiafoe dan Ben Shelton, perhatian besar justru tertuju pada Alexander Zverev. Petenis asal Jerman ini sukses mencatatkan rekor impresif dengan menembus babak semifinal di keempat turnamen Grand Slam sepanjang musim 2026, sebuah pencapaian yang menegaskan konsistensinya di level tertinggi dunia.
Jalan Mulus Menuju Semifinal
Langkah Zverev menuju babak empat besar di New York terbilang cukup mulus, meski ia sempat melewati tantangan berat di awal turnamen. Keberhasilan para unggulan utama yang tersingkir lebih awal, seperti Taylor Fritz, Alex de Minaur, dan Felix Auger-Aliassime, membuka lebar jalan bagi Zverev. Kini, ia hanya terpaut satu langkah dari final Grand Slam ketiganya secara berturut-turut.
Dalam perjalanannya, Zverev telah menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Setelah sempat dipaksa bermain lima set dalam dua pertandingan pembuka, ritme permainannya kini semakin padu. Servis yang tajam dan pukulan forehand yang akurat menjadi senjata utama yang membawanya melaju ke semifinal setelah menundukkan Botic van de Zandschulp dengan skor meyakinkan 6:2, 7:5, 6:1.
Tantangan dari Karen Khachanov
Di babak semifinal, Zverev akan menghadapi petenis non-unggulan, Karen Khachanov. Meski peringkatnya sempat merosot hingga posisi ke-50 dunia tahun ini, Khachanov tetap menjadi lawan yang sangat diwaspadai. Petenis asal Rusia ini dikenal dengan permainan yang ulet dan kemampuan untuk memaksa lawan bekerja keras di setiap poin. Bagi Khachanov, keberhasilan menembus semifinal US Open 2026 merupakan titik balik setelah serangkaian hasil buruk di musim ini.
Secara statistik, Zverev memegang keunggulan 6-3 dalam rekam jejak pertemuan mereka. Namun, Zverev menyatakan kekecewaannya terkait jadwal pertandingan yang ditetapkan panitia. Ia harus bermain pada sesi sore hari, sebuah perubahan ritme yang menurutnya tidak menguntungkan dibandingkan dengan para pemain yang memiliki waktu istirahat lebih panjang. Meski demikian, ambisinya untuk meraih gelar Grand Slam keduanya tahun ini—setelah sukses di Roland Garros—tetap tidak tergoyahkan.
Statistik Performa Zverev di 2026
Berikut adalah catatan impresif yang mengiringi langkah Zverev di musim 2026:
- Mencapai babak semifinal di keempat turnamen Grand Slam (Australian Open, Roland Garros, Wimbledon, dan US Open).
- Mencatatkan 23 kemenangan di ajang Grand Slam sepanjang musim 2026, memecahkan rekor Boris Becker (22 kemenangan pada 1989).
- Memiliki catatan kemenangan yang dominan melawan pemain non-unggulan di turnamen besar tahun ini.
Bagi Zverev, laga melawan Khachanov bukan sekadar perebutan tiket final, melainkan upaya untuk menghapus trauma kekalahan menyakitkan di final US Open 2020. Saat itu, ia kehilangan keunggulan dua set melawan Dominic Thiem. Kini, dengan kematangan mental dan fisik yang lebih baik, Zverev bertekad untuk memastikan bahwa sejarah kelam tersebut tidak terulang kembali.
Jika Zverev berhasil mengalahkan Khachanov, ia akan melangkah ke babak final dengan kepercayaan diri tinggi. Dengan absennya nama-nama besar seperti Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner di fase akhir turnamen, peluang Zverev untuk mengangkat trofi juara di New York terbuka sangat lebar. Dunia tenis kini menunggu apakah ia mampu mengonversi konsistensinya sepanjang musim menjadi gelar juara bergengsi di lapangan keras Arthur Ashe Stadium.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





