Medali Emas Bulutangkis Indonesia di Ujung Tanduk: Pesan Tegas Taufik Hidayat untuk Leo/Daniel

Avatar Rizky

by

Published

Last update

5 menit

Read Time

Medali Emas Bulutangkis Indonesia di Ujung Tanduk: Pesan Tegas Taufik Hidayat untuk Leo/Daniel

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 29 September 2026 | Jakarta — Perjuangan tim bulutangkis Indonesia pada ajang multievent bergengsi tahun ini memasuki babak paling menentukan. Setelah memastikan medali emas dari sektor beregu putra dan medali perunggu dari beregu putri, dua wakil Tanah Air di nomor perorangan, yakni ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin serta ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, melangkah ke partai final yang digelar Selasa (29/9/2026).

Namun, harapan untuk menambah koleksi emas sempat pupus lebih dulu dari sektor ganda campuran. Amri/Nita harus mengakui keunggulan pasangan Jiang Zhen Bang/Wei Yaxin usai bermain dua gim dengan skor 19-21 dan 8-21. Kekalahan tersebut membuat mereka puas membawa pulang medali perak, sekaligus menambah pundi-pundi medali kontingen Merah Putih.

Kegagalan itu membuat seluruh asa bulutangkis Indonesia kini bertumpu pada pundak Leo/Daniel. Pasangan muda ini akan menghadapi Liang Wei Keng/Wang Chang pada laga puncak yang diprediksi berjalan ketat.

Pesan Taufik Hidayat: Kuncinya Ada pada Anak-Anak

Legenda bulutangkis Indonesia yang kini menjabat Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, memberikan komentar santai namun sarat makna. Ia mengaku masih bisa bernapas lega karena ganda putra dan ganda campuran mampu menembus final.

“Masih bernapas lega karena ada ganda putra dan mix double. Semoga bisa mendapat tambahan emas. Tapi kuncinya semua ada pada anak-anak,” ujar Taufik dalam video yang diunggah akun sosial media PBSI.

Menurut Taufik, pertarungan di partai final tidak lagi soal peringkat. Ia menilai level permainan para pemain di lapisan atas sudah relatif seimbang sehingga ranking bukan jaminan kemenangan.

“Sebenarnya kalau level atas sama saja ya. Kalau ranking kayak given saja. Yang penting dia siap, dan bagus kemarin mereka mengalahkan ranking satu,” kata Taufik.

Ia menegaskan bahwa status ranking tiga yang disandang Leo/Daniel tidak otomatis membuat mereka diunggulkan atau sebaliknya. Baginya, siapa pun yang sudah sampai di final berarti telah menunjukkan performa terbaik.

“Tapi jangan jadi pertanyaan juga, ranking 3 harusnya menang atau gimana. Tapi ini sudah final, enggak ada ranking 1 atau dua, seharusnya sudah maksimal lah semua,” tegasnya.

Olahraga sebagai Gaya Hidup dan Aksi Sosial

Di sisi lain, semangat berolahraga tidak hanya tumbuh di kalangan atlet elit. Masyarakat perkotaan kini semakin menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus sarana kepedulian sosial. Salah satu contohnya adalah Cibis Night Run 2026 yang digelar di kawasan Cibis Park, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang telah berlangsung tahunan sejak 2022 itu mengajak lebih dari 300 peserta berlari sejauh 5 kilometer sekaligus mendukung bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur dan kebakaran hutan dan lahan.

Direktur 2 Cibis Park, Markos Saman, menyebut kegiatan tersebut menggabungkan olahraga dengan kepedulian sosial. Mengusung tema “Run The Night – Share The Light”, acara itu melibatkan pekerja perkantoran, komunitas, dan warga sekitar.

“Melalui Cibis Night Run 2026, kami ingin mendorong semangat hidup sehat sekaligus membangun kepedulian sosial di antara para pekerja, komunitas, dan masyarakat,” ujar Markos. Dalam program sosial itu, Cibis Park bekerja sama dengan Yayasan Dompet Dhuafa sebagai mitra penerima dan penyalur donasi.

Selain lari malam pada pukul 18.30 WIB, rangkaian acara mencakup Mini Expo, registrasi peserta, pertunjukan tari oleh Mollucan Soul, hingga pengundian doorprize. Penyelenggaraan berkelanjutan dinilai menjadi cara membuka ruang interaksi antara kawasan perkantoran, tenant, komunitas, dan masyarakat.

Menjaga Kebugaran Tanpa Harus ke Gym

Bagi mereka yang ingin memulai hidup sehat dari rumah, sejumlah pilihan olahraga sederhana dapat menjadi alternatif. Latihan angkat beban, misalnya, tidak selalu memerlukan barbel atau dumbbell karena berat badan sendiri bisa dimanfaatkan melalui gerakan seperti push up, squat, plank, lunges, dan burpee.

  • Latihan beban tubuh: lakukan tiga set awal, lalu tingkatkan bertahap hingga tujuh sampai sepuluh repetisi.
  • Kardio: aerobik, pound fit, atau kick boxing dapat diikuti melalui kelas daring.
  • Yoga: membantu meredakan ketegangan, memperbaiki pola tidur, dan melatih keseimbangan.
  • Tinju: menjadi pilihan untuk mengurangi stres dengan peralatan yang terjangkau.

Aktivitas fisik memang tidak hanya berdampak pada kebugaran, tetapi juga pada kesiapan mental. Sebuah rangkuman kebiasaan pagi para miliarder menunjukkan bahwa 20 dari 36 orang yang diteliti rutin berolahraga, sementara 3 lainnya memulai hari dengan meditasi. Sebanyak 8 dari 36 orang bahkan bangun sebelum pukul 06.00 untuk memberi waktu tenang sebelum aktivitas padat.

Waspadai Hematoma Akibat Benturan Keras

Di balik manfaatnya, olahraga kontak fisik seperti sepak bola, rugbi, dan hoki menyimpan risiko cedera. Dokter sekaligus dosen IPB University, dr Agil Wahyu Wicaksono, menjelaskan bahwa benturan keras dapat menyebabkan hematoma, yakni penumpukan darah di luar pembuluh darah akibat kerusakan arteri, vena, atau kapiler di jaringan otot.

“Hematoma ini terjadi ketika darah keluar dari pembuluh darah yang mengalami kerusakan dan terkumpul di jaringan otot yang mengalami benturan,” ujar dr Agil.

Ia menambahkan, hematoma tidak selalu berasal dari benturan langsung. Tarikan atau beban berlebihan juga dapat merobek serabut otot dan merusak pembuluh darah di dalamnya. Jika darah terperangkap di lapisan pembungkus otot, tekanan jaringan meningkat dan berpotensi mengganggu aliran darah serta fungsi otot.

Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan apabila mengalami tanda-tanda berikut:

  • Bengkak yang cepat membesar;
  • Nyeri yang semakin berat;
  • Anggota tubuh cedera sulit digerakkan;
  • Terjadi perubahan bentuk pada area cedera;
  • Kondisi tidak membaik bahkan semakin memburuk.

Dengan mengenali gejala sejak dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga pemulihan berjalan optimal.

Dari lapangan bulutangkis hingga jalanan perkotaan, olahraga terus menunjukkan perannya yang luas: sebagai arena prestasi, sarana gaya hidup, hingga penggerak solidaritas sosial. Prestasi Leo/Daniel di partai final nanti akan menjadi penentu apakah Indonesia menutup perhelatan ini dengan tambahan emas, sementara masyarakat diingatkan bahwa menjaga kebugaran harus tetap dibarengi dengan kewaspadaan terhadap risiko cedera.