Masa Depan Suram Timnas Argentina: Leandro Paredes Pertimbangkan Pensiun Dini

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Masa Depan Suram Timnas Argentina: Leandro Paredes Pertimbangkan Pensiun Dini

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 03 September 2026 | Kabar mengejutkan datang dari markas besar sepak bola Argentina. Gelandang senior Leandro Paredes baru-baru ini mengisyaratkan kemungkinan dirinya akan segera mengakhiri karier internasionalnya bersama La Albiceleste. Keputusan ini muncul di tengah masa sulit yang sedang dihadapi tim nasional pasca gelaran Piala Dunia 2026 yang penuh dengan insiden dan kekecewaan.

Sanksi Berat dan Dampak Psikologis

Paredes saat ini tengah menjalani masa skorsing panjang selama 10 pertandingan setelah dinyatakan terlibat dalam keributan seusai laga final Piala Dunia melawan Spanyol. Insiden tersebut melibatkan tindakan kekerasan di lapangan, di mana Paredes dilaporkan melakukan kontak fisik agresif terhadap pemain lawan, yakni Eric Garcia dan Gavi. Akibat tindakannya, otoritas sepak bola menjatuhkan sanksi berat yang tidak hanya mencakup larangan bermain, tetapi juga denda finansial sebesar 90.000 dolar AS atau sekitar 1,5 miliar Rupiah.

Hukuman ini menjadi pukulan telak bagi pemain berusia 32 tahun tersebut. Dengan jadwal pertandingan internasional yang terbatas, sanksi 10 laga ini berarti Paredes berpotensi baru bisa kembali merumput bersama tim nasional paling cepat pada November 2027. Ketidakpastian mengenai masa depan kariernya di bawah asuhan pelatih Lionel Scaloni membuat sang pemain semakin bimbang untuk tetap bertahan.

Era Baru Tanpa Lionel Messi

Selain faktor sanksi, keputusan sang megabintang Lionel Messi untuk pensiun dari sepak bola internasional menjadi faktor pemicu utama keraguan Paredes. Messi, yang telah membela Argentina selama lebih dari dua dekade, merupakan simbol sekaligus pusat permainan yang membawa generasi emas Argentina meraih berbagai gelar prestisius, termasuk Piala Dunia 2022 dan dua gelar Copa América. Paredes mengakui bahwa atmosfer di dalam tim tidak akan pernah sama lagi tanpa kehadiran sang kapten.

Kepergian Messi menandai berakhirnya sebuah era yang sangat dominan dalam sejarah sepak bola Argentina. Bagi banyak pemain senior, transisi menuju generasi baru terasa sangat berat. Paredes menyadari bahwa waktunya mungkin telah sampai di penghujung jalan, dan ia mulai memikirkan untuk memberi kesempatan bagi pemain-pemain muda yang lebih bugar untuk mengambil alih tongkat estafet perjuangan La Albiceleste.

Ketidakpastian di Tengah Gejolak Nasional

Situasi sulit yang menimpa tim nasional ini terjadi bertepatan dengan kondisi politik Argentina yang juga tengah memanas. Presiden Javier Milei baru-baru ini menegaskan komitmen pemerintahannya untuk membela kepentingan nasional, termasuk dalam sengketa kedaulatan Kepulauan Falkland yang kembali menjadi perhatian publik. Meskipun fokus utama negara saat ini adalah pada masalah kedaulatan, perhatian terhadap masa depan tim nasional tetap menjadi sorotan utama bagi masyarakat Argentina yang sangat mencintai sepak bola.

Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para pemain, mural besar Lionel Messi masih menghiasi berbagai sudut ruang publik di Buenos Aires. Keberadaan karya seni tersebut menjadi pengingat akan warisan besar yang ditinggalkan sang legenda, meski kini tim nasional harus berjuang menata ulang kekuatan di tengah krisis identitas dan absennya sosok pemimpin di lapangan.

Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari Paredes terkait pengunduran dirinya. Ia berencana untuk segera melakukan pembicaraan empat mata dengan pelatih Lionel Scaloni guna mendiskusikan langkah yang paling tepat bagi karier profesionalnya dan masa depan tim nasional. Kehilangan sosok berpengalaman seperti Paredes tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Argentina yang sedang berusaha bangkit dari kegagalan mempertahankan gelar juara dunia.

Pada akhirnya, masa depan Leandro Paredes di tim nasional Argentina kini berada di persimpangan jalan. Kombinasi antara sanksi disiplin yang berat, usia yang tidak lagi muda, serta hilangnya sosok inspiratif dalam diri Lionel Messi, menjadi alasan kuat mengapa pensiun menjadi opsi yang sangat realistis baginya. Publik sepak bola Argentina kini hanya bisa menunggu keputusan akhir yang akan menentukan apakah sang gelandang akan kembali berjuang atau memilih untuk mengakhiri pengabdiannya lebih awal.