Gayatri Putri News – 03 September 2026 | Kawasan Tumbang Nusa di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, kembali diselimuti kekhawatiran akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali meluas pada Minggu (30/8/2026) malam. Langit di sekitar lokasi tersebut tampak memerah akibat kobaran api yang terlihat jelas dari ruas jalan utama, sebagaimana terekam dalam video amatir warga yang viral di media sosial.
Tantangan Lahan Gambut
Fenomena ini menyoroti kembali betapa sulitnya memadamkan karhutla di wilayah tersebut. Karakteristik lahan gambut yang mendominasi kawasan Tumbang Nusa menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan. Meskipun api di permukaan terlihat telah padam, bara panas sering kali masih tersimpan di bawah tanah dan dapat muncul kembali ke permukaan saat kondisi cuaca kering atau terkena tiupan angin kencang.
Upaya Mitigasi dan Penanganan
Pemerintah dan aparat keamanan sebelumnya telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, di antaranya:
- Pengerahan ratusan personel gabungan untuk memadamkan titik api.
- Penggunaan teknologi water bombing melalui helikopter khusus.
- Pembangunan embung dan jalur air permanen sebagai cadangan air darurat.
Pihak kepolisian, termasuk Polda Kalimantan Tengah, telah memberikan perhatian serius terhadap kawasan ini mengingat potensi kerugian lingkungan yang besar. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai luasan lahan yang terbakar dalam peristiwa terbaru tersebut, apakah itu titik api baru atau kemunculan kembali bara lama.
Masyarakat yang melintas di kawasan Tumbang Nusa diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Kepulan asap dikhawatirkan dapat mengganggu jarak pandang pengendara. Pemerintah daerah juga terus mengimbau agar setiap laporan karhutla segera disampaikan agar investigasi serta penanganan teknis dapat dilakukan dengan cepat guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






