Klopp Debut Pahit: Jerman Ditahan Belanda, Musiala Cedera di Laga Nations League

Avatar Rizky

by

Published

Last update

3 menit

Read Time

Klopp Debut Pahit: Jerman Ditahan Belanda, Musiala Cedera di Laga Nations League

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 26 September 2026 | Laga pembuka UEFA Nations League antara Belanda dan Jerman di Amsterdam berakhir dengan skor 1-1, Kamis malam, namun pertandingan ini meninggalkan cerita yang jauh lebih kompleks daripada sekadar hasil imbang. Debut Jurgen Klopp sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman diwarnai drama cedera, taktik pressing yang mengesankan, dan gol penyama kedudukan di menit akhir yang menghancurkan harapan Die Mannschaft meraih kemenangan pertama di era baru mereka.

Musiala Cedera Sebelum Kick-off

Pukulan pertama datang sebelum pertandingan dimulai. Gelandang Bayern Munich, Jamal Musiala, yang semula masuk dalam rencana starting line-up Klopp, terpaksa dicoret setelah mengalami cedera robekan serat otot pada paha kanannya. Cedera tersebut terjadi saat sesi persiapan menjelang laga, dan pemeriksaan lanjutan memastikan bahwa pemain berusia 23 tahun itu harus meninggalkan kamp tim nasional dan kembali ke Munich untuk menjalani perawatan.

Absennya Musiala memaksa Klopp melakukan penyesuaian mendadak. Nadiem Amiri diturunkan sebagai pengganti, sementara situasi ini juga mempercepat pemanggilan dua pemain lain, yakni gelandang Liverpool Florian Wirtz dan penyerang Eintracht Frankfurt Jonathan Burkardt, yang seharusnya baru bergabung pada jadwal berikutnya. Cedera Musiala diperkirakan akan menepisnya selama beberapa minggu, meski durasi pasti pemulihannya masih bergantung pada perkembangan rehabilitasi.

Pressing Seluruh Tim Jadi Sorotan

Meski kehilangan salah satu pemain kreatifnya, tangan Klopp mulai terlihat dalam pertandingan ini. Momen paling mencuri perhatian terjadi ketika pelatih berusia 59 tahun itu memberikan isyarat tangan sederhana dari pinggir lapangan, dan seketika seluruh sebelas pemain Jerman melesat menekan bola secara serentak. Aksi pressing kolektif itu menjadi gambaran awal identitas yang coba dibangun Klopp di tim nasional.

Pendekatan tersebut sempat membuat Belanda kesulitan mengembangkan permainan, meski tuan rumah tetap mendominasi penguasaan bola secara keseluruhan. Jerman sempat unggul lebih dulu melalui gol Felix Nmecha di babak pertama, memanfaatkan penyelesaian jarak dekat setelah sebelumnya gol Virgil van Dijk dianulir karena Brian Brobbey dinilai menghalangi kiper Marc-Andre ter Stegen.

Peluang Terbuang dan Gol Menit Ke-91

Klopp juga menyoroti ketajaman lini serangnya, terutama Karim Adeyemi, yang membuang dua peluang emas di babak pertama dan kedua. Kegagalan memaksimalkan peluang itu akhirnya terbayar mahal ketika Cody Gakpo, mantan pemain asuhan Klopp di Liverpool, mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-91. Gol tersebut memastikan Belanda mencuri satu poin di hadapan pendukung sendiri dan memperpanjang catatan buruk Jerman.

Hasil imbang ini memperpanjang tren tanpa kemenangan Die Mannschaft menjadi tiga pertandingan beruntun, mencakup satu hasil imbang dan dua kekalahan, termasuk kekalahan memalukan dari Paraguay di Piala Dunia beberapa waktu lalu. Jerman kini menuai kritik, meski secara permainan menunjukkan tanda-tanda perbaikan di bawah Klopp.

Van Hecke Dapat Penilaian Campuran

Di kubu Belanda, penampilan bek Tottenham Hotspur, Jan Paul van Hecke, mendapat penilaian beragam dari media setempat. Pemain berusia 26 tahun itu tampil penuh sepanjang laga dan disebut mengalami momen kurang beruntung dalam pertandingan tersebut. Van Hecke, yang dibeli Tottenham dengan harga 52 juta poundsterling dari Brighton pada musim panas lalu, memang masih dalam proses adaptasi di London Utara, meski sebelumnya sempat mencetak gol pertamanya untuk Spurs saat timnya kalah 3-2 dari Aston Villa.

Jadwal Berikutnya: Jerman vs Yunani

Jerman tidak punya banyak waktu untuk meratapi hasil imbang ini. Mereka akan menjamu Yunani di WWK Arena, Augsburg, pada Minggu malam dalam laga Nations League A pekan kedua. Yunani datang dengan modal kemenangan dramatis 2-1 atas Serbia di Belgrade, berkat gol Christos Tzolis dan Anastasios Douvikas di babak kedua, memutus tren lima pertandingan tanpa kemenangan mereka.

Menarik untuk disimak apakah Klopp mampu meracik ulang lini tengahnya tanpa Musiala, dan apakah pressing agresif yang menjadi ciri khasnya bisa membawa Jerman meraih kemenangan pertama di era kepelatihannya. Laga melawan Yunani menjadi ujian sekaligus peluang untuk membuktikan bahwa proyek baru tim nasional Jerman berjalan di jalur yang tepat.