Gayatri Putri News – 29 September 2026 | Pertandingan sengit antara Columbus Crew dan Inter Miami di ScottsMiracle-Gro Field berakhir dengan drama yang pahit bagi tim tamu. Kecemerlangan Lionel Messi kembali menjadi sorotan, namun kelengahan disiplin dan rapuhnya pertahanan di menit-menit akhir membuat Inter Miami harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 2-1. Hasil ini tentu berdampak signifikan pada peta persaingan klasemen, di mana Columbus Crew berhasil mengamankan tiga poin penuh di hadapan pendukung sendiri, sementara Inter Miami harus puas pulang dengan tangan hampa.
Jalannya Pertandingan: Penalti Martinez dan Jawaban Messi
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Columbus Crew tampil menekan. Tim tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-28 melalui titik putih. Josef Martinez, mantan penyerang Inter Miami, dengan tenang mengeksekusi penalti setelah ia dijatuhkan oleh Yannick Bright di dalam kotak terlarang. Keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Lima menit berselang, tepatnya pada menit ke-33, Lionel Messi mencetak gol penyeimbang yang luar biasa. Berawal dari tendangan bebas di sudut sempit sisi kanan kotak penalti, La Pulga melepaskan tembakan melengkung ke sudut kiri atas gawang yang tidak mampu dijangkau oleh kiper Columbus, Patrick Schulte.
Gol tersebut merupakan gol ke-21 Messi di Major League Soccer (MLS) musim ini, yang menempatkannya sebagai top skor sementara. Ia telah menyumbang hampir sepertiga dari total gol Inter Miami di liga. Meski menguasai bola hingga 56 persen, Inter Miami hanya mampu mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Struktur taktis 3-4-3 yang diterapkan pelatih untuk memberikan kebebasan kreatif kepada Messi justru membuat lini belakang kerap kali kewalahan menghadapi tekanan tanpa henti dari Columbus Crew.
Kartu Merah Morales dan Gol Penentu Thiare
Babak kedua berjalan dengan tempo yang semakin tinggi. Messi terus berupaya menambah keunggulan, namun upayanya masih dapat digagalkan oleh Patrick Schulte atau melenceng dari gawang. Petaka bagi Inter Miami datang pada masa injury time. Pemain pengganti Santiago Morales menerima kartu kuning kedua setelah dinilai sengaja mengulur waktu dengan membuang bola. Kartu merah tersebut memaksa Inter Miami bermain dengan sepuluh orang pada menit 90+6.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan oleh Columbus Crew. Dua menit berselang, tepatnya pada menit ke-98, serangan balik cepat menghasilkan gol kemenangan. Tembakan jarak jauh Brais Mendez gagal ditangkap dengan sempurna oleh kiper Rocco Rios Novo, dan bola rebound langsung disambar oleh Jamal Thiare dengan tembakan keras yang menggetarkan jala gawang Inter Miami. Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis 2-1 bagi tuan rumah dan membuat Messi serta rekan-rekannya tertunduk lesu.
Dampak pada Klasemen dan Catatan Statistik
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Inter Miami untuk memperbaiki posisi di klasemen MLS. Columbus Crew yang berhasil memanfaatkan momentum bermain di kandang sendiri kini mengamankan tiga poin penting dalam perebutan tiket ke babak play-off. Berikut adalah ringkasan statistik kunci dari pertandingan tersebut:
- Penguasaan Bola: Inter Miami 56% – 44% Columbus Crew
- Tembakan Tepat Sasaran: Inter Miami 3 – 6 Columbus Crew
- Gol: Josef Martinez (28′ penalti), Lionel Messi (33′), Jamal Thiare (90+8′)
- Kartu Merah: Santiago Morales (90+6′)
Lini belakang Inter Miami yang diisi trio bek harus bekerja keras sepanjang pertandingan. Kiper Rocco Rios Novo tampil cukup baik dengan empat penyelamatan penting, namun ia tak berdaya menghentikan penalti pada babak pertama dan kebobolan lewat penyelesaian klinis dari jarak dekat pada penghujung laga. Sementara itu, Columbus Crew juga sempat mendapat nasib sial setelah tiang dan mistar gawang menggagalkan tiga percobaan terpisah dari Anass Zaroury sebelum Thiare memastikan kemenangan.
Analisis dan Harapan ke Depan
Bagi Inter Miami, kekalahan ini menyoroti masalah disiplin yang serius. Kartu merah Morales terbukti sangat mahal karena terjadi di momen krusial ketika tim sedang berjuang untuk setidaknya meraih satu poin. Selain itu, kurangnya mobilitas di lini belakang dalam sistem tiga bek membuat mereka rentan terhadap serangan balik cepat lawan. Meskipun Messi kembali menunjukkan kelasnya dengan gol tendangan bebas legendaris, kontribusi individu pemain berusia 38 tahun itu tidak akan cukup jika tidak diimbangi dengan soliditas tim secara keseluruhan.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Columbus Crew untuk menjaga asa bersaing di papan atas klasemen. Mereka menunjukkan mentalitas juara dengan tidak menyerah hingga detik terakhir, bahkan ketika beberapa peluang emas gagal dikonversi menjadi gol. Kini, Inter Miami harus segera berbenah dan fokus pada pertandingan berikutnya untuk menghindari tren negatif yang dapat menjauhkan mereka dari zona play-off. Pertanyaan besar pun muncul: mampukah Messi dan kawan-kawan bangkit, atau akankah inkonsistensi ini menjadi batu sandungan utama di sisa musim?
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






