Kisah Lengkap Lionel Messi: Dari Tendangan Bebas Mustahil hingga Momen Perpisahan Emosional di Piala Dunia 2026

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Kisah Lengkap Lionel Messi: Dari Tendangan Bebas Mustahil hingga Momen Perpisahan Emosional di Piala Dunia 2026

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 29 September 2026 | Nama Lionel Messi kembali menjadi sorotan utama dunia sepak bola dalam sepekan terakhir. Dari aksi individu spektakuler bersama Inter Miami, ketegangan di lapangan, hingga momen perpisahan penuh haru di panggung Piala Dunia 2026, kapten tim nasional Argentina itu seakan menegaskan bahwa usianya yang menginjak 39 tahun tidak pernah menjadi penghalang untuk tetap menjadi pusat perhatian.

Aksi Tendangan Bebas dari Sudut Mustahil

Panggung Major League Soccer (MLS) menjadi saksi bisu salah satu gol paling tidak masuk akal dalam karier Messi. Dalam laga melawan Columbus Crew di ScottsMiracle-Gro Field, Columbus, Ohio, ia mencetak gol tendangan bebas dari sudut yang nyaris mustahil, tepatnya di antara kotak penalti dan tiang bendera sudut.

Momen itu terjadi pada menit ke-33. Messi melepaskan tendangan kaki kiri yang melengkung melewati kiper Patrick Schulte dan bersarang di sudut atas gawang. Gol tersebut menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah Josef Martínez membuka keunggulan lewat penalti pada menit ke-28.

Rekaman video yang diambil dari tribun belakang Messi maupun dari belakang gawang langsung viral di media sosial. Unggahan MLS yang menampilkan momen tersebut meraup lebih dari 26 ribu suka. Sayangnya, kerja keras Messi tidak berbuah manis karena Columbus Crew akhirnya menang 2-1 lewat gol kemenangan Jamal Thiare pada menit ke-99.

Dengan tambahan satu gol itu, Messi kini diperkirakan telah mengoleksi 76 gol tendangan bebas sepanjang kariernya. Ia berada di posisi kedua sepanjang masa, hanya terpaut dua gol dari rekor Marcelinho Carioca yang mengoleksi 78 gol.

Ketegangan dengan Santiago Rodríguez yang Viral

Selain aksi briliannya, laga tersebut juga diwarnai ketegangan antara Messi dan gelandang Uruguay, Santiago Rodríguez. Keributan meletus pada babak pertama setelah keduanya terlibat benturan. Situasi sempat memanas hingga keduanya harus dipisahkan untuk mencegah konflik yang lebih besar.

Analisis gerak bibir yang beredar luas mengungkap isi perdebatan keduanya. Messi terlihat mempertanyakan sikap Rodríguez dengan ucapan yang menyinggung soal rasa hormat. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memulai masalah, namun merasa diperlakukan tidak hormat.

Ketegangan itu berlanjut ke media sosial. Rodríguez mengunggah foto yang memperlihatkan ekspresi kesal Messi dengan keterangan bernada sindiran seusai kemenangan Columbus Crew. Unggahan tersebut langsung memicu reaksi keras dari para penggemar Messi di berbagai platform digital.

Pesan Emosional Lamine Yamal Usai Final Piala Dunia 2026

Di panggung yang lebih besar, sepak bola dunia menyaksikan momen pergantian generasi yang mengharukan. Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina lewat gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Kemenangan itu menobatkan Lamine Yamal, yang baru berusia 19 tahun, sebagai juara dunia sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai talenta paling bersinar saat ini.

Bagi Messi, kekalahan tersebut menjadi penutup yang menyentuh bagi karier internasionalnya yang penuh kisah. Tak lama setelah turnamen, ia memutuskan mundur dari tim nasional, menyaksikan generasi baru mengangkat trofi ikonik untuk pertama kalinya.

Di tengah perayaan Spanyol, Yamal menyempatkan diri mencari Messi untuk menyampaikan rasa hormatnya. Dalam wawancara dengan The Guardian, pemain muda Barcelona itu mengungkapkan isi percakapan mereka. Ia menyampaikan terima kasih atas segala hal yang telah Messi berikan kepada sepak bola, dan menegaskan bahwa gestur tersebut murni datang dari hati, bukan sekadar untuk kamera.

Yamal juga menyinggung foto viral dirinya saat masih bayi yang dimandikan oleh Messi. Ia mengaku sempat meminta sang ayah menghapus unggahan foto tersebut di media sosial karena enggan dibandingkan secara berlebihan. Menurutnya, ia ingin dikenal sebagai Lamine, bukan sebagai Messi, dan bertekad mencapai prestasi dengan caranya sendiri.

Nominasi Balón de Oro dan Perombakan di Inter Miami

Nama Messi kembali mencuat menjelang ajang penghargaan Balón de Oro 2026. Setelah voting ditutup, akun resmi penghargaan tersebut mengunggah video berisi tiga gol Messi bersama Inter Miami. Postingan itu memicu spekulasi di kalangan penggemar, meski pihak penyelenggara belum mengonfirmasi hasil apa pun.

Messi masuk dalam daftar 30 nominasi Balón de Oro 2026, menjadikannya nominasi ke-17 sepanjang karier. Ia hanya terpaut satu nominasi dari rekor Cristiano Ronaldo yang mengoleksi 18 nominasi. Penghargaan ini akan diumumkan dalam seremoni di London pada 26 Oktober 2026, yang untuk pertama kalinya digelar di kota tersebut sekaligus merayakan 70 tahun penghargaan bergengsi ini.

Di sisi lain, Inter Miami terus merombak struktur timnya. Klub tersebut resmi menunjuk Tomás Costa, mantan pemain Alianza Lima, sebagai salah satu asisten pelatih. Costa akan bekerja mendampingi Cristian González, yang baru diperkenalkan sebagai pelatih kepala. Keduanya pernah bekerja sama di Rosario Central dan CA Unión de Santa Fe. Costa sendiri memiliki pengalaman bermain di Argentina, Chile, Uruguay, FC Porto, dan CFR Cluj sebelum beralih ke dunia kepelatihan.

Dinamika Baru di Sepak Bola Amerika

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa kehadiran Messi di sepak bola Amerika Serikat membawa dampak besar, tidak hanya dari sisi teknis tetapi juga dari sisi komersial dan emosional. Setiap aksinya, baik berupa gol spektakuler maupun ketegangan di lapangan, selalu menjadi bahan perbincangan global.

Di usia yang tidak lagi muda, Messi tetap menjadi magnet utama MLS. Sementara itu, generasi baru seperti Lamine Yamal mulai mengambil alih panggung dengan cara mereka sendiri, menciptakan narasi baru dalam sejarah sepak bola dunia.

Perjalanan Messi menuju penghujung karier internasionalnya ditandai dengan momen kehilangan dan penghormatan, sementara karier klubnya masih berlanjut dengan ambisi baru bersama Inter Miami. Kombinasi antara nostalgia, persaingan, dan regenerasi menjadikan sosok Messi sebagai pusat dari cerita sepak bola modern yang terus berkembang hingga hari ini.