Gayatri Putri News – 19 September 2026 | Keputusan aktor Krisjiana Baharudin untuk menjalani prosedur vasektomi baru-baru ini menyita perhatian publik. Langkah yang diambil suami dari penyanyi Siti Badriah ini bukan sekadar tindakan medis biasa, melainkan bentuk tanggung jawab dan apresiasi mendalam terhadap pengorbanan sang istri yang telah melewati dua kali proses kehamilan dan persalinan.
Siti Badriah sendiri mengakui sempat merasa cemas saat sang suami mengutarakan niatnya. Ia bahkan sempat menawarkan diri untuk menjadi pihak yang menggunakan kontrasepsi agar suaminya tidak perlu menjalani operasi. Kekhawatiran Siti muncul dari ketakutan akan adanya penyesalan di kemudian hari, atau skenario di mana sang suami ingin memiliki anak lagi namun tidak lagi memungkinkan. Meski demikian, setelah melihat kemantapan hati Krisjiana yang telah mempertimbangkan keputusan tersebut secara matang, Siti akhirnya merasa bangga dan terharu dengan sikap suaminya.
Apa Itu Vasektomi dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Vasektomi, atau yang secara medis dikenal sebagai Metode Operasi Pria (MOP), merupakan bentuk kontrasepsi permanen yang ditujukan bagi pria. Prosedur ini melibatkan tindakan pembedahan kecil pada skrotum untuk memotong atau menutup saluran vas deferens, yakni saluran yang berfungsi membawa sperma dari testis menuju saluran ejakulasi.
Banyak masyarakat masih keliru menganggap vasektomi sebagai tindakan yang dapat memengaruhi kejantanan. Faktanya, prosedur ini tidak mengubah fungsi seksual pria. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai prosedur ini:
- Produksi testosteron tetap berjalan normal karena testis tidak diangkat.
- Pria tetap dapat mengalami ereksi, melakukan hubungan seksual, dan mencapai orgasme seperti biasa.
- Air mani tetap akan keluar saat ejakulasi, namun cairan tersebut sudah tidak lagi mengandung sperma.
- Sperma yang tetap diproduksi oleh testis akan diserap kembali secara alami oleh tubuh.
Pakar seksologi, dr. Boyke Dian Nugraha, menjelaskan bahwa prosedur ini tergolong sederhana dan relatif mudah dilakukan. Meski demikian, pria yang baru saja menjalani vasektomi tidak bisa langsung berhenti menggunakan metode kontrasepsi lainnya. Diperlukan masa tunggu dan pemeriksaan medis untuk memastikan bahwa sisa sperma di saluran reproduksi telah benar-benar bersih.
Menepis Stigma dan Mitos
Krisjiana menyadari bahwa di Indonesia, vasektomi masih dianggap sebagai hal yang tabu, terutama bagi pria di usia produktif. Namun, ia merasa mantap mengambil langkah ini setelah melihat pengalaman kakaknya yang lebih dulu melakukannya. Baginya, ini adalah bentuk penghormatan nyata atas lelah, mual, dan perubahan fisik yang dialami seorang ibu selama masa kehamilan.
Keputusan Krisjiana menegaskan bahwa vasektomi bukanlah tentang kehilangan kejantanan, melainkan tentang pembagian peran dalam rumah tangga. Di masa depan, pasangan suami istri kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengatur perencanaan keluarga dengan metode yang aman, permanen, dan penuh tanggung jawab. Dengan pemahaman medis yang benar, diharapkan stigma negatif terhadap vasektomi dapat perlahan memudar, sehingga semakin banyak pasangan yang mampu mengambil keputusan terbaik untuk kesehatan reproduksi mereka bersama.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






