Kekalahan dari Belgia Jadi Titik Balik Italia di Nations League

Avatar Rizky

by

Published

Last update

4 menit

Read Time

Foto: Istimewa

Gayatri Putri News – 27 September 2026 | Roma — Tim nasional Italia kembali menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri. Dalam laga pembuka fase grup UEFA Nations League A, Gli Azzurri takluk 2-0 dari Belgia di Stadio Olimpico, Roma, Jumat malam waktu setempat. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Roberto Mancini yang baru kembali menukangi Italia, sekaligus menandai titik balik yang pahit bagi skuad empat kali juara dunia tersebut.

Awal Mimpi Buruk di Olimpico

Hanya 47.155 penonton yang hadir memadati stadion berkapasitas 70.000 kursi itu. Suasana muram semakin terasa ketika Mika Godts membuka keunggulan Belgia pada menit ke-20 lewat gol internasional pertamanya. Pemain yang baru bergabung dengan Paris Saint-Germain itu memanfaatkan umpan Kevin De Bruyne di sisi kiri, melewati tiga pemain bertahan Italia, dan menaklukkan kiper Gianluigi Donnarumma dengan tenang.

Gol tersebut lahir dari serangan balik yang berawal dari umpan buruk gelandang Alessandro Romano, yang menjalani debut bersama Italia setelah berpindah kewarganegaraan dari Swiss. Lini belakang Italia yang dikomandoi Gianluca Mancini dan Diego Coppola tampak kewalahan sejak awal. Coppola sendiri tampil menggantikan Alessandro Bastoni yang menjalani sanksi kartu merah dari laga melawan Bosnia dan Herzegovina.

Lukebakio Perpanjang Derita Tuan Rumah

Belgia menggandakan keunggulan pada pertengahan babak kedua melalui Dodi Lukebakio. Gol kedua itu juga berawal dari serangan balik cepat, dengan Lukebakio melepaskan tembakan dari luar kotak penalti sementara gelandang Sandro Tonali berlari sia-sia mengejar. Peluit panjang berbunyi, dan para pemain Italia disambut cemoohan keras dari pendukung sendiri.

Kekecewaan terlihat jelas di wajah Mancini di pinggir lapangan. Pelatih berusia 61 tahun itu mengakui bahwa hasil buruk adalah risiko yang harus diterima. “Ketika kami kalah, tidak ada yang senang,” ujarnya. “Ketika kalah, Anda bisa dicemooh.”

Kutukan 52 Tahun yang Terpecahkan

Bagi Belgia, kemenangan ini punya makna historis yang besar. Ini adalah kemenangan kompetitif pertama mereka atas Italia sejak Mei 1972, mengakhiri puasa selama 52 tahun. Sebelum laga ini, Italia mendominasi dengan lima kemenangan dan dua hasil imbang dalam pertemuan kompetitif melawan Belgia.

Pelatih anyar Belgia, Mark van Bommel, menikmati debut sempurna. Mantan gelandang internasional Belanda itu sudah dua tahun absen dari dunia kepelatihan sebelum mengambil jabatan ini, namun ia langsung menunjukkan sentuhan taktisnya.

  • Belgia menguasai babak pertama dengan sistem 4-3-3 yang baru dilatih selama tiga hari.
  • Senne Lammens melakukan penyelamatan penting saat Italia meningkatkan tekanan di babak kedua.
  • Pergantian pemain yang tepat mengembalikan kendali Belgia hingga Lukebakio memastikan kemenangan.

“Saya 100 persen senang dan puas, meski tentu selalu ada ruang untuk berkembang,” kata Van Bommel. “Kami mulai bekerja pada Senin dengan rasa lapar dan intensitas yang tepat, yang juga kami lihat di lapangan hari ini.”

Calafiori: Masih Banyak Pekerjaan

Bek serbabisa Riccardo Calafiori mengakui rapuhnya lini pertahanan Italia. Pemain Arsenal itu dimainkan sebagai bek kiri untuk pertama kalinya di level internasional senior, kembali ke peran yang biasa ia jalani di level klub.

“Saya melihat tim yang bagus dalam beberapa momen,” kata Calafiori kepada RAI Sport. “Kami baru saja mulai bekerja dengan pelatih baru, tetapi ada area lain yang tidak saya sukai, kami meninggalkan celah dan kebobolan dua gol yang seharusnya bisa dihindari. Kami harus mencoba melihat aspek-aspek positif.”

Ia juga mengakui bahwa cemoohan suporter sangat menyakitkan. “Itu menyakitkan, karena ada momen ketika saya merasakan gairah dari penonton,” akunya. “Kami harus tampil lebih baik, kami semua tahu itu, mulai dari pertandingan berikutnya.”

Jadwal Berat Menanti

Jalan Italia tidak akan mudah. Setelah kekalahan ini, mereka harus bertandang ke Turki pada Senin, lalu melawat ke Prancis pada Jumat berikutnya, sebelum kembali menjamu Turki di Bologna untuk menutup fase pertama Nations League. Sebagai catatan, Prancis akan menghadapi laga tanpa Kylian Mbappe yang mengalami cedera ligamen lutut saat melawan Turki.

Kekalahan dari Belgia menjadi cermin keras bahwa Italia masih jauh dari kata pulih. Enam bulan setelah gagal lolos ke Piala Dunia ketiga berturut-turut, dan setelah kalah di babak play-off dari Bosnia dan Herzegovina pada Maret lalu, Azzurri kembali berada di persimpangan jalan. Mancini, yang membawa Italia juara Euro 2021 namun meninggalkan jabatannya secara mengejutkan pada Agustus 2023, kini menghadapi tugas berat membangun kembali kepercayaan diri tim dan pendukungnya.

Jika tidak segera bangkit, mimpi Italia untuk kembali ke panggung utama sepak bola dunia bisa semakin jauh dari jangkauan. Malam di Olimpico menjadi pengingat pahit bahwa kejayaan masa lalu tidak menjamin apa pun di lapangan hijau.