Gayatri Putri News – 25 September 2026 | Linz menjadi saksi bisu salah satu momen paling kontroversial dalam lanjutan UEFA Nations League. Timnas Austria berhasil mengamankan tiga poin penuh saat menjamu Israel dengan skor 3-1, namun kemenangan tersebut ternoda oleh insiden kartu merah yang menimpa penyerang Israel, Saied Abu Farchi. Pemain berusia 20 tahun itu diusir dari lapangan bukan karena pelanggaran keras, melainkan karena selebrasi gol yang dianggap provokatif.
Jalannya Pertandingan Austria vs Israel
Pertandingan di Linz berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Austria, yang tampil di hadapan pendukung sendiri, berhasil membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Romano Schmid sebelum babak pertama berakhir. Keunggulan satu gol itu bertahan hingga turun minum, namun Israel tidak tinggal diam.
Memasuki menit ke-55, Saied Abu Farchi berhasil menyundul bola hasil umpan silang untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut seharusnya menjadi momen kebangkitan bagi Israel. Namun, euforia berubah menjadi bencana hanya dalam hitungan detik. Abu Farchi berlari ke arah bendera sudut, mencabutnya, lalu melakukan gerakan menembak layaknya pistol ke arah tribun penonton.
Wasit yang melihat aksi tersebut tidak ragu memberikan kartu kuning kedua, yang berarti kartu merah langsung. Sebelumnya, Abu Farchi memang sudah menerima kartu kuning beberapa menit sebelum mencetak gol. Keputusan wasit memicu protes dari kubu Israel, tetapi aturan mengenai selebrasi provokatif memang melarang keras aksi semacam itu.
Dampak Kartu Merah bagi Israel
Bermain dengan sepuluh orang, Israel kehilangan momentum. Austria memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk kembali menekan. Alhasil, tuan rumah mencetak dua gol tambahan dan memastikan kemenangan 3-1. Kekalahan ini semakin menyulitkan posisi Israel di klasemen grup Nations League.
- Skor akhir: Austria 3-1 Israel
- Pencetak gol Austria: Romano Schmid (penalti), dan dua gol lainnya
- Pencetak gol Israel: Saied Abu Farchi (55′)
- Kartu merah: Saied Abu Farchi (selebrasi pistol)
Klopp Tertahan, Gakpo Jadi Mimpi Buruk
Di Amsterdam, drama berbeda tersaji dalam laga antara Belanda dan Jerman. Jurgen Klopp menjalani debutnya sebagai pelatih Timnas Jerman, namun harus puas dengan hasil imbang 1-1. Felix Nmecha sempat membawa Jerman unggul, dan gol itu bertahan hingga menit-menit akhir.
Namun, Cody Gakpo, mantan anak asuh Klopp di Liverpool, mencetak gol spektakuler melalui tendangan voli di masa injury time. Gol tersebut menyelamatkan satu poin bagi Belanda. Pertandingan ini juga diwarnai kontroversi, termasuk gol Virgil van Dijk yang dianulir secara keras, serta cedera hamstring yang dialami Kai Havertz dan Brian Brobbey.
Alaba Melanjutkan Karier di Udinese
Sementara itu, kabar datang dari dunia transfer. David Alaba, mantan bek Real Madrid dan Bayern Munich, resmi bergabung dengan Udinese di Serie A. Pemain berusia 34 tahun itu menandatangani kontrak satu tahun hingga Juni 2027 setelah kontraknya di Madrid berakhir musim panas lalu. Langkah ini menjadi kejutan mengingat Alaba sempat dikaitkan dengan berbagai klub besar Eropa.
Kepindahan Alaba ke Udinese menunjukkan bahwa ia masih ingin berkontribusi di level tertinggi, meski sempat diterpa cedera panjang. Pengalaman dan kepemimpinannya di lini belakang diharapkan mampu membantu Udinese bersaing di kompetisi domestik Italia.
Dinamika Sepak Bola Eropa
Rangkaian peristiwa ini menggambarkan betapa dinamisnya sepak bola Eropa. Dari selebrasi kontroversial yang berujung kartu merah, debut pelatih besar yang tertahan, hingga transfer mengejutkan pemain veteran. Setiap pertandingan selalu menyimpan cerita yang tidak terduga.
Bagi Austria FC dan Timnas Austria, kemenangan atas Israel menjadi modal berharga untuk menghadapi laga-laga selanjutnya. Namun, mereka juga perlu waspada karena kemenangan tersebut tidak lepas dari keberuntungan akibat keputusan wasit yang menguntungkan. Sementara itu, Israel harus segera bangkit dan mengevaluasi disiplin pemain, terutama dalam hal selebrasi yang bisa merugikan tim.
Di sisi lain, persaingan di Nations League semakin ketat. Belanda dan Jerman masih memiliki peluang untuk melaju, sedangkan Norwegia menunjukkan taringnya dengan kemenangan 3-2 atas Denmark berkat dua gol Erling Haaland. Liga sepak bola Eropa terus menyajikan drama yang tak pernah habis untuk dibahas.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan






