Gayatri Putri News – 13 September 2026 | Al-Ittihad kini menjadi buah bibir di kancah sepak bola Arab Saudi setelah menunjukkan performa impresif di awal musim Liga Roshn 2026-27. Sempat dipandang sebelah mata oleh banyak pengamat dan diprediksi hanya akan menjadi pelengkap kompetisi, klub yang berjuluk Al-Ameed ini justru tampil perkasa dan sukses membungkam kritik dengan serangkaian hasil positif di lapangan hijau.
Melampaui Ekspektasi Publik
Sebelum musim dimulai, banyak pihak meragukan kapasitas Al-Ittihad untuk bersaing di papan atas. Media ternama Arab Saudi, Waleed Al-Farraj, bahkan mengungkapkan bahwa klub tersebut sempat dianggap hanya akan menjadi tamu kehormatan. Namun, para pemain berhasil membalikkan narasi tersebut melalui kerja keras dan konsistensi. Kemenangan meyakinkan 3-1 atas Al-Faisaly pada pekan ketujuh menjadi bukti nyata bahwa Al-Ittihad telah kembali ke jalur persaingan gelar dengan martabat yang pulih.
Direktur tim, Hamad Al-Muntashari, menegaskan bahwa kesuksesan ini lahir dari kekompakan internal antara staf teknis dan para pemain. Meski saat ini memuncaki klasemen, manajemen memilih untuk tetap rendah hati. Mereka menerapkan pendekatan laga demi laga tanpa terbebani oleh ambisi posisi pertama yang terlalu dini. Bagi Al-Muntashari, fokus utama adalah menjaga ritme kerja dan terus memberikan yang terbaik bagi para suporter setia.
Peran Krusial Pemain Bintang dan Insiden Unik
Salah satu kunci kesuksesan Al-Ittihad musim ini adalah ketajaman lini serang mereka. Penyerang muda asal Nigeria, George Ilenikhena, tampil memukau setelah didatangkan pada bursa transfer Januari lalu. Dengan kontribusi delapan gol dan assist dalam delapan pertandingan di semua kompetisi, Ilenikhena telah menjadi elemen vital dalam skema permainan tim. Kerjasamanya dengan Youssef En-Nesyri di lini depan terbukti sangat mematikan bagi pertahanan lawan.
Di sisi lain, ketangguhan mental tim juga terlihat dalam laga krusial melawan Al-Nassr yang berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi Al-Ittihad. Pertandingan tersebut sempat diwarnai momen unik antara bek Al-Ittihad, Danilo Pereira, dan megabintang Al-Nassr, Cristiano Ronaldo. Saat Pereira sedang mengamati instruksi taktis di atas kertas, Ronaldo sempat mencoba mengintip taktik tersebut. Insiden kecil yang berakhir dengan tawa ini mencerminkan tingginya intensitas kompetisi, namun juga menunjukkan bahwa Al-Ittihad kini memiliki mentalitas yang cukup kuat untuk menghadapi tekanan dari tim-tim besar.
Ambisi Tanpa Batas
Pernyataan paling berani datang dari Al-Muntashari yang menyatakan bahwa gelar Liga Roshn maupun Liga Champions Elite Asia sekalipun mungkin belum cukup untuk membalas dedikasi para suporter. Kalimat ini menegaskan bahwa standar ambisi di dalam tubuh Al-Ittihad telah meningkat drastis. Klub kini memandang setiap kemenangan bukan sebagai titik akhir, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada basis pendukung yang terus memberikan dukungan luar biasa dari tribun.
Dengan performa yang terus menanjak dan mentalitas juara yang mulai terbentuk, Al-Ittihad telah menegaskan posisinya sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan. Keberhasilan mereka mengubah keraguan menjadi harapan baru bagi para penggemar menjadi bukti bahwa dengan manajemen yang tepat dan dedikasi pemain, sebuah tim dapat bangkit dari keterpurukan dan kembali mendominasi persaingan di level tertinggi sepak bola Saudi.
Menyampaikan apa yang harus disampaikan





